BRI Super League: Jadi Tim dengan Kebobolan Terbanyak, Bali United Diminta Jangan Gampang Kehilangan Bola

  • Maskobus
  • Aug 29, 2025

Bali United akan menghadapi Madura United pada pekan keempat BRI Super League 2025/2026, pertandingan terakhir sebelum jeda FIFA Matchday. Kemenangan di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Sabtu (30/8/2025) malam WIB akan menjadi hadiah spesial bagi suporter Bali United, yang belum menyaksikan timnya meraih kemenangan dalam tiga laga awal.

Serdadu Tridatu hanya mampu bermain imbang melawan Persik Kediri dan Malut United, sebelum akhirnya takluk dengan skor telak 5-2 dari Persebaya Surabaya pekan lalu. Hasil-hasil kurang memuaskan ini menempatkan Bali United di posisi ke-14 klasemen sementara BRI Super League dengan dua poin, terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen, Borneo FC Samarinda.

Ironisnya, Bali United menjadi tim dengan jumlah kebobolan terbanyak, yakni sembilan gol. Bahkan, PSBS Biak, yang dianggap minim persiapan, baru kebobolan tujuh gol. Situasi ini berpotensi dieksploitasi oleh Madura United. Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menyadari timnya berada dalam situasi sulit, terutama setelah perubahan gaya permainan ke arah total football membuat lini pertahanan menjadi rapuh. Jansen mengungkapkan akar permasalahan dan solusi untuk menghadapi Laskar Sape Kerap.

"Tim ini hampir kebobolan 10 gol. Permasalahannya bukan di pertahanan, tapi yang terpenting adalah bagaimana kami dengan bola. Saya melihat Bali United lebih mudah kehilangan bola. Kepada semua pemain, saya bicara press defense," ujar Jansen.

BRI Super League: Jadi Tim dengan Kebobolan Terbanyak, Bali United Diminta Jangan Gampang Kehilangan Bola

"Bagaimana caranya agar tidak mudah kehilangan bola. Kalau satu lawan satu tidak masalah. Paling penting bagaimana memperbaiki tim ini agar tidak mudah kehilangan bola," tambahnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memutar rekaman pertandingan Bali United kepada para pemain, termasuk rekaman pertandingan Madura United.

Gelandang bertahan Bali United, Tim Receveur, menyatakan bahwa situasi tim saat ini sedikit lebih baik. "Tim pelatih sudah menunjukkan rekaman video tentang lawan yang akan kami hadapi," ungkapnya.

"Kami sekarang sudah melakukan persiapan dengan bagus. Kami akan memberikan yang lebih baik melawan Madura United dan harus memenangkan pertandingan agar bisa membuat senang suporter," imbuhnya.

Receveur juga mengakui bahwa bermain di Indonesia memerlukan adaptasi. Pemain berusia 34 tahun yang sebelumnya bermain di Belanda, dari Ajax Amsterdam U-19 hingga Almere City FC bersama Thom Haye (kini di Persib Bandung), merasakan perbedaan signifikan.

Tekanan dari suporter, baik di lapangan maupun media sosial, menjadi tantangan tersendiri. "Setelah tiga pertandingan, ada banyak perbedaan yang saya rasakan. Cuaca lebih panas, lapangan yang lebih soft, jadi saat bermain agak sedikit lebih berat. Tekanan juga lebih besar di sini. Ini tantangan bagi saya dibandingkan saat bermain di Liga Belanda," pungkasnya.

Analisis Mendalam Permasalahan Bali United

Performa Bali United di awal musim BRI Super League 2025/2026 menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para pendukung. Dengan status sebagai salah satu tim unggulan, performa mereka jauh dari harapan. Mari kita telaah lebih dalam akar permasalahan yang dihadapi Serdadu Tridatu:

  1. Transisi Gaya Bermain yang Belum Optimal:

    Keputusan pelatih Johnny Jansen untuk menerapkan gaya bermain total football merupakan langkah berani. Namun, transisi ini membutuhkan waktu dan pemahaman yang mendalam dari seluruh pemain. Filosofi total football menuntut pemain untuk fleksibel dalam berbagai posisi dan memiliki kemampuan teknik serta visi bermain yang tinggi.

    Faktanya, dalam tiga pertandingan awal, terlihat bahwa para pemain Bali United masih kesulitan beradaptasi dengan sistem baru ini. Koordinasi antar lini belum berjalan mulus, dan sering terjadi kesalahan individu yang berakibat fatal.

  2. Keroposnya Lini Pertahanan:

    Sebagai konsekuensi dari penerapan total football yang agresif, lini pertahanan Bali United menjadi rentan terhadap serangan balik. Ketika pemain terlalu fokus menyerang, mereka seringkali lupa untuk menjaga keseimbangan dan meninggalkan celah di lini belakang.

    Selain itu, kualitas individu para pemain bertahan juga menjadi sorotan. Beberapa pemain dinilai kurang memiliki kecepatan dan kemampuan intercept yang memadai untuk mengantisipasi serangan lawan.

  3. Kurangnya Efektivitas di Lini Tengah:

    Lini tengah merupakan jantung dari permainan total football. Gelandang dituntut untuk mampu mengalirkan bola dengan cepat dan akurat, serta memiliki kemampuan untuk memenangkan duel dan merebut bola dari lawan.

    Namun, lini tengah Bali United belum mampu menunjukkan performa yang konsisten. Kreativitas dan visi bermain para gelandang masih kurang, sehingga serangan tim seringkali mudah dipatahkan oleh lawan.

  4. Mentalitas yang Belum Stabil:

    Tekanan dari suporter dan ekspektasi yang tinggi dapat mempengaruhi mentalitas para pemain. Ketika tim mengalami hasil buruk, kepercayaan diri pemain bisa menurun, dan mereka cenderung melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.

    Johnny Jansen perlu bekerja keras untuk membangkitkan mentalitas para pemain dan menanamkan kepercayaan diri bahwa mereka mampu meraih hasil yang lebih baik.

  5. Adaptasi Pemain Asing yang Lambat:

    Pemain asing diharapkan dapat menjadi tulang punggung tim dan memberikan kontribusi signifikan. Namun, beberapa pemain asing Bali United masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan gaya bermain tim dan atmosfer sepak bola Indonesia.

    Proses adaptasi ini bisa memakan waktu, dan tim harus bersabar untuk melihat potensi penuh dari para pemain asing tersebut.

Solusi yang Perlu Diterapkan Johnny Jansen

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi Bali United, Johnny Jansen perlu mengambil langkah-langkah konkret berikut:

  1. Memperkuat Lini Pertahanan:

    Jansen perlu membenahi organisasi pertahanan tim dan meningkatkan disiplin taktik para pemain bertahan. Latihan intensif dalam hal positioning, marking, dan tackling sangat diperlukan.

    Selain itu, Jansen juga perlu mencari pemain bertahan yang memiliki kecepatan, kemampuan intercept, dan kepemimpinan yang kuat.

  2. Meningkatkan Efektivitas Lini Tengah:

    Jansen perlu melatih para gelandang untuk meningkatkan kreativitas, visi bermain, dan kemampuan passing. Latihan passing combination, through pass, dan shooting from distance dapat membantu meningkatkan efektivitas lini tengah.

    Selain itu, Jansen juga perlu mencari gelandang yang memiliki kemampuan untuk memenangkan duel dan merebut bola dari lawan.

  3. Membangun Mentalitas yang Kuat:

    Jansen perlu menciptakan suasana yang positif dan mendukung di dalam tim. Komunikasi yang terbuka dan jujur antara pelatih dan pemain sangat penting untuk membangun kepercayaan diri dan motivasi.

    Selain itu, Jansen juga perlu memberikan dukungan dan motivasi kepada para pemain yang mengalami kesulitan.

  4. Mempercepat Adaptasi Pemain Asing:

    Jansen perlu membantu para pemain asing untuk beradaptasi dengan gaya bermain tim dan atmosfer sepak bola Indonesia. Komunikasi yang intensif dan latihan tambahan dapat membantu mempercepat proses adaptasi.

    Selain itu, Jansen juga perlu memberikan kesempatan kepada para pemain asing untuk bermain secara reguler agar mereka dapat menunjukkan potensi penuh mereka.

  5. Evaluasi Taktik dan Strategi:

    Jansen perlu melakukan evaluasi terhadap taktik dan strategi yang diterapkan. Jika total football belum berjalan efektif, Jansen perlu mempertimbangkan untuk menerapkan taktik yang lebih pragmatis dan sesuai dengan kemampuan pemain.

    Fleksibilitas dalam taktik dan strategi sangat penting untuk menghadapi berbagai jenis lawan.

Pentingnya Dukungan Suporter

Dalam situasi sulit ini, dukungan dari suporter sangat dibutuhkan. Suporter perlu memberikan dukungan moral kepada para pemain dan tim pelatih, serta menciptakan atmosfer yang positif di stadion.

Kritik yang membangun dan saran yang positif dapat membantu tim untuk memperbaiki diri. Namun, kritik yang berlebihan dan hinaan hanya akan memperburuk situasi.

Bali United memiliki potensi untuk menjadi tim yang kuat dan kompetitif. Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan dari suporter, Serdadu Tridatu dapat bangkit dari keterpurukan dan meraih hasil yang lebih baik di BRI Super League 2025/2026. Pertandingan melawan Madura United akan menjadi ujian penting bagi Bali United untuk menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi masalah dan kembali ke jalur kemenangan. Kemenangan di laga ini akan menjadi modal berharga untuk menghadapi sisa musim kompetisi.

Prediksi Pertandingan Bali United vs Madura United

Pertandingan antara Bali United dan Madura United diprediksi akan berlangsung sengit dan ketat. Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen.

Bali United akan bermain di kandang sendiri dan akan didukung oleh ribuan suporter fanatik. Namun, Madura United juga bukan lawan yang mudah dikalahkan. Laskar Sape Kerap memiliki pemain-pemain berkualitas dan pelatih yang berpengalaman.

Pertandingan ini diprediksi akan berakhir dengan skor imbang atau kemenangan tipis untuk salah satu tim. Faktor keberuntungan dan mentalitas akan menjadi kunci dalam pertandingan ini.

Pemain Kunci yang Perlu Diwaspadai

Berikut adalah beberapa pemain kunci dari kedua tim yang perlu diwaspadai:

  • Bali United:

    • Tim Receveur (Gelandang Bertahan): Pemain berpengalaman yang memiliki kemampuan intercept dan passing yang baik.
    • Spasojevic (Penyerang): Penyerang haus gol yang selalu menjadi ancaman bagi lini pertahanan lawan.
  • Madura United:

    • Lulinha (Gelandang Serang): Pemain kreatif yang memiliki kemampuan dribbling dan passing yang di atas rata-rata.
    • Junior Brandao (Penyerang): Penyerang tajam yang memiliki kemampuan finishing yang mematikan.

Kesimpulan

Bali United menghadapi tantangan berat di awal musim BRI Super League 2025/2026. Namun, dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan dari suporter, Serdadu Tridatu dapat bangkit dari keterpurukan dan meraih hasil yang lebih baik. Pertandingan melawan Madura United akan menjadi ujian penting bagi Bali United untuk menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi masalah dan kembali ke jalur kemenangan.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :