Dampak Buruk yang Terjadi pada Tubuh Kalau Kurang Minum, Bukan Cuma Dehidrasi

  • Maskobus
  • Aug 29, 2025

Dehidrasi seringkali dipandang sebagai satu-satunya konsekuensi dari kurang minum air. Padahal, efek buruknya jauh melampaui sekadar rasa haus dan mulut kering. Penelitian terbaru mengungkap bahwa kekurangan cairan dalam tubuh dapat menjadi pemicu stres yang signifikan, meningkatkan kadar hormon kortisol dan membuka pintu bagi berbagai masalah kesehatan kronis. Para ilmuwan memperingatkan bahwa kebiasaan tidak minum cukup air dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Liverpool John Moores University memberikan bukti kuat mengenai dampak dehidrasi terhadap respons stres tubuh. Penelitian ini melibatkan 32 sukarelawan yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama hanya mengonsumsi 1,5 liter air per hari, sementara kelompok kedua mengikuti anjuran minum air yang direkomendasikan, yaitu sekitar 2 hingga 2,5 liter. Selama penelitian, para peserta dihadapkan pada situasi yang meniru tekanan di kehidupan nyata, seperti wawancara kerja dadakan dan tugas aritmatika mental yang sulit. Tujuannya adalah untuk mengukur respons stres mereka melalui analisis kadar hormon kortisol dalam sampel air liur.

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang mencolok antara kedua kelompok. Kadar kortisol pada kelompok yang minum lebih sedikit air melonjak jauh lebih tajam dibandingkan dengan kelompok yang minum cukup. Ini membuktikan bahwa dehidrasi, bahkan dalam tingkatan ringan, dapat memperkuat respons stres tubuh terhadap situasi yang menantang. Profesor Neil Walsh, salah satu peneliti, menjelaskan bahwa meskipun kedua kelompok merasakan tingkat kecemasan yang serupa dan mengalami peningkatan detak jantung yang sebanding, kelompok yang dehidrasi menunjukkan respons kortisol yang jauh lebih tinggi.

Temuan ini memiliki implikasi yang signifikan bagi kesehatan jangka panjang. Kortisol adalah hormon stres utama yang diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap ancaman atau tekanan. Ketika tubuh mengalami stres, kelenjar adrenal melepaskan kortisol ke dalam aliran darah, yang kemudian memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme, sistem kekebalan tubuh, dan fungsi otak. Peningkatan kadar kortisol dalam jangka pendek dapat membantu tubuh mengatasi stres, tetapi paparan kortisol yang berlebihan dalam jangka panjang dapat memiliki efek negatif yang serius.

Profesor Walsh menekankan bahwa reaktivitas kortisol yang berlebihan terhadap stres telah dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan depresi. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia, dan stres kronis merupakan salah satu faktor risiko utama. Diabetes, yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi, juga sering dikaitkan dengan stres kronis. Selain itu, depresi, gangguan mental yang umum, juga dapat diperburuk oleh stres kronis. Dengan demikian, menjaga hidrasi yang optimal dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko penyakit-penyakit tersebut.

Dampak Buruk yang Terjadi pada Tubuh Kalau Kurang Minum, Bukan Cuma Dehidrasi

Selain meningkatkan risiko penyakit kronis, dehidrasi juga dapat memengaruhi fungsi kognitif dan kinerja fisik. Otak manusia terdiri dari sekitar 75% air, dan dehidrasi dapat mengganggu fungsi normal otak, menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, memori yang buruk, dan penurunan kinerja mental secara keseluruhan. Penelitian telah menunjukkan bahwa dehidrasi ringan, bahkan hanya kehilangan 1-2% cairan tubuh, dapat memengaruhi kemampuan kognitif. Dalam hal kinerja fisik, dehidrasi dapat menyebabkan penurunan kekuatan, daya tahan, dan koordinasi. Ini karena air berperan penting dalam mengatur suhu tubuh, melumasi sendi, dan mengangkut nutrisi ke otot.

Lebih lanjut, Profesor Walsh mencatat bahwa kelompok yang kurang minum air dalam penelitian tersebut tidak merasa lebih haus dibandingkan dengan kelompok yang minum cukup. Ini menunjukkan bahwa tubuh mungkin tidak selalu mengirimkan sinyal rasa haus yang jelas, meskipun sudah mengalami dehidrasi ringan. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya mengandalkan rasa haus sebagai indikator kebutuhan cairan tubuh. Sebaliknya, kita perlu mengembangkan kebiasaan minum air secara teratur sepanjang hari, bahkan jika kita tidak merasa haus.

Anjuran umum dari para pakar kesehatan adalah orang dewasa sebaiknya minum sekitar enam hingga delapan gelas cairan sehari, atau sekitar 1,5 hingga 2 liter. Namun, kebutuhan cairan setiap individu dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, seperti tingkat aktivitas fisik, iklim, dan kondisi kesehatan. Orang yang aktif secara fisik, terutama mereka yang berolahraga secara teratur, membutuhkan lebih banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang melalui keringat. Demikian pula, orang yang tinggal di iklim panas dan lembap juga perlu minum lebih banyak air untuk mencegah dehidrasi.

Selain itu, orang yang sakit, terutama mereka yang mengalami demam, muntah, atau diare, perlu meningkatkan asupan cairan mereka untuk menggantikan cairan yang hilang. Ibu hamil dan menyusui juga membutuhkan lebih banyak cairan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi mereka. Penting untuk diingat bahwa cairan yang kita konsumsi tidak hanya berasal dari air putih. Kita juga bisa mendapatkan cairan dari minuman lain, seperti jus buah, teh, dan sup. Selain itu, banyak buah dan sayuran juga mengandung kadar air yang tinggi, seperti semangka, mentimun, dan selada.

Namun, penting untuk memilih minuman yang sehat dan menghindari minuman manis yang mengandung banyak gula dan kalori. Minuman manis dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah, yang dapat meningkatkan risiko diabetes dan masalah kesehatan lainnya. Selain itu, minuman berkafein, seperti kopi dan teh, dapat memiliki efek diuretik, yang berarti mereka dapat meningkatkan produksi urin dan menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi minuman berkafein dalam jumlah sedang dan pastikan untuk mengimbanginya dengan minum air putih yang cukup.

Selain minum air secara teratur, ada beberapa tips lain yang dapat membantu kita menjaga hidrasi yang optimal. Pertama, bawalah botol air ke mana pun Anda pergi dan isi ulang secara teratur. Ini akan memudahkan Anda untuk minum air sepanjang hari. Kedua, minumlah segelas air sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Ini akan membantu Anda menggantikan cairan yang hilang melalui keringat dan mencegah dehidrasi. Ketiga, makanlah buah dan sayuran yang mengandung kadar air yang tinggi. Ini akan membantu Anda meningkatkan asupan cairan Anda secara alami. Keempat, perhatikan warna urin Anda. Urin yang berwarna kuning pucat menunjukkan bahwa Anda terhidrasi dengan baik, sedangkan urin yang berwarna kuning gelap menunjukkan bahwa Anda mungkin mengalami dehidrasi.

Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda dapat menjaga hidrasi yang optimal dan mengurangi risiko efek buruk dari dehidrasi, seperti peningkatan stres, penurunan fungsi kognitif, dan peningkatan risiko penyakit kronis. Ingatlah bahwa air adalah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berfungsi dengan baik. Jadi, jangan abaikan pentingnya minum air yang cukup setiap hari. Jadikan kebiasaan minum air sebagai bagian dari gaya hidup sehat Anda dan rasakan manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental Anda.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :