Dear Gen Z! Jangan Asal Konsumsi, BPOM Ingatkan Aturan Minum Obat Cacing

  • Maskobus
  • Aug 30, 2025

Jakarta – Belakangan ini, kalangan Generasi Z (Gen Z) ramai mencari obat cacing menyusul kasus tragis kematian seorang balita bernama Raya di Sukabumi. Raya meninggal dunia setelah dokter mendiagnosis infeksi cacing yang parah di tubuhnya, bahkan ditemukan sekitar 1 kilogram cacing. Menyikapi fenomena ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat, khususnya Gen Z, agar tidak sembarangan membeli dan mengonsumsi obat cacing. Tidak semua obat cacing dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter. Beberapa jenis obat cacing memerlukan konsultasi dan resep dari dokter sebelum digunakan.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa penggunaan obat cacing yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami jenis-jenis obat cacing yang tersedia, aturan penggunaannya, dan efek samping yang mungkin timbul. BPOM RI mengimbau masyarakat untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat cacing, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Jenis-Jenis Obat Cacing dan Aturan Penggunaannya

Terdapat beberapa jenis obat cacing yang umum digunakan di Indonesia, di antaranya adalah Albendazole, Mebendazole, dan Pyrantel Pamoate. Masing-masing obat ini memiliki mekanisme kerja, indikasi, kontraindikasi, dan efek samping yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami karakteristik masing-masing obat sebelum mengonsumsinya.

    Dear Gen Z! Jangan Asal Konsumsi, BPOM Ingatkan Aturan Minum Obat Cacing

  • Albendazole: Albendazole adalah obat cacing yang tergolong obat keras. Artinya, obat ini hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter. Albendazole bekerja dengan cara menghambat pembentukan mikrotubulus pada cacing, sehingga menyebabkan cacing mati. Obat ini efektif untuk mengobati infeksi cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing pita.

    Taruna Ikrar menjelaskan, "Obat ini tergolong obat keras, artinya kamu harus konsultasi ke dokter dulu sebelum menggunakannya. Dokter biasanya meresepkan untuk kondisi infeksi cacing tertentu." Albendazole umumnya diberikan kepada anak-anak di atas usia 2 tahun dan orang dewasa. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan obat ini karena berisiko terhadap janin dan bayi. Efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan Albendazole antara lain adalah sakit kepala, mual, muntah, diare, dan peningkatan enzim hati.

  • Mebendazole: Mebendazole sering dianggap sebagai obat cacing yang aman karena dapat dibeli langsung di apotek tanpa resep dokter. Namun, aturan pakai Mebendazole tidak boleh disepelekan. Mebendazole bekerja dengan cara menghambat penyerapan glukosa oleh cacing, sehingga menyebabkan cacing mati kelaparan. Obat ini efektif untuk mengobati infeksi cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi.

    Meskipun dapat dibeli bebas, Mebendazole harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Ibu menyusui disarankan untuk menghentikan pemberian ASI sementara waktu setelah mengonsumsi Mebendazole. Balita dan wanita hamil hanya boleh mengonsumsi Mebendazole atas pengawasan dokter. Bagi penderita diabetes melitus, perlu diperhatikan bahwa Mebendazole dapat meningkatkan sekresi insulin, sehingga harus hati-hati jika digunakan bersamaan dengan insulin atau obat antidiabetes oral. Efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan Mebendazole antara lain adalah nyeri perut, diare, demam, gatal, dan ruam kulit.

  • Pyrantel Pamoate: Pyrantel Pamoate termasuk dalam kategori obat bebas terbatas. Artinya, obat ini dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter, tetapi dengan jumlah dan dosis yang terbatas. Pyrantel Pamoate bekerja dengan cara melumpuhkan cacing, sehingga cacing mudah dikeluarkan dari tubuh melalui feses. Obat ini efektif untuk mengobati infeksi cacing gelang dan cacing kremi.

    Pyrantel Pamoate tidak boleh digunakan pada anak-anak di bawah usia 2 tahun dan wanita hamil. Orang dengan riwayat gangguan fungsi hati juga harus berhati-hati dalam menggunakan obat ini. Efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan Pyrantel Pamoate antara lain adalah mual, muntah, pusing, mengantuk, dan muncul bercak merah di kulit.

Pentingnya Membeli Obat Cacing di Sarana Resmi

BPOM RI menekankan pentingnya membeli obat cacing di sarana resmi seperti apotek atau fasilitas kesehatan terpercaya. Hal ini bertujuan untuk memastikan keaslian dan kualitas obat yang dikonsumsi. Masyarakat diimbau untuk tidak membeli obat cacing di toko online atau warung tanpa memastikan keaslian produk. Obat cacing palsu atau tidak berkualitas dapat membahayakan kesehatan dan tidak efektif dalam mengobati infeksi cacing.

Taruna Ikrar mengingatkan, "Jangan asal beli di toko online atau warung tanpa memastikan keaslian produk." Masyarakat juga perlu memperhatikan tanggal kedaluwarsa obat sebelum mengonsumsinya. Obat yang sudah kedaluwarsa tidak boleh digunakan karena efektivitasnya sudah menurun dan dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Pencegahan Infeksi Cacing

Selain mengonsumsi obat cacing, pencegahan infeksi cacing juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah buang air besar.
  • Memasak makanan hingga matang sempurna, terutama daging dan ikan.
  • Minum air yang bersih dan sudah dimasak.
  • Menjaga kebersihan lingkungan, terutama toilet dan tempat bermain anak-anak.
  • Memotong kuku secara teratur dan menjaga kebersihannya.
  • Menggunakan alas kaki saat berjalan di tanah atau tempat yang kotor.
  • Melakukan pemeriksaan tinja secara berkala untuk mendeteksi adanya infeksi cacing.

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan ini, risiko terkena infeksi cacing dapat diminimalkan. Jika mengalami gejala infeksi cacing seperti sakit perut, mual, muntah, diare, atau penurunan berat badan, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

BPOM RI terus berupaya meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat yang rasional dan pencegahan infeksi cacing. Melalui berbagai program dan kegiatan, BPOM RI memberikan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai obat-obatan, termasuk obat cacing. BPOM RI juga mengajak masyarakat untuk aktif mencari informasi dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang kompeten sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Dengan edukasi dan kesadaran yang tinggi, diharapkan masyarakat dapat menggunakan obat-obatan secara bijak dan bertanggung jawab, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup. BPOM RI juga mengajak peran serta aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, media, dan masyarakat, untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas dalam menggunakan obat-obatan.

Kesimpulan

Kasus kematian balita akibat infeksi cacing yang parah menjadi pengingat bagi kita semua mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan. Penggunaan obat cacing yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Oleh karena itu, BPOM RI mengimbau masyarakat, khususnya Gen Z, untuk tidak sembarangan membeli dan mengonsumsi obat cacing. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat cacing, dan pastikan untuk membeli obat di sarana resmi yang terpercaya. Selain itu, lakukan langkah-langkah pencegahan infeksi cacing untuk meminimalkan risiko terkena penyakit ini. Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari infeksi cacing dan meningkatkan kualitas hidup.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :