Jakarta – Gelombang kekhawatiran melanda jagat maya, khususnya di kalangan Generasi Z (Gen Z), menyusul laporan mengenai seorang balita di Sukabumi yang meninggal dunia akibat infeksi cacing parah, dengan temuan sekitar 1 kilogram cacing di dalam tubuhnya. Kejadian tragis ini memicu diskusi luas tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mewaspadai risiko infeksi cacing, serta mendorong banyak orang untuk mencari informasi tentang pengobatan cacing. Di tengah hiruk pikuk informasi, muncul pengalaman unik dari beberapa anggota Gen Z yang mengklaim mengalami efek samping tak terduga setelah mengonsumsi obat cacing: keluarnya cacing dari mulut dan hidung.
Fenomena aneh ini pertama kali mencuat melalui platform media sosial TikTok, tempat Gen Z berbagi pengalaman dan opini mereka. Beberapa pengguna TikTok membagikan video dan cerita yang menggambarkan pengalaman mereka setelah mengonsumsi obat cacing. Yang menarik perhatian adalah pengakuan beberapa Gen Z yang mengaku melihat cacing keluar dari mulut mereka setelah beberapa jam minum obat cacing. Pengalaman ini tentu saja mengejutkan dan menimbulkan pertanyaan tentang mekanisme kerja obat cacing dan efek samping yang mungkin timbul.
Salah satu pemilik akun TikTok dengan nama pengguna @sa**a, misalnya, menceritakan pengalamannya yang membuat bulu kuduk berdiri. "Aku ngerasa ada yang gerak kenceng banget di tenggorokan aku, sampe takut nelen ludah," tulisnya dalam keterangan video yang diunggah pada Kamis, 28 Agustus 2025. Pengakuan ini dengan cepat menyebar dan memicu reaksi beragam dari warganet lainnya.
Tidak hanya dari mulut, beberapa netizen lain juga mengeluhkan keluarnya cacing dari hidung setelah mengonsumsi obat cacing. Pengalaman-pengalaman ini tentu saja tidak menyenangkan dan membuat banyak orang merasa ngeri. Akibatnya, tidak sedikit yang kemudian mengurungkan niat untuk mengonsumsi obat cacing lantaran khawatir mengalami kejadian serupa. Kekhawatiran ini semakin diperkuat dengan viralnya video dan cerita tentang efek samping yang tidak biasa ini di media sosial.
Menanggapi fenomena yang meresahkan ini, detikcom mencoba mencari klarifikasi dari seorang ahli parasitologi terkemuka, Prof. dr. Saleha Sungkar dari Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Prof. Saleha membenarkan bahwa kondisi keluarnya cacing dari mulut atau hidung memang bisa terjadi, meskipun kasusnya relatif jarang.
"Biasanya itu jika minum obat albendazole, efek sampingnya cacing bisa keluar lewat hidung atau mulut, tetapi jarang terjadi," jelas Prof. Saleha saat dihubungi detikcom pada Rabu, 27 Agustus. Albendazole adalah salah satu jenis obat cacing yang umum digunakan untuk mengatasi infeksi cacing pada manusia. Obat ini bekerja dengan cara menghambat penyerapan glukosa oleh cacing, sehingga menyebabkan cacing lemas, mati, dan akhirnya keluar dari tubuh.
Meskipun efek samping keluarnya cacing dari mulut atau hidung mungkin terdengar menakutkan, Prof. Saleha mengimbau masyarakat untuk tidak perlu terlalu khawatir. Menurutnya, selama cacing keluar dengan utuh, tidak perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini karena keluarnya cacing dari mulut atau hidung biasanya merupakan indikasi bahwa obat cacing bekerja efektif dan cacing berhasil dikeluarkan dari tubuh.
Namun, Prof. Saleha juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami efek samping yang tidak biasa atau mengkhawatirkan setelah mengonsumsi obat cacing. Dokter dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang efek samping yang mungkin terjadi dan memberikan saran medis yang tepat.
Melihat tren Gen Z yang ramai berburu obat cacing, Prof. Saleha memberikan beberapa panduan penting. Ia menekankan bahwa infeksi cacingan sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan. PHBS meliputi mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, memasak makanan hingga matang sempurna, menggunakan alas kaki saat berjalan di tanah, dan membuang air besar di jamban yang bersih.
Prof. Saleha juga menjelaskan bahwa konsumsi obat cacing lebih disarankan untuk masyarakat dengan laporan insiden kasus cacingan yang tinggi di suatu wilayah, atau bagi mereka yang masih terbiasa buang air besar sembarangan. Dalam situasi seperti ini, konsumsi obat cacing secara berkala dapat membantu mencegah penyebaran infeksi cacing dan melindungi kesehatan masyarakat.
Lebih lanjut, Prof. Saleha mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat cacing secara sembarangan tanpa anjuran dari dokter. Penggunaan obat cacing yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan dan bahkan dapat memperburuk kondisi kesehatan. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional sebelum mengonsumsi obat cacing.
Selain itu, Prof. Saleha juga menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang kotor dan tidak sehat dapat menjadi tempat berkembang biaknya cacing dan meningkatkan risiko infeksi cacingan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci untuk mencegah penyebaran infeksi cacing.
Kasus infeksi cacing pada balita di Sukabumi dan pengalaman Gen Z dengan efek samping obat cacing menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mewaspadai risiko infeksi cacing. Dengan menerapkan PHBS, menjaga kebersihan lingkungan, dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat cacing, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita dari bahaya infeksi cacing.
Selain itu, penting juga untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat tentang infeksi cacing. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya tentang penyebab, gejala, pencegahan, dan pengobatan infeksi cacing. Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat dapat membuat keputusan yang tepat tentang kesehatan mereka dan mengambil tindakan pencegahan yang efektif.
Pemerintah dan lembaga kesehatan juga memiliki peran penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi cacing. Pemerintah dapat meningkatkan program sanitasi dan kebersihan lingkungan, memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, dan menyediakan akses yang mudah dan terjangkau terhadap obat cacing. Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari infeksi cacing.
Dalam era digital ini, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan informasi tentang infeksi cacing. Kampanye kesehatan yang kreatif dan menarik dapat menjangkau аудиторию yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mewaspadai risiko infeksi cacing.
Dengan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan, kita dapat mengurangi angka kejadian infeksi cacing di Indonesia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mari bersama-sama menciptakan Indonesia yang sehat dan bebas dari infeksi cacing.