Infeksi bakteri pemakan daging yang disebabkan oleh larva lalat Cochliomyia hominivorax, atau lebih dikenal sebagai ‘cacing sekrup’ New World, kembali menjadi perhatian di Amerika Serikat. Baru-baru ini, dua kasus infeksi ini terdeteksi di Maryland, menandai kembalinya ancaman yang sebelumnya dianggap telah berhasil dikendalikan. Kehadiran parasit ini pada manusia tergolong langka, namun dampaknya bisa sangat serius jika tidak segera ditangani. Infeksi belatung, atau myiasis, terjadi ketika lalat betina meletakkan telurnya pada luka terbuka. Telur-telur ini kemudian menetas menjadi larva yang aktif menggali dan memakan jaringan hidup di sekitarnya. Proses ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang meluas, memicu infeksi bakteri sekunder, dan dalam kasus yang parah, berujung pada kematian. Meskipun Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menyatakan bahwa risiko infeksi pada manusia tergolong rendah, penting untuk memahami seluk-beluk ‘cacing sekrup’ ini agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Sejarah Panjang dan Upaya Pemberantasan
Cochliomyia hominivorax telah menjadi masalah bagi peternakan di AS sejak tahun 1825. Pada tahun 1933, hama ini menyebar luas dari wilayah Barat Daya ke Tenggara melalui pengiriman hewan ternak yang terinfeksi, menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan akibat kematian ternak. Untuk mengatasi masalah ini, pada tahun 1960-an, AS menerapkan teknik serangga steril. Teknik ini melibatkan pembiakan jutaan lalat jantan steril di laboratorium dan kemudian melepaskannya ke alam liar. Lalat jantan steril ini akan kawin dengan lalat betina liar, sehingga menghasilkan telur yang tidak fertil dan mengurangi populasi ‘cacing sekrup’.
Upaya pemberantasan ini terbukti berhasil, dan New World screwworm sebagian besar telah diberantas di AS. Namun, wabah kecil sempat terjadi pada tahun 2016 yang menyerang rusa yang terancam punah di Florida Keys. Pemerintah dengan cepat merespons dengan melepaskan lebih dari 188 juta lalat steril, dan infestasi tersebut berhasil dibasmi pada tahun 2017. Wabah terbaru dimulai di Panama pada tahun 2023, sebelum akhirnya menyebar ke seluruh Amerika Tengah dan mencapai Meksiko, menunjukkan bahwa ancaman ‘cacing sekrup’ masih tetap ada dan memerlukan kewaspadaan berkelanjutan.
Bagaimana Infeksi Terjadi?
Infeksi ‘cacing sekrup’ terjadi ketika lalat betina meletakkan telurnya pada luka terbuka atau area kulit yang rusak. Luka ini bisa berupa luka sayat, luka bakar, atau bahkan gigitan serangga. Lalat betina tertarik pada bau darah dan jaringan yang membusuk, sehingga luka terbuka menjadi tempat yang ideal untuk bertelur. Setelah telur menetas, larva mulai menggali dan memakan jaringan hidup di sekitarnya. Larva memiliki duri-duri kecil di tubuhnya yang membantu mereka menempel pada jaringan dan bergerak di dalam luka. Proses makan ini menyebabkan kerusakan jaringan yang signifikan dan memicu peradangan.
Gejala Infeksi ‘Cacing Sekrup’
Gejala infeksi ‘cacing sekrup’ dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan infeksi. Gejala yang paling umum adalah:
- Kehadiran belatung di dalam atau di sekitar luka terbuka: Ini adalah tanda yang paling jelas dari infeksi ‘cacing sekrup’. Belatung biasanya berukuran kecil, berwarna putih atau krem, dan memiliki duri-duri kecil di tubuhnya.
- Nyeri: Infeksi ‘cacing sekrup’ dapat menyebabkan nyeri yang signifikan di sekitar luka. Nyeri ini disebabkan oleh kerusakan jaringan dan peradangan yang disebabkan oleh aktivitas larva.
- Gatal: Rasa gatal juga merupakan gejala umum infeksi ‘cacing sekrup’. Rasa gatal ini disebabkan oleh iritasi kulit yang disebabkan oleh aktivitas larva.
- Pembengkakan: Area di sekitar luka dapat membengkak akibat peradangan.
- Keluarnya cairan dari luka: Luka yang terinfeksi ‘cacing sekrup’ dapat mengeluarkan cairan bernanah atau berdarah.
- Bau tidak sedap: Infeksi ‘cacing sekrup’ dapat menghasilkan bau tidak sedap yang berasal dari jaringan yang membusuk.
Pengobatan Infeksi ‘Cacing Sekrup’
Pengobatan infeksi ‘cacing sekrup’ harus dilakukan oleh profesional medis. Jangan mencoba mengobati infeksi ini sendiri, karena dapat memperburuk kondisi. Pengobatan biasanya melibatkan:
- Pengangkatan larva: Langkah pertama dalam pengobatan adalah mengangkat semua larva dari luka. Ini biasanya dilakukan dengan menggunakan pinset atau alat bedah kecil. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat larva yang berada di dalam jaringan yang lebih dalam.
- Pembersihan luka: Setelah larva diangkat, luka harus dibersihkan secara menyeluruh dengan larutan antiseptik.
- Pemberian antibiotik: Antibiotik dapat diberikan untuk mencegah atau mengobati infeksi bakteri sekunder.
- Perawatan luka: Luka harus ditutup dengan perban steril dan diganti secara teratur.
Kasus Nyata: Pengalaman Penyintas Kanker di Florida
Tahun lalu, seorang penyintas kanker di Florida mengalami infeksi New World screwworm setelah mengunjungi Republik Dominika selama lebih dari seminggu. Ia mengalami pembengkakan di wajah, nyeri, dan keluarnya cairan dari hidung. Dokter melakukan pembedahan untuk mengangkat antara 100 hingga 150 larva yang sangat besar hingga menyumbat mesin penghisap di rumah sakit. Kasus ini menyoroti potensi bahaya infeksi ‘cacing sekrup’ dan pentingnya mencari pertolongan medis segera jika Anda mencurigai terinfeksi.
Pencegahan Infeksi ‘Cacing Sekrup’
Meskipun infeksi ‘cacing sekrup’ pada manusia jarang terjadi, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terinfeksi:
- Lindungi luka terbuka: Tutupi luka terbuka dengan perban steril untuk mencegah lalat bertelur di luka.
- Jaga kebersihan luka: Bersihkan luka secara teratur dengan sabun dan air untuk mencegah infeksi.
- Hindari area yang banyak lalat: Jika Anda berada di area yang banyak lalat, kenakan pakaian pelindung seperti lengan panjang dan celana panjang.
- Gunakan obat nyamuk: Gunakan obat nyamuk untuk mencegah lalat menggigit Anda.
- Laporkan kasus pada hewan: Jika Anda melihat hewan dengan luka yang terinfeksi belatung, laporkan ke pihak berwenang setempat.
Kesimpulan
Infeksi ‘cacing sekrup’ merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang signifikan dan komplikasi lainnya. Meskipun infeksi pada manusia jarang terjadi, penting untuk memahami risiko dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Jika Anda mencurigai Anda terinfeksi ‘cacing sekrup’, segera cari pertolongan medis. Dengan penanganan yang tepat, infeksi ‘cacing sekrup’ biasanya dapat diobati dengan sukses. Kewaspadaan dan kesadaran adalah kunci untuk mencegah penyebaran infeksi yang mengerikan ini.