Acer Indonesia kembali menggelar Acer Smart School Awards (ASSA) 2025, sebuah ajang prestisius yang memberikan penghargaan kepada sekolah dan para pendidik visioner yang berani mengambil langkah transformatif menuju adopsi teknologi digital. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen Acer dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia, mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang semakin kompetitif.
ASSA merupakan bagian integral dari inisiatif Acer for Indonesia, sebuah payung program komprehensif yang mencakup berbagai kegiatan strategis. Di bawah naungan ini, Acer menghadirkan Acer Smart School Academy, sebuah platform pelatihan intensif yang dirancang untuk membekali para pendidik dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif ke dalam proses belajar mengajar. Selain itu, Acer juga menyelenggarakan seminar Acer EduTech, sebuah forum diskusi yang mempertemukan para ahli pendidikan, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bertukar ide dan pengalaman tentang penerapan teknologi dalam pendidikan. Komunitas Guru Era Baru (Guraru) juga menjadi bagian penting dari inisiatif ini, menyediakan wadah bagi para guru untuk berkolaborasi, berbagi sumber daya, dan saling mendukung dalam perjalanan mereka menuju transformasi digital. Tentu saja, penyediaan perangkat keras dan solusi edutech yang inovatif juga menjadi fokus utama, memastikan bahwa sekolah dan para pendidik memiliki akses ke alat yang mereka butuhkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan efektif.
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2021, ASSA telah menjelma menjadi sebuah wadah apresiasi yang sangat dihormati bagi sekolah, madrasah, dan para pendidik kreatif di seluruh pelosok Indonesia. Ajang ini tidak hanya memberikan pengakuan atas upaya mereka dalam mengadopsi teknologi digital, tetapi juga menginspirasi dan memotivasi lebih banyak lagi sekolah dan pendidik untuk mengikuti jejak mereka. Tahun ini, ASSA semakin memperluas cakupannya dengan merangkul jenjang pendidikan tinggi, menambahkan kategori baru yang sangat dinantikan, yaitu School of The Year Award untuk universitas serta Dosen Kreatif Award. Penambahan kategori ini melengkapi kategori-kategori yang sudah ada, yang meliputi SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK, memastikan bahwa semua jenjang pendidikan mendapatkan kesempatan untuk bersinar.
"Selama lima tahun terakhir, ASSA telah menjadi mesin penggerak percepatan transfer pengetahuan dan adopsi teknologi pembelajaran," ujar Leny Ng, President Director Acer Indonesia, dengan penuh semangat. "Dengan cakupan jenjang yang lebih luas, kami berharap inovasi berbasis teknologi semakin dirasakan banyak pihak demi masa depan generasi Indonesia yang unggul." Pernyataan ini menegaskan visi Acer untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, di mana teknologi menjadi katalisator untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk meraih kesuksesan di masa depan.
ASSA 2025 melibatkan dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh pendidikan nasional yang sangat dihormati, memastikan bahwa proses penilaian berlangsung secara objektif, transparan, dan kredibel. Prof. Dr. Unifah Rosyidi, Ketua Umum PB PGRI, membawa pengalaman dan wawasannya yang luas dalam bidang pendidikan guru. Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, seorang ahli teknologi informasi yang terkemuka, memberikan pandangan yang mendalam tentang penerapan teknologi dalam pendidikan. Prof. Ir. Tian Belawati, seorang tokoh penting dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh, menyumbangkan keahliannya dalam menciptakan akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif. Prof. Dr. Ifan Iskandar, seorang pakar pendidikan anak usia dini, memastikan bahwa kebutuhan dan karakteristik unik dari anak-anak usia dini diperhatikan dalam proses penilaian. Abdul Basit, perwakilan dari Kemenag RI, membawa perspektif penting tentang pendidikan agama dan nilai-nilai moral. Dr. Eva Handriantini, seorang ahli kurikulum dan pembelajaran, memberikan masukan yang berharga tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum secara efektif. Prof. Marsudi dari BRIN, seorang ilmuwan dan peneliti terkemuka, memberikan wawasan tentang tren teknologi terbaru dan potensinya untuk mengubah pendidikan. Tentu saja, perwakilan dari Acer Indonesia juga turut serta dalam dewan juri, memberikan perspektif dari industri teknologi dan memastikan bahwa penilaian selaras dengan visi dan misi Acer dalam mendukung pendidikan.
Tahun lalu, ASSA mencatat rekor pendaftar yang luar biasa, dengan lebih dari 6.800 sekolah dan guru dari seluruh Indonesia berpartisipasi dalam ajang ini. Angka ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pelaku pendidikan untuk bertransformasi digital dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain kompetisi, para peserta juga mendapatkan manfaat yang signifikan dari Acer Smart School Academy, yang menawarkan berbagai program pelatihan, termasuk workshop, kelas daring, dan pendampingan strategi pembelajaran berbasis teknologi. Program-program ini dirancang untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif ke dalam proses belajar mengajar.
ASSA 2025 menawarkan hadiah yang sangat menggiurkan, berupa kelas digital dan perangkat teknologi dengan total nilai lebih dari Rp 700 juta. Hadiah ini akan membantu sekolah dan para pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern, interaktif, dan efektif. Pendaftaran untuk ASSA 2025 telah dibuka sejak 27 Agustus dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2025, memberikan kesempatan bagi semua sekolah dan pendidik di Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang yang luar biasa ini.
Peluncuran ASSA 2025 juga bertepatan dengan gelaran Acer EduTech 2025 di Yogyakarta, sebuah konferensi pendidikan yang mengangkat tema "Strategy Deep Learning dan Coding AI untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran". Tema ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, di mana deep learning dan kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi besar untuk mengubah cara kita belajar dan mengajar.
Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka di bidang pendidikan dan teknologi, termasuk Drs. Suhirman, M.Pd. (Kadisdikpora DIY), Dr. Yogi Anggraena (Kemendikbudristek), dan Prof. Dr. Djohan Yoga (konsultan pendidikan Asia Pasifik). Lebih dari 300 peserta hadir untuk berdiskusi mengenai strategi adopsi AI di dunia pendidikan, berbagi pengalaman, dan menjalin jaringan dengan para profesional lainnya.
"Acer percaya bahwa deep learning dan coding AI bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata untuk mempersiapkan generasi Indonesia di era digital," kata Riko Gunawan, Products & Solutions Director Acer Indonesia. "Melalui forum ini, kami ingin mendorong pendidik mengembangkan strategi pembelajaran yang menumbuhkan keterampilan kritis dan reflektif." Pernyataan ini menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan dan peluang di era AI, di mana keterampilan seperti berpikir kritis, problem solving, dan kreativitas akan menjadi semakin penting.
Dengan rangkaian inisiatif yang komprehensif ini, Acer menegaskan komitmennya yang kuat untuk mendukung transformasi digital pendidikan di Indonesia, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Acer percaya bahwa dengan memberikan akses ke teknologi, pelatihan, dan sumber daya yang tepat, kita dapat memberdayakan para pendidik dan siswa untuk mencapai potensi penuh mereka dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang cerah. Inisiatif-inisiatif ini merupakan investasi jangka panjang dalam masa depan Indonesia, memastikan bahwa generasi muda memiliki keterampilan dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk bersaing di pasar global dan berkontribusi pada kemajuan bangsa. Acer terus berupaya untuk menjadi mitra yang handal bagi pemerintah, sekolah, dan para pendidik dalam perjalanan mereka menuju transformasi digital, membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.