Ekspor Motor RI Tembus 5 Juta Unit, Kemenperin Pede Industri Otomotif Tumbuh

  • Maskobus
  • Aug 29, 2025

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengumumkan pencapaian gemilang industri otomotif nasional, dengan ekspor sepeda motor Indonesia yang terus menunjukkan tren positif dan mencetak rekor baru. Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Juli 2025, ekspor sepeda motor dalam bentuk Completely Knocked-Down (CKD) dan Completely Built-Up (CBU) telah mencapai angka 5.195.470 unit. Selain itu, ekspor komponen atau suku cadang (part by part) juga mencatatkan angka fantastis, menembus 75.712.413 unit.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa industri otomotif Indonesia semakin kompetitif di pasar global. Kinerja ekspor yang solid ini juga menjadi indikator bahwa produk-produk otomotif Indonesia semakin diminati dan dipercaya oleh konsumen internasional. Pemerintah, melalui Kemenperin, terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif, baik di pasar domestik maupun internasional, dengan berbagai kebijakan dan program strategis.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyampaikan optimisme bahwa industri otomotif Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Dengan dukungan bahan baku yang terjamin dan ekosistem industri yang semakin kondusif, Industri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki kesempatan emas untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri otomotif dunia.

"Dengan dukungan bahan baku yang terjamin, IKM memiliki kesempatan besar untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri otomotif dunia," ujar Reni dalam keterangan tertulis yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian pada Jumat (29/8). Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan IKM sebagai tulang punggung industri otomotif nasional.

Ekspor Motor RI Tembus 5 Juta Unit, Kemenperin Pede Industri Otomotif Tumbuh

Reni juga merinci data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang menunjukkan bahwa kinerja ekspor motor CBU dan komponen (part by part) pada bulan Juli 2025 mencatatkan penjualan tertinggi sepanjang tahun ini. Ekspor CBU mencapai 50.042 unit, sementara ekspor komponen menembus angka 12.972.706 unit. Selain itu, ekspor CKD juga mencatatkan angka yang signifikan, yaitu 678.227 unit.

Pencapaian ini tidak lepas dari peran serta berbagai pihak, termasuk pelaku industri, pemerintah, dan asosiasi terkait. Sinergi yang baik antara semua pihak telah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendorong inovasi serta peningkatan kualitas produk otomotif Indonesia. Pemerintah juga terus berupaya untuk mempermudah proses ekspor dan mengurangi hambatan-hambatan yang mungkin dihadapi oleh pelaku industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan daya saing IKM alat angkut dengan memperkuat rantai pasok industri otomotif nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penguatan Material Center di lingkungan UPTD Pengembangan Industri Logam (PILOG) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Fasilitas Material Center ini menjadi pusat layanan penyediaan bahan baku logam bagi IKM, yang tidak hanya memastikan kualitas bahan, tetapi juga mempermudah akses dengan harga yang lebih bersaing. Dengan adanya Material Center, IKM tidak perlu lagi khawatir tentang ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan terjangkau, sehingga dapat fokus pada peningkatan produksi dan inovasi.

"Melalui upaya strategis ini, kami optimistis, IKM alat angkut dapat semakin produktif, efisien, dan siap terintegrasi ke dalam jaringan industri otomotif nasional maupun global," kata Menteri Perindustrian Agus, menegaskan keyakinannya bahwa IKM memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri otomotif global.

Reni juga menekankan pentingnya bagi pelaku IKM komponen otomotif untuk bertransformasi mengikuti arah perkembangan industri otomotif global yang semakin bergeser menuju kendaraan berbasis listrik. Ia berharap IKM di Purbalingga mampu melakukan inovasi dan bertransformasi menuju modern manufacturing dengan mengedepankan prinsip-prinsip quality, cost, and delivery (QCD).

Transformasi menuju kendaraan listrik (EV) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri otomotif Indonesia. Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk pengembangan baterai, infrastruktur pengisian daya, dan insentif bagi konsumen. Dengan semakin berkembangnya pasar kendaraan listrik, IKM komponen otomotif memiliki kesempatan untuk mengembangkan produk-produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar EV.

Lebih lanjut, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Dini Hanggandari, menjelaskan bahwa pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan pemasok bahan baku logam nasional, seperti PT Hanwa Steel Service Indonesia, PT Tatalogam Lestari, dan PT Supra Teratai Metal, guna memenuhi kebutuhan IKM di Purbalingga.

Kerja sama dengan perusahaan pemasok bahan baku logam ini merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan terjangkau bagi IKM. Dengan adanya kepastian pasokan bahan baku, IKM dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Dini mengungkapkan bahwa pada tanggal 20 Agustus telah dilakukan pengiriman 8 ton material ke Material Center Purbalingga. Selain itu, pada tanggal 21 Agustus, tim tenaga ahli diturunkan untuk melakukan penataan layout, alur distribusi material, serta memastikan agar sistem pergudangan lebih produktif dan efisien.

Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menyediakan bahan baku, tetapi juga memberikan pendampingan teknis kepada IKM agar dapat mengelola bahan baku dengan lebih efisien dan efektif. Dengan sistem pergudangan yang baik, IKM dapat mengurangi risiko kerusakan bahan baku dan mempercepat proses produksi.

Langkah selanjutnya, pemerintah akan memasang aplikasi Inventory dan Delivery menggunakan GPS Tracking untuk memantau pergerakan material secara real time. Melalui sistem ini, IKM diharapkan dapat mengurangi risiko keterlambatan, menekan biaya logistik, dan semakin percaya diri memasuki rantai pasok industri nasional.

Pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam rantai pasok industri otomotif. Dengan sistem pelacakan GPS, IKM dapat memantau pergerakan material secara real time, sehingga dapat mengantisipasi potensi masalah dan mengambil tindakan yang diperlukan.

"Harapan kami, model ini bisa direplikasi di berbagai sentra IKM lain agar semakin banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang mampu naik kelas dan bersaing di industri otomotif nasional maupun global," ungkap Dini, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak yang luas bagi pengembangan IKM di seluruh Indonesia.

Pemerintah menyadari bahwa IKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi IKM, termasuk memberikan akses terhadap pembiayaan, pelatihan, dan teknologi. Dengan dukungan yang tepat, IKM dapat tumbuh dan berkembang menjadi pemain yang kompetitif di pasar global.

Pencapaian ekspor motor yang menembus angka 5 juta unit merupakan bukti nyata bahwa industri otomotif Indonesia memiliki potensi yang besar. Dengan dukungan dari pemerintah, pelaku industri, dan semua pihak terkait, industri otomotif Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pengembangan inovasi dan teknologi di sektor otomotif. Dengan semakin berkembangnya teknologi otomotif, Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi pusat produksi kendaraan yang inovatif dan ramah lingkungan.

Pemerintah juga menyadari pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor otomotif. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan di bidang otomotif, sehingga dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah optimistis bahwa industri otomotif Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang, serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Keberhasilan ekspor sepeda motor Indonesia ini juga menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan daya saing produk otomotif nasional di pasar global. Pemerintah dan pelaku industri perlu terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan inovasi teknologi.

Selain itu, pemerintah juga perlu terus memperluas pasar ekspor produk otomotif Indonesia ke negara-negara lain. Dengan semakin luasnya jangkauan pasar ekspor, industri otomotif Indonesia dapat tumbuh lebih pesat dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Pemerintah juga perlu terus memantau perkembangan pasar otomotif global dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi. Dengan adaptasi yang cepat dan tepat, industri otomotif Indonesia dapat tetap kompetitif di pasar global yang semakin dinamis.

Dengan komitmen dan kerja keras dari semua pihak, industri otomotif Indonesia diharapkan dapat terus mencetak prestasi yang gemilang dan menjadi kebanggaan bangsa.

Peningkatan ekspor ini juga berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja di sektor otomotif. Semakin banyak perusahaan otomotif yang beroperasi di Indonesia, semakin banyak pula lapangan kerja yang tercipta. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.

Selain itu, industri otomotif juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi penerimaan negara melalui pajak dan devisa. Semakin besar volume produksi dan ekspor, semakin besar pula penerimaan negara yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh kepada industri otomotif agar dapat terus tumbuh dan berkembang. Dengan iklim investasi yang kondusif dan kebijakan yang tepat, industri otomotif Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional.

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan industri pendukung otomotif, seperti industri komponen, industri bahan baku, dan industri logistik. Dengan semakin kuatnya industri pendukung, industri otomotif akan semakin mandiri dan kompetitif.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pengembangan teknologi otomotif yang ramah lingkungan. Dengan semakin berkembangnya teknologi kendaraan listrik dan kendaraan hybrid, Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi pusat produksi kendaraan ramah lingkungan di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah juga menyadari pentingnya perlindungan konsumen di sektor otomotif. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pengawasan terhadap kualitas produk otomotif dan memberikan edukasi kepada konsumen tentang hak dan kewajiban mereka.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah berharap industri otomotif Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.

Keberhasilan ekspor motor ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi dari seluruh pelaku industri otomotif Indonesia. Pemerintah mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan dan mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dalam memajukan industri otomotif nasional.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :