BRI Super League 2025/2026 baru saja menyelesaikan pekan keduanya, yang diwarnai dengan berbagai kejutan dan performa menarik dari sejumlah tim dan pemain. Persaingan ketat mulai terlihat di papan atas dan bawah klasemen, serta munculnya beberapa nama lokal yang bersinar di tengah dominasi pemain asing. Berikut adalah lima catatan penting dari pekan kedua yang dirangkum secara mendalam:
1. Dominasi Persija dan Borneo FC: Start Sempurna dengan Pertahanan Solid
Hanya dua tim yang mampu mempertahankan rekor sempurna setelah dua pertandingan, yaitu Persija Jakarta dan Borneo FC. Keduanya menunjukkan performa yang meyakinkan, terutama dalam hal pertahanan. Borneo FC meraih kemenangan tipis 1-0 di kandang PSBS Biak berkat gol tunggal Mariano Peralta, sementara Persija Jakarta tampil perkasa dengan membungkam Persis Solo 3-0 di Stadion Manahan.
Sebelumnya, Borneo FC juga meraih kemenangan 1-0 atas Bhayangkara FC di pekan pertama, sementara Persija Jakarta mengamuk dengan kemenangan telak 4-0 atas Persita Tangerang. Dengan hasil ini, Persija Jakarta memimpin klasemen sementara dengan 6 poin, unggul selisih gol atas Borneo FC. Yang menarik, baik Persija maupun Borneo FC belum kebobolan satu gol pun dalam dua pertandingan, menunjukkan solidnya lini belakang mereka.
Keberhasilan Persija dan Borneo FC meraih poin penuh di dua laga awal ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka adalah kandidat serius peraih gelar juara BRI Super League 2025/2026. Konsistensi performa dan pertahanan yang kokoh akan menjadi modal penting bagi kedua tim untuk bersaing di papan atas.
2. Juara Bertahan Tumbang: Persijap Jepara Beri Kejutan untuk Persib Bandung
Kabar mengejutkan datang dari Jepara, di mana tim promosi Persijap Jepara berhasil mengalahkan juara bertahan Persib Bandung dengan skor 2-1. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa tidak ada tim yang bisa diremehkan di BRI Super League, dan Persijap menunjukkan semangat juang tinggi di hadapan pendukungnya sendiri.
Persijap unggul terlebih dahulu di menit ke-67 melalui gol cantik pemain asingnya, Carlos Franca. Persib sempat menyamakan kedudukan melalui penalti Uillian di menit ke-88, namun Persijap tidak menyerah. Di menit ke-92, serangan balik cepat Persijap berhasil diselesaikan dengan baik oleh pemain asing lainnya, Sudi Abdallah, yang sukses menaklukkan kiper Teja Paku Alam.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Persib Bandung, yang diharapkan bisa memulai musim dengan baik. Sementara itu, kemenangan atas juara bertahan menjadi motivasi besar bagi Persijap Jepara untuk bersaing di BRI Super League 2025/2026.
3. Dominasi Tim Tamu: Hanya Dua Tuan Rumah yang Meraih Kemenangan
Pekan kedua BRI Super League 2025/2026 diwarnai dengan dominasi tim tamu. Dari sembilan pertandingan yang digelar, hanya dua tim tuan rumah yang berhasil meraih kemenangan, yaitu Semen Padang dan Persijap Jepara.
Semen Padang secara mengejutkan berhasil mengalahkan tim kuat Dewa United dengan skor 2-0 di Stadion Haji Agus Salim. Sementara itu, Persijap Jepara juga meraih kemenangan penting atas Persib Bandung di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Tujuh tim tuan rumah lainnya gagal meraih kemenangan. Persik Kediri, Persita Tangerang, Persis Solo, dan PSBS Biak harus menelan kekalahan di kandang sendiri. Sementara itu, Malut United, Bhayangkara FC, dan PSIM Yogyakarta hanya mampu meraih hasil imbang di hadapan pendukungnya.
Fenomena dominasi tim tamu ini menunjukkan bahwa persaingan di BRI Super League 2025/2026 semakin ketat dan merata. Tim-tim tamu mampu bermain lepas dan memberikan perlawanan sengit, bahkan berhasil mencuri poin di kandang lawan.
4. Kilau Pemain Lokal: Irfan Jaya, Taufany Muslihuddin, dan Eksel Runtukahu Buktikan Kualitas
Di tengah dominasi pemain asing dalam urusan mencetak gol, pekan kedua BRI Super League 2025/2026 juga menjadi panggung bagi beberapa pemain lokal yang bersinar. Irfan Jaya, Taufany Muslihuddin, dan Eksel Runtukahu berhasil mencatatkan namanya di papan skor dan membuktikan kualitasnya.
Irfan Jaya mencetak gol penting untuk Bali United saat menahan imbang Malut United dengan skor 1-1. Gol tersebut menunjukkan insting gol dan kemampuan Irfan Jaya dalam memanfaatkan peluang. Sementara itu, Taufany Muslihuddin menjadi pahlawan bagi Madura United dengan mencetak gol kemenangan saat mengalahkan Persik Kediri dengan skor 1-0. Gol Taufany menunjukkan kualitas tendangan jarak jauhnya yang akurat dan mematikan.
Eksel Runtukahu juga tampil impresif bersama Persija Jakarta. Pemain muda ini berhasil mencetak satu gol saat Persija mengalahkan Persis Solo dengan skor 3-0. Gol Eksel menunjukkan potensi dan bakatnya sebagai pemain muda yang menjanjikan.
Keberhasilan Irfan Jaya, Taufany Muslihuddin, dan Eksel Runtukahu mencetak gol di pekan kedua BRI Super League 2025/2026 menjadi bukti bahwa pemain lokal juga memiliki kualitas yang tidak kalah dengan pemain asing. Mereka mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif bagi timnya masing-masing.
5. Kartu Merah Warnai Pertandingan: Yann Motta dan Allano Lima Diusir Wasit
Disiplin pemain masih menjadi sorotan di pekan kedua BRI Super League 2025/2026. Dua pemain harus diusir keluar lapangan karena melakukan pelanggaran keras dan terlibat perselisihan dengan pemain lawan.
Bek Arema FC, Yann Motta, menjadi pemain pertama yang diganjar kartu merah di pekan kedua. Yann Motta diusir wasit Candra karena melanggar Corfe Deri Antony yang sudah tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Adi Satryo. Pelanggaran tersebut dinilai sebagai tindakan yang membahayakan keselamatan pemain lawan.
Pemain kedua yang diusir wasit adalah bintang anyar Persija Jakarta, Allano Lima. Allano diusir keluar oleh wasit Asep Yandis pada menit 90+5 karena bersitegang dengan bek Persis Solo, Jose Cleylton de Morais dos Santos. Insiden tersebut menunjukkan kurangnya kontrol emosi dari Allano Lima, meskipun ia tampil cukup baik sepanjang pertandingan.
Kartu merah yang diterima oleh Yann Motta dan Allano Lima menjadi pelajaran bagi pemain lainnya untuk lebih menjaga disiplin dan mengontrol emosi di lapangan. Tindakan indisipliner tidak hanya merugikan tim, tetapi juga mencoreng citra sepak bola Indonesia.