BRI Super League: Keok dari Persik, Pelatih PSBS Divaldo Alves Merasa Kesal dengan Wasit VAR

  • Maskobus
  • Aug 30, 2025

Kekalahan PSBS Biak 1-2 dari Persik Kediri dalam lanjutan pekan keempat BRI Super League 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (29/8/2025) sore WIB, menyisakan kekecewaan mendalam bagi sang pelatih, Divaldo Alves. Unggul lebih dulu melalui gol Andre Oktaviansyah (69′), PSBS harus mengakui keunggulan Persik yang membalas melalui Irkham Zahrul Mila (67′) dan gol penentu kemenangan dari Jose Rodriguez (87′). Divaldo Alves tak segan melontarkan kritiknya terhadap kepemimpinan wasit yang dianggapnya berat sebelah dan merugikan timnya.

"Ada beberapa detail yang terjadi dalam lapangan. Yang semua lihat kan. Saya tidak mau salah ini, salah ini, salah pemain. Tapi sudah beberapa pertandingan. Dari pertandingan pertama sampai sekarang," keluh Divaldo Alves dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan. Kekesalan pelatih asal Portugal ini memuncak karena merasa timnya tidak mendapatkan perlakuan yang adil terkait penggunaan Video Assistant Referee (VAR).

"Kalau ada apa, di tim lain, cek VAR. Kalau lawan kita, tidak cek VAR. Kita mau sampai mana ini? Saya tidak paham. I don’t understand. Kita selalu mau attack, mau apa, prit, prit, prit. Susah," ungkapnya dengan nada frustrasi. Divaldo Alves menegaskan bahwa selama karier kepelatihannya, ia selalu menghindari komentar terkait kinerja wasit. Namun, kali ini ia merasa sudah cukup dan meminta pertanggungjawaban atas keputusan-keputusan yang dinilainya merugikan PSBS Biak. "Saya tidak pernah dalam karier saya, saya tidak pernah komentar wasit. Saya tidak pernah komen wasit, sama sekali. Tapi hari ini memang sudah cukup ya. Saya minta yang tanggung, tolong. Sudah cukup," pintanya.

Terlepas dari kontroversi keputusan wasit, Divaldo Alves mengakui bahwa pertandingan berjalan seimbang. Ia menilai kedua tim bermain dengan semangat juang tinggi, namun tidak ada yang tampil lebih dominan. "Dua tim memang sangat separtan hari ini. Pertandingan hari ini 50-50. Tidak ada yang main lebih istimewa atau lebih cantik. Tidak ada," kata Divaldo Alves. "Dua tim fight perjurit hari ini. Warrior hari ini yang saya lihat," lanjut mantan pelatih Persik Kediri tersebut. Kekalahan ini menjadi yang ketiga bagi PSBS Biak di Super League musim ini. Mereka masih mencari kemenangan perdana setelah empat pertandingan, dengan satu hasil imbang menjadi satu-satunya poin yang berhasil diraih.

BRI Super League: Keok dari Persik, Pelatih PSBS Divaldo Alves Merasa Kesal dengan Wasit VAR

Pertandingan ini juga diwarnai dengan insiden cedera yang menimpa kiper PSBS Biak, Dimas Galih. Ia terkapar setelah berbenturan dengan striker Persik Kediri, Jose Enrique, pada menit ke-87 dan harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Divaldo Alves mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sang penjaga gawang. "Untuk Dimas masuk ke rumah sakit, kita dari sini pray for him. Kita kasih energi-energi positif supaya dia bisa recovery cepat," beber Divaldo Alves. Mengenai detail cedera Dimas Galih, Divaldo Alves mengaku belum bisa memberikan informasi pasti. "Saya tidak bisa jelasin (kondisi). Saya tanya pemain yang dekat-dekat situ. Sepertinya ada shock yang di sini dan shoulder loss seperti itu. Tapi, itu yang kita lihat. Yang tahu hasil benar-benar dokter," sebutnya.

Senada dengan pelatih, penjaga gawang PSBS Biak, Andika Wisnu, juga menyayangkan kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. "Mungkin dari saya, untuk pertandingan tadi, semua bisa melihatnya. Bagaimana wasit seperti itu, mungkin dari saya sedikit saja," ujar Andika Wisnu. Meskipun kecewa dengan hasil pertandingan dan kepemimpinan wasit, Andika Wisnu tetap optimis dengan kekuatan timnya. "Tim ini, tim kuat. Kita akan kembali lebih kuat lagi," tegasnya. Saat ini, PSBS Biak masih terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara BRI Super League dengan hanya mengumpulkan satu poin. Mereka akan berusaha keras untuk bangkit dan meraih kemenangan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Pertandingan PSBS Biak melawan Persik Kediri ini menjadi sorotan karena beberapa faktor. Pertama, kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif PSBS di awal musim Super League. Kedua, kritikan keras dari pelatih Divaldo Alves terhadap wasit VAR memicu perdebatan mengenai kualitas dan konsistensi penerapan teknologi tersebut dalam sepak bola Indonesia. Ketiga, cedera yang dialami kiper Dimas Galih menambah daftar panjang pemain yang mengalami masalah fisik di awal musim ini.

Kekalahan dari Persik Kediri ini menjadi pelajaran berharga bagi PSBS Biak. Mereka harus segera berbenah dan memperbaiki performa di berbagai lini. Selain itu, manajemen tim juga perlu memberikan dukungan penuh kepada tim pelatih dan pemain agar dapat mengatasi tekanan dan meraih hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahan dan mencari solusi yang tepat.

Divaldo Alves memiliki tugas berat untuk membangkitkan semangat juang tim dan mengembalikan kepercayaan diri para pemain. Ia harus mampu meramu strategi yang efektif dan memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh skuad PSBS Biak. Selain itu, komunikasi yang baik dengan pemain dan manajemen juga menjadi kunci penting untuk menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis di dalam tim.

Para pemain PSBS Biak juga harus menunjukkan mentalitas yang kuat dan tidak mudah menyerah. Mereka harus bekerja keras di setiap sesi latihan dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Dukungan dari para suporter juga sangat dibutuhkan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para pemain. Dengan kerja keras, kerjasama, dan dukungan dari semua pihak, PSBS Biak diharapkan mampu bangkit dan meraih hasil yang lebih baik di BRI Super League musim ini.

Persik Kediri, di sisi lain, patut berbangga atas kemenangan ini. Mereka menunjukkan semangat pantang menyerah dan mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk mencetak gol. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi mereka untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Pelatih Persik Kediri juga harus terus memotivasi para pemain dan menjaga konsistensi performa tim agar dapat bersaing di papan atas klasemen.

Pertandingan antara PSBS Biak dan Persik Kediri ini menjadi bukti bahwa BRI Super League musim 2025/2026 akan berjalan semakin menarik dan kompetitif. Setiap tim akan berusaha keras untuk meraih kemenangan dan mencapai target yang telah ditetapkan. Persaingan yang ketat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia dan memberikan hiburan yang menarik bagi para pecinta sepak bola di tanah air.

Insiden yang terjadi dalam pertandingan ini juga menjadi pelajaran bagi para wasit dan pengadil lapangan lainnya. Mereka harus lebih profesional dan teliti dalam mengambil keputusan agar tidak merugikan tim manapun. Penggunaan teknologi VAR juga harus dievaluasi dan disempurnakan agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi sepak bola Indonesia. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi kontroversi dan keluhan terkait kepemimpinan wasit di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Liga sepak bola Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu yang terbaik di Asia. Namun, diperlukan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, termasuk pemain, pelatih, manajemen tim, wasit, dan federasi sepak bola, untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan profesionalisme, integritas, dan semangat juang yang tinggi, sepak bola Indonesia diharapkan dapat meraih prestasi yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional.

BRI Super League 2025/2026 masih panjang. PSBS Biak dan Persik Kediri, beserta tim-tim lainnya, akan terus berjuang untuk meraih hasil yang terbaik. Mari kita saksikan bersama pertandingan-pertandingan menarik dan penuh drama di BRI Super League musim ini. Dukung terus sepak bola Indonesia agar semakin maju dan berkembang.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :