Pertandingan pekan ke-4 BRI Super League antara Persijap Jepara dan Arema FC di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (30/8/2025), berakhir dengan skor imbang 0-0. Laga yang diwarnai dua kartu merah ini menunjukkan intensitas tinggi, namun minim gol.
Jalannya Pertandingan:
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persijap sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan. Dengan dukungan penuh dari suporter fanatiknya, Laskar Kalinyamat tampil agresif dan berusaha mendominasi penguasaan bola. Arema FC, di sisi lain, bermain lebih sabar dan mengandalkan serangan balik cepat.
Persijap tercatat melepaskan 15 tembakan, di mana 6 di antaranya mengarah tepat ke gawang Arema FC yang dikawal ketat oleh kiper Teguh Amiruddin. Beberapa peluang emas Persijap lahir dari pergerakan lincah striker asing mereka, Pedro Henrique, namun penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat bola gagal bersarang di gawang Singo Edan.
Arema FC sendiri bukan tanpa peluang. Mengandalkan kecepatan winger seperti Dendi Santoso dan Dedik Setiawan, Arema FC beberapa kali berhasil menembus pertahanan Persijap. Sayangnya, umpan-umpan silang yang dilepaskan seringkali gagal menemui sasaran di kotak penalti. Absennya striker andalan Dalberto Luan akibat akumulasi kartu kuning sangat terasa di lini depan Arema FC.
Drama Kartu Merah:
Pertandingan semakin memanas di babak kedua. Pada menit ke-65, pemain Persijap, Alexis Gomez, diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap gelandang Arema FC, Renshi Yamaguchi. Keputusan ini memicu protes dari para pemain dan অফিশিয়াল Persijap, namun wasit tetap pada keputusannya.
Unggul jumlah pemain, Arema FC semakin gencar melakukan serangan. Namun, hanya berselang 10 menit kemudian, giliran pemain Arema FC yang harus keluar lapangan. Betinho, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, melakukan tekel berbahaya terhadap bek Persijap dan langsung dihadiahi kartu merah oleh wasit.
Dengan kedua tim bermain dengan 10 pemain, tensi pertandingan semakin meningkat. Jual beli serangan terjadi, namun tidak ada gol yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Statistik Pertandingan:
- Skor Akhir: Persijap Jepara 0-0 Arema FC
- Penguasaan Bola: Persijap Jepara 52% – 48% Arema FC
- Tembakan: Persijap Jepara 15 – 10 Arema FC
- Tembakan Tepat Sasaran: Persijap Jepara 6 – 3 Arema FC
- Kartu Kuning: Persijap Jepara 3 – 2 Arema FC
- Kartu Merah: Persijap Jepara 1 – 1 Arema FC
Analisis Pertandingan:
Pertandingan antara Persijap Jepara dan Arema FC berjalan dengan tempo tinggi dan penuh drama. Kedua tim bermain ngotot dan tidak mau mengalah. Hasil imbang tanpa gol ini menunjukkan bahwa kedua tim memiliki pertahanan yang solid.
Bagi Persijap, hasil imbang ini patut disyukuri mengingat mereka bermain di kandang sendiri. Namun, mereka juga harus memperbaiki penyelesaian akhir agar bisa meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya. Kartu merah yang diterima Alexis Gomez juga menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang di kemudian hari.
Sementara itu, bagi Arema FC, hasil imbang ini tentu mengecewakan. Absennya Dalberto Luan sangat mempengaruhi performa lini depan mereka. Selain itu, kartu merah yang diterima Betinho juga merugikan tim. Pelatih Arema FC, Widodo C Putro, harus segera mencari solusi agar timnya bisa kembali meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya.
Dampak Klasemen:
Dengan hasil imbang ini, Persijap Jepara naik ke posisi ketujuh klasemen sementara BRI Super League dengan mengumpulkan 5 poin dari 4 pertandingan. Sementara itu, Arema FC tetap berada di posisi ketiga dengan 8 poin.
Reaksi Pelatih:
Pelatih Persijap Jepara, Salahudin, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Ia mengatakan bahwa para pemain telah berjuang keras dan mengikuti instruksi dengan baik. Meskipun hanya meraih hasil imbang, ia tetap optimis dengan peluang timnya di pertandingan selanjutnya.
"Saya apresiasi kerja keras para pemain. Mereka sudah bermain maksimal. Sayang, kita gagal memanfaatkan beberapa peluang yang ada. Tapi, saya tetap optimis dengan peluang kita di pertandingan selanjutnya," ujar Salahudin usai pertandingan.
Sementara itu, pelatih Arema FC, Widodo C Putro, mengaku kecewa dengan hasil imbang ini. Ia mengatakan bahwa timnya seharusnya bisa meraih kemenangan jika bermain lebih sabar dan tidak terburu-buru. Ia juga menyayangkan kartu merah yang diterima Betinho.
"Tentu saja saya kecewa dengan hasil ini. Kita seharusnya bisa menang jika bermain lebih sabar. Kartu merah itu juga sangat merugikan kita," kata Widodo C Putro.
Pemain Kunci:
Dalam pertandingan ini, beberapa pemain tampil menonjol dari kedua tim. Di kubu Persijap, kiper Harlan Suardi tampil gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan penting. Di lini tengah, Muhammad Iqbal juga bermain cukup baik dengan mengatur tempo permainan. Sementara itu, di kubu Arema FC, Renshi Yamaguchi tampil solid di lini tengah dan menjadi motor serangan tim.
Sorotan Pertandingan:
- Dua kartu merah mewarnai pertandingan antara Persijap Jepara dan Arema FC.
- Absennya Dalberto Luan sangat mempengaruhi performa lini depan Arema FC.
- Kiper Persijap Jepara, Harlan Suardi, tampil gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan penting.
- Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan penuh drama.
- Hasil imbang ini membuat Persijap Jepara naik ke posisi ketujuh klasemen sementara BRI Super League.
Susunan Pemain:
Persijap Jepara:
- Harlan Suardi (GK)
- Bagas Umar Pamungkas
- Fahreza Agamal
- Imam Bayhaqi
- Mojtaba Lotfi
- Muhammad Iqbal
- Muhammad Rifqi
- Arif Agung
- Indra Lesmana
- Pedro Henrique
- Alexis Gomez
Arema FC:
- Teguh Amiruddin (GK)
- Achmad Figo
- Syaeful Anwar
- Ichaka Diarra
- Johan Alfarizi
- Jayus Hariono
- Renshi Yamaguchi
- Dendi Santoso
- Evan Dimas
- Dedik Setiawan
- Charles Lokolingoy
Persaingan di BRI Super League 2025/2026:
BRI Super League 2025/2026 semakin ketat dan menarik. Persaingan di papan atas klasemen semakin sengit dengan beberapa tim menunjukkan performa yang konsisten. Selain Arema FC, tim-tim seperti Persib Bandung, PSM Makassar, dan Borneo FC juga menjadi kandidat kuat untuk meraih gelar juara.
Di papan tengah, persaingan juga tidak kalah menarik. Tim-tim seperti Persijap Jepara, Bali United, dan Madura United berusaha untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Sementara itu, di zona degradasi, beberapa tim berusaha untuk keluar dari tekanan dan mengamankan posisi mereka di BRI Super League.
Dengan masih banyak pertandingan yang akan dimainkan, persaingan di BRI Super League 2025/2026 diprediksi akan semakin sengit dan menarik hingga akhir musim. Para suporter tentu berharap tim kesayangan mereka bisa meraih hasil yang terbaik dan mengharumkan nama daerah masing-masing.
Evaluasi dan Prospek Kedua Tim:
Persijap Jepara:
- Kekuatan: Soliditas lini belakang dan semangat juang para pemain. Dukungan penuh dari suporter fanatik di kandang sendiri.
- Kelemahan: Penyelesaian akhir yang kurang efektif. Ketergantungan pada striker asing, Pedro Henrique. Disiplin pemain yang perlu ditingkatkan (terbukti dengan kartu merah).
- Prospek: Jika mampu mengatasi kelemahan dan meningkatkan performa, Persijap Jepara berpotensi menjadi kuda hitam di BRI Super League 2025/2026.
Arema FC:
- Kekuatan: Kedalaman skuad yang mumpuni. Pengalaman para pemain senior. Soliditas lini tengah.
- Kelemahan: Ketergantungan pada Dalberto Luan di lini depan. Disiplin pemain yang perlu ditingkatkan (terbukti dengan beberapa kartu merah). Kurang efektif dalam memanfaatkan peluang.
- Prospek: Arema FC memiliki potensi untuk meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026. Namun, mereka harus mampu mengatasi kelemahan dan tampil lebih konsisten di setiap pertandingan. Kedatangan pemain baru di bursa transfer paruh musim bisa menjadi solusi untuk meningkatkan performa tim.
Kesimpulan:
Pertandingan antara Persijap Jepara dan Arema FC menjadi bukti bahwa BRI Super League 2025/2026 akan menyajikan persaingan yang ketat dan menarik. Kedua tim bermain dengan semangat juang tinggi, namun hasil imbang tanpa gol menjadi bukti bahwa sepak bola tidak selalu tentang gol, tetapi juga tentang taktik, strategi, dan disiplin. Para suporter tentu berharap tim kesayangan mereka bisa tampil lebih baik di pertandingan selanjutnya dan meraih hasil yang maksimal.