Internet di Papua Terganggu, Komdigi Pastikan Ada WiFi Gratis dan Kompensasi

  • Maskobus
  • Aug 27, 2025

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah cepat untuk merespon gangguan layanan internet yang melanda wilayah Papua Selatan dan Papua Tengah. Gangguan ini, yang disebabkan oleh putusnya kabel laut Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) milik Telkom Group, telah mengakibatkan penurunan kualitas akses internet, terutama pada layanan 4G. Meskipun demikian, Komdigi menegaskan bahwa layanan telekomunikasi di kedua provinsi tersebut tetap berfungsi, meskipun dengan keterbatasan. Sebagai bentuk kompensasi dan upaya untuk menjaga konektivitas masyarakat, Komdigi memastikan penyediaan akses WiFi gratis di titik-titik strategis dan tengah mempertimbangkan opsi kompensasi lain yang sesuai.

Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi menjelaskan secara rinci penyebab gangguan tersebut. Dua titik putus pada SKKL SMPCS2 menjadi akar masalahnya. Ruas Sorong-Fakfak mengalami gangguan sejak 23 Juli 2025, sementara ruas Timika-Merauke mengalami masalah serupa sejak 16 Agustus 2025. Kedua gangguan ini secara signifikan mempengaruhi kapasitas jaringan yang tersedia untuk melayani pelanggan di Papua Selatan dan Papua Tengah.

"Layanan telekomunikasi di Papua Selatan tetap berfungsi, tidak mati sepenuhnya. Internet dan 4G masih bisa digunakan, hanya saja masyarakat akan merasakan penurunan kualitas selama perbaikan berlangsung," demikian pernyataan resmi dari Komdigi, yang dirilis pada Rabu, 27 Agustus 2025. Pernyataan ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran masyarakat dan memberikan informasi yang akurat mengenai situasi yang terjadi.

Laporan dari berbagai pihak, termasuk Telkom, Telkomsel, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat, dan Balai Monitoring (Balmon), mengkonfirmasi bahwa gangguan ini telah menyebabkan degradasi layanan internet di Papua Selatan. Keterbatasan kapasitas cadangan (backup) menjadi faktor utama yang memperparah situasi. Akibatnya, mekanisme prioritas layanan diberlakukan untuk memastikan layanan-layanan kritikal tetap berfungsi.

Di Papua Tengah, situasi serupa juga terjadi. Layanan yang tersedia saat ini terbatas pada seluler enterprise dari Telkomsel, dengan prioritas khusus diberikan kepada pelanggan korporat. Untuk layanan 2G, operasional berjalan normal tanpa pembatasan. Namun, layanan 4G mengalami pembatasan signifikan, dengan kecepatan maksimal 1 Mbps per pengguna. Pembatasan ini bertujuan untuk mendistribusikan kapasitas yang tersedia secara merata dan mencegah terjadinya gangguan yang lebih parah.

Internet di Papua Terganggu, Komdigi Pastikan Ada WiFi Gratis dan Kompensasi

Menyadari dampak yang ditimbulkan oleh gangguan ini, Komdigi bersama Telkom Group telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak negatifnya dan menjaga masyarakat tetap terhubung. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  1. Penyediaan WiFi Gratis: Komdigi akan menyediakan akses WiFi gratis di titik-titik strategis di Papua Selatan dan Papua Tengah. Titik-titik ini akan dipilih berdasarkan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan infrastruktur pendukung. Tujuannya adalah untuk memberikan alternatif akses internet bagi masyarakat yang terdampak oleh gangguan layanan 4G.

  2. Optimalisasi Kapasitas Jaringan: Telkomsel akan melakukan optimalisasi kapasitas jaringan yang ada untuk memastikan layanan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Optimalisasi ini meliputi penyesuaian parameter jaringan dan peningkatan efisiensi penggunaan bandwidth.

  3. Peningkatan Kapasitas Backup: Telkom Group akan meningkatkan kapasitas backup untuk mengantisipasi gangguan serupa di masa depan. Hal ini meliputi penambahan kapasitas link satelit dan pengembangan jaringan terrestrial alternatif.

  4. Koordinasi dengan Pemerintah Daerah: Komdigi akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan penyaluran informasi yang akurat kepada masyarakat dan memfasilitasi penyediaan layanan alternatif.

Selain itu, Komdigi juga menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) guna memastikan keamanan infrastruktur Telkom Group selama proses pemulihan berlangsung. Keamanan infrastruktur menjadi prioritas utama untuk mencegah terjadinya sabotase atau tindakan vandalisme yang dapat menghambat proses perbaikan.

Telkom telah menyampaikan bahwa kapal perbaikan kabel SKKL telah diberangkatkan dari Makassar dan kini sedang menuju titik gangguan. Perbaikan ruas Timika-Merauke dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus-5 September 2025, sementara ruas Sorong-Fakfak dikerjakan 11-19 September 2025. Jadwal ini bersifat tentatif dan dapat berubah tergantung pada kondisi cuaca dan faktor-faktor lain yang tidak terduga.

Berdasarkan koordinasi antara Komdigi dan Telkom Group, diperkirakan layanan telekomunikasi di Papua akan kembali normal pada 19 September 2025. Pemerintah terus memantau perkembangan proses perbaikan dan berupaya untuk mempercepat pemulihan layanan.

"Pemerintah mengimbau masyarakat di Papua Selatan dan Papua Tengah tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Komdigi. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran berita bohong (hoax) dan informasi yang tidak akurat yang dapat memperkeruh suasana.

Selain langkah-langkah mitigasi yang telah disebutkan, Komdigi juga tengah mempertimbangkan opsi kompensasi lain yang dapat diberikan kepada masyarakat yang terdampak oleh gangguan layanan internet. Opsi-opsi tersebut meliputi:

  1. Potongan Harga Paket Data: Telkomsel dapat memberikan potongan harga paket data kepada pelanggan yang terdampak sebagai bentuk kompensasi atas penurunan kualitas layanan. Potongan harga ini dapat diberikan secara otomatis atau melalui mekanisme klaim.

  2. Penambahan Kuota Data: Telkomsel dapat memberikan penambahan kuota data kepada pelanggan yang terdampak. Penambahan kuota ini dapat membantu pelanggan untuk tetap terhubung meskipun dengan kecepatan yang terbatas.

  3. Akses Gratis ke Konten Edukasi: Komdigi dapat bekerja sama dengan platform edukasi online untuk memberikan akses gratis ke konten edukasi kepada masyarakat di Papua Selatan dan Papua Tengah. Hal ini dapat membantu siswa dan mahasiswa untuk tetap belajar meskipun mengalami gangguan layanan internet.

  4. Penyediaan Layanan Telepon Gratis: Telkom dapat menyediakan layanan telepon gratis kepada masyarakat yang terdampak untuk keperluan darurat. Layanan ini dapat diakses melalui call center khusus atau melalui aplikasi mobile.

Komdigi akan terus melakukan evaluasi terhadap situasi yang terjadi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan masyarakat di Papua Selatan dan Papua Tengah tetap terhubung dan mendapatkan layanan telekomunikasi yang berkualitas. Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Gangguan layanan internet di Papua Selatan dan Papua Tengah menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur telekomunikasi yang handal dan resilient. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan cakupan layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah-wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar. Investasi dalam infrastruktur telekomunikasi merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian.

Komdigi mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan Telkom Group mengenai perkembangan proses perbaikan dan langkah-langkah mitigasi yang dilakukan. Masyarakat juga diharapkan untuk dapat memanfaatkan layanan WiFi gratis yang disediakan dan melaporkan setiap gangguan yang dialami kepada pihak terkait.

Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk memastikan layanan telekomunikasi di Papua segera pulih dan masyarakat dapat kembali menikmati akses internet yang berkualitas. Komdigi juga mengucapkan terima kasih kepada TNI/Polri yang telah membantu menjaga keamanan infrastruktur telekomunikasi selama proses perbaikan berlangsung.

Gangguan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah dan operator telekomunikasi untuk mengevaluasi kembali strategi pengembangan jaringan dan mitigasi risiko. Diversifikasi rute kabel laut, peningkatan kapasitas backup, dan pengembangan teknologi alternatif seperti satelit menjadi beberapa opsi yang perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan ketahanan jaringan telekomunikasi di Indonesia.

Komdigi berharap masyarakat dapat memahami situasi yang terjadi dan memberikan dukungan kepada pemerintah dan Telkom Group dalam upaya pemulihan layanan telekomunikasi di Papua. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan memastikan semua warga negara Indonesia dapat menikmati akses internet yang berkualitas dan terjangkau.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :