Berita Populer: Estimasi Harga Geely Starray EM-i; Akhir Produksi Nissan GT-R

  • Maskobus
  • Aug 29, 2025

Kabar otomotif terkini diramaikan oleh perkiraan harga untuk mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) Geely Starray EM-i yang mencapai Rp 499,8 juta. Informasi ini menjadi salah satu berita yang paling banyak dibaca di kumparanOTO pada hari Jumat, 29 Agustus 2025. Selain itu, penghentian produksi Nissan GT-R R35, sebuah ikon di dunia otomotif, dan kewajiban bagi produsen penerima insentif impor mobil listrik untuk memulai produksi lokal tahun depan, juga menjadi topik yang menarik perhatian banyak pembaca. Berikut adalah rangkuman lengkap dari berita-berita populer tersebut:

Geely Starray EM-i: Calon PHEV Termurah di Indonesia dengan Harga di Bawah Rp 500 Juta

Geely Starray EM-i, yang sebelumnya telah diperkenalkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 sebagai model pajangan, kini mulai mengungkap perkiraan harganya melalui GIIAS Surabaya. Menurut perkiraan, mobil ini akan dibanderol dengan harga Rp 499,8 juta on the road (OTR) Jakarta. Jika perkiraan ini menjadi kenyataan, Geely Starray EM-i berpotensi menjadi model PHEV termurah di Indonesia, setidaknya berdasarkan harga pre-booking. Saat ini, gelar tersebut masih dipegang oleh Chery Tiggo 8 Pro PHEV dengan harga Rp 509,9 juta OTR Jakarta.

Kehadiran Geely Starray EM-i di pasar otomotif Indonesia menandai langkah penting dalam perkembangan kendaraan elektrifikasi. Dengan harga yang kompetitif, mobil ini diharapkan dapat menarik minat konsumen yang mencari alternatif ramah lingkungan namun tetap terjangkau. Teknologi PHEV yang diusung oleh Starray EM-i memungkinkan pengemudi untuk menikmati keuntungan dari tenaga listrik, seperti efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih rendah, sambil tetap memiliki fleksibilitas dari mesin pembakaran internal.

Berita Populer: Estimasi Harga Geely Starray EM-i; Akhir Produksi Nissan GT-R

Desain dan Fitur Geely Starray EM-i

Geely Starray EM-i hadir dengan desain yang modern dan futuristik, mencerminkan tren kendaraan elektrifikasi saat ini. Bagian depan mobil ini didominasi oleh gril besar dengan aksen krom yang menawan, serta lampu depan LED yang ramping dan tajam. Garis desain bodi yang aerodinamis memberikan kesan sporty dan elegan. Di bagian belakang, lampu LED horizontal membentang sepanjang lebar mobil, menciptakan tampilan yang unik dan mudah dikenali.

Di bagian interior, Geely Starray EM-i menawarkan kabin yang luas dan nyaman dengan berbagai fitur modern. Sistem infotainment layar sentuh berukuran besar menjadi pusat kendali berbagai fungsi mobil, mulai dari navigasi hingga pengaturan audio. Material berkualitas tinggi digunakan di seluruh kabin, memberikan kesan mewah dan premium. Fitur-fitur keselamatan seperti sistem pengereman ABS, electronic stability control (ESC), dan airbag juga hadir untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pengemudi dan penumpang.

Performa dan Efisiensi Geely Starray EM-i

Geely Starray EM-i ditenagai oleh kombinasi mesin bensin dan motor listrik, yang menghasilkan tenaga yang cukup untuk berbagai kebutuhan berkendara. Mesin bensin berfungsi sebagai sumber tenaga utama, sementara motor listrik memberikan tambahan tenaga saat akselerasi atau saat berkendara dalam mode listrik. Baterai yang digunakan pada Starray EM-i dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal, memungkinkan pengemudi untuk berkendara dalam mode listrik sepenuhnya untuk jarak tertentu.

Kombinasi mesin bensin dan motor listrik tidak hanya memberikan performa yang baik, tetapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar secara signifikan. Dalam mode hybrid, Starray EM-i dapat mencapai efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mobil konvensional. Hal ini tentu menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang ingin mengurangi biaya operasional kendaraan dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

Selamat Tinggal GT-R R35: Nissan Mengakhiri Produksi Sang Ikon Setelah 18 Tahun

Nissan telah resmi menghentikan produksi GT-R R35 setelah 18 tahun kehadirannya di pasar otomotif global. Produksi terakhir dilakukan di pabrik Tochigi, Jepang, yang selama ini menjadi tempat kelahiran supercar ikonik tersebut. Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh para pekerja yang ikut merayakan warisan panjang GT-R, saat unit terakhir meluncur dari jalur perakitan. Unit pamungkas tersebut adalah GT-R Premium T-Spec dengan balutan warna legendaris Midnight Purple, yang akan segera dikirimkan kepada konsumen di Jepang.

Nissan GT-R R35 telah menjadi ikon di dunia otomotif sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007. Mobil ini dikenal karena performanya yang luar biasa, teknologi canggih, dan desain yang khas. GT-R R35 telah memenangkan berbagai penghargaan dan pujian dari para kritikus otomotif, serta menjadi favorit di kalangan penggemar mobil sport di seluruh dunia.

Sejarah dan Evolusi Nissan GT-R

Nissan GT-R memiliki sejarah panjang dan kaya yang dimulai pada tahun 1969 dengan diperkenalkannya Nissan Skyline GT-R. Skyline GT-R dengan cepat menjadi legenda di dunia balap, memenangkan berbagai kejuaraan dan mencetak rekor yang sulit dipecahkan. Pada tahun 2007, Nissan memperkenalkan GT-R R35, yang merupakan generasi terbaru dari GT-R. GT-R R35 hadir dengan desain yang lebih modern, teknologi yang lebih canggih, dan performa yang lebih dahsyat.

Selama 18 tahun masa produksinya, GT-R R35 telah mengalami berbagai penyempurnaan dan peningkatan. Nissan terus berupaya untuk meningkatkan performa, handling, dan fitur-fitur GT-R R35, sehingga mobil ini tetap kompetitif di pasar mobil sport global. GT-R R35 telah menjadi simbol dari inovasi dan keunggulan teknologi Nissan.

Warisan dan Masa Depan GT-R

Meskipun produksi GT-R R35 telah dihentikan, warisan dan pengaruh mobil ini akan terus terasa di dunia otomotif. GT-R R35 telah menginspirasi banyak produsen mobil sport lainnya, dan telah menetapkan standar baru untuk performa dan teknologi. Nissan diharapkan akan memperkenalkan generasi terbaru dari GT-R di masa depan, yang akan melanjutkan warisan dari GT-R R35.

Kemenperin Ingatkan Produsen Penerima Insentif Impor BEV CBU Wajib Penuhi TKDN

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menegaskan kepada para produsen otomotif yang telah menikmati relaksasi impor mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) secara Completely Built Up (CBU) untuk segera memenuhi kewajiban produksi. Kewajiban ini mencakup pencapaian nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, menyampaikan bahwa saat ini belum ada rencana lanjutan untuk menambah periode pemberian insentif impor mobil listrik CBU.

Kebijakan insentif impor mobil listrik CBU bertujuan untuk mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Dengan memberikan insentif kepada produsen, pemerintah berharap dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat. Namun, insentif ini juga disertai dengan kewajiban bagi produsen untuk berinvestasi dalam produksi lokal dan meningkatkan kandungan lokal pada produk mereka.

Pentingnya TKDN dalam Pengembangan Industri Otomotif Nasional

TKDN merupakan salah satu indikator penting dalam pengembangan industri otomotif nasional. Dengan meningkatkan TKDN, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor komponen otomotif, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing industri otomotif nasional. Pemerintah terus berupaya untuk mendorong produsen otomotif untuk meningkatkan TKDN produk mereka melalui berbagai kebijakan dan insentif.

Kewajiban pemenuhan TKDN bagi produsen penerima insentif impor mobil listrik CBU merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Dengan memproduksi kendaraan listrik secara lokal, Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan kualitas udara, dan menciptakan industri yang berkelanjutan.

Berita-berita populer ini mencerminkan tren dan perkembangan terkini di dunia otomotif Indonesia. Kehadiran Geely Starray EM-i dengan harga yang kompetitif menunjukkan potensi pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi. Penghentian produksi Nissan GT-R R35 menandai akhir dari sebuah era, namun juga membuka jalan bagi inovasi dan pengembangan model-model baru. Sementara itu, penegasan Kemenperin mengenai kewajiban TKDN menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan industri otomotif nasional yang kuat dan berkelanjutan.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :