Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan medis kepada para mahasiswa dan elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya dalam aksi demonstrasi. Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab ILUNI FKUI terhadap keselamatan dan kesehatan para peserta aksi, serta sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.
Pernyataan ini disampaikan ILUNI FKUI pada hari Jumat, 29 Agustus 2025, sehari setelah terjadinya aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI yang diwarnai kericuhan dan jatuhnya korban. ILUNI FKUI juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun yang tewas akibat terlindas mobil rantis Brimob saat melintas di sekitar lokasi demonstrasi.
"Kami sangat berduka atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang pejuang keluarga dan pahlawan demokrasi. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan semua pihak dapat menahan diri serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap permasalahan," ujar perwakilan ILUNI FKUI dalam keterangan persnya.
ILUNI FKUI menilai bahwa Affan Kurniawan adalah korban dari tindakan represif aparat keamanan yang berlebihan dalam mengamankan aksi demonstrasi. Mereka mengecam segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap para demonstran, dan mendesak agar pemerintah melakukan investigasi yang transparan dan akuntabel terhadap kasus ini.
"Kami menegaskan pentingnya upaya maksimal untuk mencegah munculnya korban-korban baru dalam setiap dinamika sosial dan politik yang sedang berlangsung. Sebagai tenaga kesehatan, kami memahami betapa berharganya setiap nyawa manusia dan tidak dapat mentolerir adanya tindakan yang dapat membahayakan keselamatan siapapun," tegas ILUNI FKUI.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan para demonstran, ILUNI FKUI akan mengerahkan tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan relawan kesehatan lainnya untuk memberikan bantuan medis di lokasi demonstrasi. Tim medis ini akan dilengkapi dengan peralatan medis dan obat-obatan yang memadai untuk menangani berbagai macam kasus cedera dan gangguan kesehatan yang mungkin terjadi.
"Kami siap memberikan bantuan medis dan layanan kesehatan kepada siapa pun yang membutuhkan, tanpa pandang bulu, dalam semangat kemanusiaan dan profesionalisme kedokteran," kata ILUNI FKUI.
ILUNI FKUI juga menyerukan kepada seluruh stakeholder kesehatan, termasuk dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, organisasi profesi kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan seluruh elemen kesehatan lainnya, untuk bersatu dalam memberikan dukungan penuh terhadap gerakan mahasiswa dan rakyat yang memperjuangkan penegakan kebenaran, keadilan, dan supremasi hukum di Indonesia.
"Kami percaya bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap manusia, dan kami sebagai tenaga kesehatan memiliki kewajiban moral untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada siapapun yang membutuhkan, termasuk para demonstran yang sedang memperjuangkan hak-hak mereka," ujar ILUNI FKUI.
ILUNI FKUI menegaskan bahwa tindakan mereka ini sejalan dengan sumpah profesi kedokteran untuk mengabdi pada kemanusiaan dan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan ras, agama, suku, atau pandangan politik.
"Kami sebagai alumni Fakultas Kedokteran UI yang telah mengucapkan sumpah profesi untuk mengabdi pada kemanusiaan, mendukung sepenuhnya gerakan mahasiswa dan rakyat yang bertujuan menegakkan kebenaran, keadilan, dan supremasi hukum di Indonesia," kata ILUNI FKUI.
ILUNI FKUI berharap agar aksi demonstrasi dapat berjalan dengan damai dan tertib, serta tidak ada lagi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan. Mereka juga berharap agar pemerintah dapat membuka diri untuk berdialog dengan para demonstran dan mendengarkan aspirasi mereka dengan serius.
"Kami percaya bahwa dialog adalah cara terbaik untuk menyelesaikan setiap permasalahan. Kami berharap agar pemerintah dan para demonstran dapat duduk bersama dan mencari solusi yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar ILUNI FKUI.
Sebagai informasi tambahan, aksi demonstrasi yang terjadi di depan Gedung DPR RI pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, merupakan aksi lanjutan dari serangkaian aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya dalam beberapa pekan terakhir. Aksi demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat dan merugikan kepentingan bangsa dan negara.
Beberapa kebijakan yang menjadi sorotan para demonstran antara lain adalah:
- Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai melemahkan lembaga antirasuah tersebut.
- Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang dinilai mengandung pasal-pasal yang kontroversial dan mengancam kebebasan berekspresi.
- Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dinilai memberatkan masyarakat.
- Penanganan pandemi COVID-19 yang dinilai lambat dan tidak efektif.
- Masalah ekonomi yang dinilai semakin memburuk dan menyebabkan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan penghasilan.
Para demonstran menuntut agar pemerintah segera mencabut atau merevisi kebijakan-kebijakan tersebut, serta mengambil langkah-langkah yang lebih konkret untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh bangsa dan negara.
Aksi demonstrasi yang terjadi di depan Gedung DPR RI pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, diikuti oleh ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Aksi demonstrasi ini awalnya berjalan dengan damai dan tertib, namun kemudian diwarnai kericuhan setelah terjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.
Dalam bentrokan tersebut, sejumlah demonstran dan aparat keamanan mengalami luka-luka. Selain itu, seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan juga tewas akibat terlindas mobil rantis Brimob.
Kejadian ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk ILUNI FKUI. Mereka mendesak agar pemerintah melakukan investigasi yang transparan dan akuntabel terhadap kasus ini, serta memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku kekerasan.
ILUNI FKUI juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana. Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap permasalahan.
"Kami percaya bahwa dengan semangat persatuan dan kesatuan, kita dapat mengatasi segala permasalahan yang dihadapi oleh bangsa dan negara. Mari kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera," pungkas ILUNI FKUI.
Sebagai tambahan informasi, pada hari Jumat, 29 Agustus 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Metro Jaya. Aksi demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap para demonstran yang ditangkap dan ditahan oleh polisi saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada hari Kamis, 28 Agustus 2025.
ILUNI FKUI menyatakan dukungan penuh terhadap aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh BEM UI, dan siap memberikan bantuan medis kepada para peserta aksi jika dibutuhkan.
"Kami mendukung sepenuhnya aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh BEM UI sebagai bentuk solidaritas terhadap para demonstran yang ditangkap dan ditahan oleh polisi. Kami siap memberikan bantuan medis kepada para peserta aksi jika dibutuhkan," kata ILUNI FKUI.
ILUNI FKUI juga mengimbau kepada aparat kepolisian untuk mengamankan aksi demonstrasi dengan cara yang humanis dan tidak represif. Mereka berharap agar aparat kepolisian dapat menghormati hak para demonstran untuk menyampaikan aspirasi mereka, serta tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat menyebabkan jatuhnya korban.
"Kami mengimbau kepada aparat kepolisian untuk mengamankan aksi demonstrasi dengan cara yang humanis dan tidak represif. Kami berharap agar aparat kepolisian dapat menghormati hak para demonstran untuk menyampaikan aspirasi mereka, serta tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat menyebabkan jatuhnya korban," ujar ILUNI FKUI.
ILUNI FKUI berharap agar aksi demonstrasi di depan Mapolda Metro Jaya dapat berjalan dengan damai dan tertib, serta tidak ada lagi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Mereka juga berharap agar para demonstran yang ditangkap dan ditahan oleh polisi dapat segera dibebaskan.
"Kami berharap agar aksi demonstrasi di depan Mapolda Metro Jaya dapat berjalan dengan damai dan tertib, serta tidak ada lagi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Kami juga berharap agar para demonstran yang ditangkap dan ditahan oleh polisi dapat segera dibebaskan," kata ILUNI FKUI.
Dengan pernyataan ini, ILUNI FKUI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung gerakan mahasiswa dan rakyat yang memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan supremasi hukum di Indonesia. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap permasalahan.