Info Demo 28 Agustus di Sekitar DPR: Titik Massa Sore Ini dan Rekayasa Lalin

  • Maskobus
  • Aug 28, 2025

Situasi Terkini Aksi Demonstrasi di Sekitar Gedung DPR RI: Konsentrasi Massa Terpecah, Bentrokan Terjadi, dan Dampak Lalu Lintas Meluas

Jakarta, 28 Agustus 2025 – Aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar Gedung DPR RI pada hari ini, Kamis, 28 Agustus 2025, diwarnai dengan kericuhan dan bentrokan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Hingga sore hari ini, pukul 16.27 WIB, konsentrasi massa terpantau terpecah ke beberapa titik di sekitar kawasan DPR, menyebabkan gangguan lalu lintas yang signifikan dan kerusakan fasilitas umum.

Kondisi Terkini di Depan Gedung DPR RI:

Jalan Gatot Subroto, tepat di depan gerbang utama Gedung DPR RI, dilaporkan telah sepi dari konsentrasi massa aksi. Aparat kepolisian telah berhasil memukul mundur massa ke arah Semanggi. Meskipun demikian, area tersebut dipenuhi dengan sisa-sisa demonstrasi, termasuk sampah, puing-puing bebatuan, dan beton pembatas TransJakarta yang porak poranda.

Selain itu, aksi vandalisme terlihat jelas di dinding-dinding Gedung DPR RI, dengan coretan-coretan yang merusak estetika bangunan. Sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan, seperti pagar, halte bus, dan kamera pengawas CCTV.

Info Demo 28 Agustus di Sekitar DPR: Titik Massa Sore Ini dan Rekayasa Lalin

Titik-Titik Konsentrasi Massa yang Masih Bertahan:

Meskipun sebagian massa telah dipukul mundur, beberapa kelompok massa masih bertahan di beberapa titik di sekitar Gedung DPR RI:

  • Jalan Pejompongan Raya: Massa masih bertahan di Jalan Pejompongan Raya, tepatnya di flyover Pejompongan. Mereka dilaporkan melempari batu dan petasan ke arah aparat kepolisian. Polisi masih siaga di lokasi dan berupaya membubarkan massa. Beberapa anggota massa juga terlihat memasuki area rel kereta api, membawa kayu, dan sesekali menjadi sasaran tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian.

  • Jalan Gatot Subroto Arah Cawang: Massa juga masih bertahan di Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Cawang, tepatnya di dekat Park Royal. Mereka dilaporkan melempari polisi dengan batu. Personel polisi masih bertahan di lokasi dan berusaha memukul mundur massa.

  • Jalan Asia Afrika, Senayan: Titik konsentrasi massa lainnya berada di Jalan Asia Afrika, Senayan. Massa dilaporkan melempari batu dan botol ke arah aparat kepolisian. Personel polisi masih bertahan di lokasi. Massa juga terlihat membawa bendera dan kayu.

Rekayasa Lalu Lintas dan Dampaknya:

Aksi demonstrasi yang berujung ricuh ini berdampak signifikan terhadap kondisi lalu lintas di sekitar Gedung DPR RI dan wilayah sekitarnya. Pihak kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah.

  • Tol Dalam Kota: Ruas tol dalam kota yang mengarah ke Slipi maupun Cawang ditutup sementara. Hal ini menyebabkan kepadatan lalu lintas di ruas tol lainnya dan jalan-jalan arteri di sekitarnya.

  • Jalan Gatot Subroto: Ruas Jalan Gatot Subroto, mulai dari depan Mapolda Metro Jaya, ditutup untuk lalu lintas umum. Kendaraan yang hendak menuju ke arah Slipi dialihkan ke Simpang Susun Semanggi dan Jalan Jenderal Sudirman.

Gangguan pada Layanan KRL Commuter Line:

Selain berdampak pada lalu lintas jalan raya, aksi demonstrasi ini juga mengganggu layanan KRL Commuter Line. Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung lintas Stasiun Tanah Abang-Palmerah sementara hanya sampai Stasiun Palmerah dan Kebayoran. KRL kemudian kembali menuju Stasiun Serpong/Rangkasbitung.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menjelaskan bahwa gangguan ini disebabkan oleh kerumunan massa di jalur rel lintas Tanah Abang-Palmerah. Untuk sementara waktu, perjalanan Commuter Line Rangkasbitung dari Stasiun Tanah Abang dihentikan.

Para pengguna KRL Rangkasbitung diimbau untuk mencari alternatif selain Stasiun Palmerah. Pengguna yang hendak menuju Serpong/Rangkasbitung dapat naik dan turun di Stasiun Kebayoran. Sementara itu, pengguna yang hendak menuju Cikarang, Bogor, dan Tangerang dapat naik dan turun di Stasiun Karet.

Analisis Situasi dan Prediksi:

Situasi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI masih dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Jumlah Massa: Jumlah massa yang terlibat dalam demonstrasi dapat mempengaruhi tingkat kericuhan dan gangguan lalu lintas.
  • Tuntutan Aksi: Tuntutan yang diajukan oleh massa aksi dapat mempengaruhi lamanya demonstrasi.
  • Tindakan Aparat: Tindakan yang diambil oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan massa dapat mempengaruhi eskalasi situasi.
  • Negosiasi: Upaya negosiasi antara perwakilan massa aksi dan pihak terkait dapat membantu meredakan tensi dan mencapai solusi.

Rekomendasi:

Mengingat situasi yang masih belum kondusif, masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar Gedung DPR RI dan mencari jalur alternatif jika hendak bepergian. Pengguna transportasi umum, khususnya KRL Commuter Line, diharapkan untuk memantau informasi terbaru mengenai perubahan jadwal dan rute perjalanan.

Pihak kepolisian diharapkan dapat bertindak secara profesional dan proporsional dalam mengendalikan massa aksi, serta mengutamakan dialog dan negosiasi untuk mencapai solusi yang damai. Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan dapat merespons tuntutan massa aksi secara konstruktif dan mencari solusi yang terbaik untuk kepentingan semua pihak.

Kesimpulan:

Aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI pada hari ini telah menyebabkan gangguan yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat dan kondisi lalu lintas. Situasi masih dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terbaru dari sumber-sumber yang terpercaya. Pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengendalikan situasi dan meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan.

Tambahan Informasi:

  • Penyebab pasti dari aksi demonstrasi ini belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, aksi ini diduga terkait dengan isu-isu tertentu yang sedang menjadi perhatian publik.
  • Jumlah korban luka-luka akibat bentrokan antara massa aksi dan aparat kepolisian belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa sumber melaporkan adanya sejumlah orang yang mengalami luka-luka ringan.
  • Kerugian materiil akibat kerusakan fasilitas umum dan bangunan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
  • Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi vandalisme dan kericuhan.

Disclaimer:

Informasi yang disampaikan dalam laporan ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu. Kami akan terus memperbarui informasi ini seiring dengan perkembangan situasi di lapangan.

đŸ’¬ Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :