Dehidrasi Turunkan Imunitas Tubuh, Ini Penjelasan Dokter

  • Maskobus
  • Aug 26, 2025

Kebutuhan cairan tubuh yang terpenuhi adalah fondasi kesehatan yang seringkali diabaikan. Tubuh manusia, sebuah mesin biologis yang kompleks, sangat bergantung pada keseimbangan cairan untuk menjalankan berbagai fungsi vital. Kekurangan cairan, atau dehidrasi, bukan hanya sekadar rasa haus yang mengganggu, melainkan sebuah kondisi yang dapat meruntuhkan benteng pertahanan tubuh, yaitu sistem kekebalan atau imunitas. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana dehidrasi dapat menurunkan imunitas tubuh, berdasarkan penjelasan medis yang komprehensif dan mudah dipahami.

Cairan, sebagai komponen utama tubuh yang menyusun sekitar 60% berat badan, terdistribusi ke dalam ruang intravaskular (di dalam pembuluh darah) dan ekstravaskular (di luar pembuluh darah). Setiap ruang memiliki peran krusial dalam menjaga homeostasis, yaitu keseimbangan internal tubuh. Ruang intravaskular memastikan sirkulasi darah yang lancar, mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan. Sementara itu, ruang ekstravaskular berfungsi sebagai medium bagi reaksi biokimia, menjaga suhu tubuh, dan membuang limbah metabolisme.

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, keseimbangan cairan ini terganggu. Volume darah menurun, menyebabkan penurunan tekanan darah dan memperlambat sirkulasi. Akibatnya, pengiriman oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh, termasuk sel-sel sistem kekebalan, menjadi tidak optimal. Sel-sel imun, seperti limfosit dan makrofag, membutuhkan energi dan nutrisi yang cukup untuk berfungsi dengan baik dalam melawan infeksi dan penyakit.

Lebih lanjut, dehidrasi memengaruhi produksi lendir (mukus) di saluran pernapasan dan pencernaan. Lendir ini berfungsi sebagai lapisan pelindung yang menjebak patogen (bakteri, virus, jamur) dan mencegahnya masuk ke dalam tubuh. Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi lendir berkurang, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan seperti pilek, flu, dan pneumonia.

Dehidrasi Turunkan Imunitas Tubuh, Ini Penjelasan Dokter

Selain itu, dehidrasi dapat mengganggu fungsi ginjal, organ penting yang menyaring limbah dari darah dan mengatur keseimbangan elektrolit. Ketika ginjal tidak mendapatkan cukup cairan, mereka bekerja lebih keras untuk mempertahankan cairan, yang dapat menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh. Penumpukan racun ini dapat melemahkan sistem kekebalan dan meningkatkan risiko peradangan kronis.

Elektrolit, seperti natrium, kalium, dan klorida, adalah mineral penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, mengatur fungsi saraf dan otot, serta menjaga tekanan darah. Kehilangan elektrolit, misalnya melalui keringat berlebih saat berolahraga atau saat cuaca panas, dapat memperburuk dehidrasi dan memengaruhi kinerja sistem kekebalan. Kekurangan elektrolit dapat menyebabkan kelelahan, kram otot, dan gangguan konsentrasi, yang semuanya dapat melemahkan daya tahan tubuh.

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Laurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K, menjelaskan bahwa hidrasi memengaruhi daya tahan tubuh secara tidak langsung, karena cairan dalam tubuh membawa nutrisi pendukung imun ke seluruh jaringan. Kekurangan cairan mengurangi efektivitas distribusi nutrisi tersebut, sehingga sistem imun tidak dapat bekerja optimal. Hidrasi yang baik merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Untuk memahami lebih dalam bagaimana dehidrasi menurunkan imunitas, mari kita telaah lebih lanjut mekanisme spesifik yang terlibat:

  1. Penurunan Produksi Sel Imun: Sumsum tulang, tempat sel-sel imun diproduksi, membutuhkan cairan yang cukup untuk berfungsi dengan baik. Dehidrasi dapat menghambat produksi sel-sel imun, seperti limfosit T dan limfosit B, yang berperan penting dalam melawan infeksi. Limfosit T membunuh sel-sel yang terinfeksi virus, sementara limfosit B menghasilkan antibodi yang menetralkan patogen.

  2. Gangguan Fungsi Sel Imun: Sel-sel imun membutuhkan cairan untuk bergerak dan berkomunikasi dengan baik. Dehidrasi dapat menghambat kemampuan sel-sel imun untuk mencapai lokasi infeksi dan berkoordinasi dalam melawan patogen. Makrofag, sel-sel imun yang menelan dan menghancurkan patogen, juga membutuhkan cairan untuk berfungsi secara optimal.

  3. Peningkatan Peradangan: Dehidrasi dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh. Peradangan kronis dapat melemahkan sistem kekebalan dan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Dehidrasi memicu pelepasan sitokin pro-inflamasi, yaitu molekul yang memicu peradangan.

  4. Gangguan Fungsi Saluran Pencernaan: Saluran pencernaan adalah rumah bagi triliunan bakteri baik (mikrobiota) yang berperan penting dalam sistem kekebalan. Dehidrasi dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota, yang dapat menyebabkan peradangan dan penurunan kekebalan. Kekurangan cairan juga dapat menyebabkan sembelit, yang dapat memperburuk peradangan.

  5. Peningkatan Risiko Infeksi Saluran Kemih: Dehidrasi meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) karena mengurangi frekuensi buang air kecil. Buang air kecil membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih. Ketika tubuh kekurangan cairan, bakteri memiliki lebih banyak waktu untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Lantas, bagaimana cara mencegah dehidrasi dan menjaga imunitas tubuh tetap kuat? Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Minum Air Putih yang Cukup: Aturan umum adalah minum 8 gelas air putih sehari. Namun, kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada tingkat aktivitas, iklim, dan kondisi kesehatan. Dengarkan tubuh Anda dan minum air putih saat Anda merasa haus.
  • Konsumsi Buah dan Sayur yang Kaya Air: Buah dan sayur seperti semangka, mentimun, stroberi, dan bayam mengandung banyak air dan elektrolit. Konsumsi buah dan sayur ini secara teratur untuk membantu menjaga hidrasi tubuh.
  • Hindari Minuman Manis dan Berkafein: Minuman manis dan berkafein dapat menyebabkan dehidrasi karena bersifat diuretik (meningkatkan produksi urin). Batasi konsumsi minuman ini dan gantikan dengan air putih atau minuman elektrolit.
  • Perhatikan Warna Urin: Warna urin dapat menjadi indikator hidrasi. Urin yang berwarna kuning pucat menunjukkan bahwa Anda terhidrasi dengan baik, sedangkan urin yang berwarna kuning gelap menunjukkan bahwa Anda dehidrasi.
  • Minum Lebih Banyak Saat Berolahraga atau Saat Cuaca Panas: Saat berolahraga atau saat cuaca panas, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Minum lebih banyak air putih atau minuman elektrolit untuk menggantikan cairan yang hilang.
  • Konsultasikan dengan Dokter: Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit ginjal atau penyakit jantung, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kebutuhan cairan yang tepat.

Selain menjaga hidrasi, ada beberapa faktor lain yang juga penting untuk menjaga imunitas tubuh tetap kuat, antara lain:

  • Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan yang bergizi seimbang, kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Hindari makanan olahan, makanan cepat saji, dan makanan tinggi gula.
  • Tidur yang Cukup: Tidur yang cukup (7-8 jam per malam) membantu memulihkan energi dan memperkuat sistem kekebalan.
  • Kelola Stres: Stres kronis dapat melemahkan sistem kekebalan. Temukan cara untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, atau menghabiskan waktu di alam.
  • Olahraga Teratur: Olahraga teratur membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat sistem kekebalan.
  • Vaksinasi: Vaksinasi membantu melindungi tubuh dari penyakit menular tertentu.

Dengan menjaga hidrasi dan menerapkan gaya hidup sehat, Anda dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi diri dari berbagai penyakit. Ingatlah, kesehatan adalah investasi terbaik yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri. Jangan biarkan dehidrasi meruntuhkan benteng pertahanan tubuh Anda. Minumlah air putih yang cukup, konsumsi makanan yang bergizi, dan jalani gaya hidup sehat untuk menjaga imunitas tubuh tetap kuat dan optimal.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :