Israel Serang Suriah, Seorang Pemuda Tewas

  • Maskobus
  • Aug 26, 2025

Serangan Israel di wilayah selatan Suriah pada hari Selasa, 26 Agustus, dilaporkan telah merenggut nyawa seorang pemuda. Media pemerintah Suriah mengumumkan kejadian ini, yang kemudian disusul dengan kecaman keras dari Damaskus. Pemerintah Suriah mengecam tindakan Israel tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara mereka.

Menurut laporan dari kantor berita AFP, Israel telah berulang kali melancarkan serangan ke wilayah Suriah sejak konflik internal di negara tersebut memanas, terutama setelah aliansi yang dipimpin oleh kelompok-kelompok Islamis berusaha menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Serangan-serangan ini seringkali menyasar target-target yang diduga terkait dengan kelompok-kelompok militan yang didukung oleh Iran, yang merupakan sekutu utama pemerintah Suriah. Israel berpendapat bahwa serangan-serangan tersebut diperlukan untuk mencegah transfer senjata kepada kelompok-kelompok tersebut dan untuk melindungi keamanan nasionalnya.

Selain melancarkan serangan militer, Israel juga dilaporkan telah membuka jalur komunikasi dengan otoritas sementara di Damaskus. Tujuan dari perundingan ini tidak sepenuhnya jelas, tetapi kemungkinan besar berkaitan dengan upaya untuk meredakan ketegangan di wilayah perbatasan dan untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. Namun, perundingan ini juga menuai kritik dari beberapa pihak, yang berpendapat bahwa Israel tidak seharusnya bernegosiasi dengan rezim yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang berat.

Kantor Berita SANA melaporkan bahwa pemuda yang tewas dalam serangan terbaru tersebut berada di sebuah rumah di Desa Taranja. Desa ini terletak di dekat garis gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan, wilayah yang diduduki oleh Israel sejak tahun 1967. Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah strategis yang penting bagi Israel karena memberikan keuntungan militer dan akses ke sumber air. Suriah terus menuntut agar Israel mengembalikan wilayah tersebut, tetapi Israel menolak untuk melakukannya, dengan alasan masalah keamanan.

Israel Serang Suriah, Seorang Pemuda Tewas

Kementerian Luar Negeri Suriah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras serangan Israel tersebut. Mereka juga mengecam serangan Israel lainnya di pedesaan Quneitra, yang terletak di dekat Dataran Tinggi Golan. Kementerian tersebut menyatakan bahwa "praktik-praktik agresif ini merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan resolusi Dewan Keamanan yang relevan, serta merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut." Pemerintah Suriah juga meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas untuk menghentikan agresi Israel dan untuk menegakkan hukum internasional.

Kecaman terhadap serangan Israel juga datang dari negara-negara lain di kawasan tersebut. Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan bahwa serangan Israel tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan Suriah dan hukum internasional. Saudi Arabia, yang merupakan rival regional Iran, telah lama mendukung kelompok-kelompok oposisi Suriah yang berusaha menggulingkan Presiden Assad. Namun, Saudi Arabia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas di kawasan tersebut dan menyelesaikan konflik melalui cara-cara damai.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar menyerukan komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas terhadap Israel dan memaksanya untuk menghentikan serangan berulang kali terhadap wilayah Suriah. Qatar, yang juga merupakan kritikus keras rezim Assad, telah memberikan dukungan finansial dan politik kepada kelompok-kelompok oposisi Suriah. Qatar juga menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam konflik Suriah menghormati hukum internasional dan melindungi warga sipil.

Sejak konflik Suriah pecah pada tahun 2011, Israel telah melakukan ratusan serangan udara dan serangan lainnya di Suriah. Israel jarang mengakui secara terbuka serangan-serangan ini, tetapi para pejabat Israel telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan Iran untuk membangun pijakan militer permanen di Suriah. Israel juga khawatir bahwa Iran akan menggunakan Suriah sebagai basis untuk melancarkan serangan terhadap Israel.

Selain melakukan serangan militer, Israel juga menduduki sebagian besar zona demiliterisasi yang dipatroli oleh PBB di sisi garis gencatan senjata yang sebelumnya dikuasai Suriah, termasuk puncak Gunung Hermon, puncak tertinggi di kawasan tersebut. Pendudukan ini telah memicu protes dari Suriah dan negara-negara lain, yang menuduh Israel melanggar hukum internasional dan merusak stabilitas di kawasan tersebut.

Konflik Suriah telah menjadi perang saudara yang kompleks dan brutal, yang melibatkan berbagai aktor regional dan internasional. Konflik ini telah menyebabkan ratusan ribu orang tewas dan jutaan orang mengungsi. Upaya untuk menyelesaikan konflik melalui cara-cara damai telah berulang kali gagal, dan situasi di Suriah tetap sangat tidak stabil.

Serangan terbaru Israel di Suriah semakin meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut dan mengancam untuk memicu konflik yang lebih luas. Komunitas internasional perlu mengambil tindakan tegas untuk meredakan ketegangan dan untuk mendorong semua pihak yang terlibat untuk kembali ke meja perundingan. Hanya melalui dialog dan diplomasi, perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan dapat dicapai di Suriah dan di seluruh kawasan Timur Tengah.

Penting untuk dicatat bahwa informasi mengenai konflik Suriah seringkali sulit diverifikasi secara independen. Berbagai pihak yang terlibat dalam konflik memiliki kepentingan untuk mempromosikan narasi mereka sendiri, dan sulit untuk mengetahui kebenaran pasti dari apa yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, penting untuk membaca berita tentang konflik Suriah dengan hati-hati dan untuk mempertimbangkan berbagai sumber informasi.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa konflik Suriah adalah tragedi kemanusiaan yang sangat besar. Jutaan orang telah menderita akibat konflik ini, dan banyak orang telah kehilangan rumah, keluarga, dan mata pencaharian mereka. Komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban konflik dan untuk bekerja menuju solusi politik yang akan mengakhiri penderitaan mereka.

Situasi di Suriah sangat kompleks dan dinamis. Perkembangan baru terjadi setiap hari, dan sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa konflik Suriah akan terus menjadi sumber ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan tersebut untuk beberapa waktu mendatang. Komunitas internasional perlu tetap terlibat dalam upaya untuk menyelesaikan konflik ini dan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :