Karya Finalis Kontes Foto Satwa Liar yang Bikin Kagum dan Terenyuh

  • Maskobus
  • Aug 30, 2025

Kontes Wildlife Photographer of the Year (WPY) selalu menghadirkan karya-karya fotografi satwa liar yang luar biasa, memukau, dan tak jarang, menyentuh hati. Edisi tahun 2025 ini pun tidak terkecuali. Deretan foto finalis yang telah diumumkan menampilkan keindahan alam yang menakjubkan, perilaku hewan yang unik, serta isu-isu konservasi yang mendesak. Masing-masing foto bercerita, membawa kita lebih dekat dengan dunia satwa liar dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melindungi mereka. Berikut adalah beberapa karya finalis yang berhasil mencuri perhatian dan membangkitkan emosi:

1. "Fragile River Life" oleh Isaac Szabo (Amerika Serikat)

Foto ini memenangkan tempat di kategori Wetlands: The Bigger Picture dan memperlihatkan keindahan sekaligus kerapuhan ekosistem sungai di Florida. Dalam bidikan Isaac Szabo, seekor ikan gar hidung panjang menjadi pusat perhatian, dikelilingi oleh ikan gar jantan yang tengah bersemangat di musim kawin. Air sungai yang tenang memantulkan cahaya matahari, menciptakan suasana dramatis. Namun, di balik keindahan ini, tersimpan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian habitat sungai yang terancam oleh polusi dan perubahan iklim. Keberadaan ikan gar, sebagai predator puncak, menunjukkan kesehatan ekosistem. Namun, perubahan lingkungan dapat dengan mudah mengganggu keseimbangan ini, mengancam keberlangsungan hidup spesies ini dan makhluk hidup lainnya yang bergantung pada sungai. Foto ini mengajak kita untuk merenungkan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem air tawar dan mendorong tindakan nyata untuk melindunginya.

2. "Rutting Call" oleh Jamie Smart (Inggris)

Jamie Smart, seorang fotografer muda berbakat, berhasil mengabadikan momen dramatis dalam dunia rusa merah. Fotonya, "Rutting Call," memenangkan tempat di kategori 10 Years and Under, sebuah bukti bahwa bakat tidak mengenal usia. Dalam foto tersebut, seekor rusa jantan merah tertangkap kamera sedang mengaum dengan keras saat musim kawin di Bradgate Park, Inggris. Ekspresi wajah rusa yang penuh semangat, serta uap napas yang terlihat jelas di udara dingin, menciptakan kesan kuat. Foto ini tidak hanya menunjukkan keindahan rusa merah, tetapi juga menggambarkan persaingan dan perjuangan untuk bertahan hidup di alam liar. Musim kawin adalah waktu yang krusial bagi rusa jantan untuk membuktikan kekuatan dan menarik perhatian betina. Auman keras adalah salah satu cara mereka untuk menantang rival dan memamerkan dominasi.

Karya Finalis Kontes Foto Satwa Liar yang Bikin Kagum dan Terenyuh

3. "Wake-up Call" oleh Gabriella Comi (Italia)

Pertemuan tak terduga antara singa dan ular kobra menjadi subjek foto "Wake-up Call" karya Gabriella Comi. Foto ini, yang masuk dalam kategori Behaviour: Mammals, menangkap momen menegangkan di Taman Nasional Serengeti, Tanzania. Singa, yang dikenal sebagai raja hutan, tampaknya terkejut dengan kehadiran ular kobra yang tiba-tiba muncul. Ular kobra, dengan posisi siap menyerang, menunjukkan bahwa ia tidak akan menyerah tanpa perlawanan. Foto ini adalah pengingat bahwa bahkan predator terkuat pun dapat menghadapi tantangan di alam liar. Interaksi antara kedua hewan ini menunjukkan kompleksitas ekosistem Serengeti dan pentingnya setiap spesies dalam menjaga keseimbangan alam. Foto ini juga dapat diartikan sebagai metafora tentang tantangan yang dihadapi satwa liar dalam menghadapi perubahan lingkungan dan persaingan sumber daya.

4. "No Place Like Home" oleh Emmanuel Tardy (Prancis)

Kukang, primata kecil yang menggemaskan, menjadi subjek foto yang menyentuh hati karya Emmanuel Tardy. "No Place Like Home," yang masuk dalam kategori Urban Wildlife, menunjukkan seekor kukang di Kosta Rika yang memeluk erat tiang pagar kawat berduri. Pagar kawat berduri, simbol perbatasan dan pembatas, menjadi kontras yang menyedihkan dengan ekspresi wajah kukang yang tampak ketakutan dan kebingungan. Foto ini adalah representasi visual dari hilangnya habitat alami akibat urbanisasi dan ekspansi pertanian. Kukang, yang kehilangan tempat tinggalnya, terpaksa mencari perlindungan di lingkungan yang tidak bersahabat. Foto ini adalah seruan untuk lebih memperhatikan dampak pembangunan terhadap satwa liar dan mencari solusi yang berkelanjutan untuk melindungi habitat mereka.

5. "Ice Edge Journey" oleh Bertie Gregory (Inggris)

Keindahan dan kerasnya kehidupan di Antartika terpancar dalam foto "Ice Edge Journey" karya Bertie Gregory. Foto ini, yang memenangkan tempat di kategori Animals in their Environment, menunjukkan koloni anak penguin kaisar yang berjalan di sepanjang tepian lapisan es Antartika. Anak-anak penguin ini, yang masih ragu-ragu, mengumpulkan keberanian untuk terjun ke laut dari ketinggian 15 meter demi mencari makan. Foto ini adalah gambaran tentang perjuangan untuk bertahan hidup di lingkungan yang ekstrem. Anak-anak penguin harus mengatasi rasa takut dan bahaya untuk mencari makanan dan tumbuh dewasa. Lapisan es yang rapuh juga menjadi ancaman, karena perubahan iklim menyebabkan es mencair dengan cepat, mengurangi habitat mereka dan mempersulit mereka untuk mencari makan.

6. "Essence of Kamchatka" oleh Kesshav Vikram (India)

Kesshav Vikram, seorang fotografer muda dari India, berhasil mengabadikan keindahan lanskap Kamchatka yang liar dan mempesona. Fotonya, "Essence of Kamchatka," memenangkan tempat di kategori 11-14 Years dan menunjukkan seekor beruang coklat yang berjalan di pinggir Danau Kurile, Rusia. Latar belakang gunung api Iliinsky yang sebagian tertutup awan menambah kesan dramatis. Foto ini adalah kombinasi sempurna antara keindahan alam dan kehadiran satwa liar yang ikonik. Beruang coklat, sebagai simbol kekuatan dan ketahanan, mencerminkan semangat alam Kamchatka yang liar dan tak tersentuh. Foto ini mengajak kita untuk menghargai keindahan alam yang masih tersisa di dunia dan mendukung upaya konservasi untuk melindunginya.

7. "Single Family Portrait" oleh Kutub Uddin (Bangladesh/Inggris)

Keindahan tersembunyi di dunia mikro terungkap dalam foto "Single Family Portrait" karya Kutub Uddin. Foto ini, yang masuk dalam kategori Natural Artistry, memperlihatkan sederet jamur lendir mirip alien yang muncul di pohon tumbang di Slindon Wood, Inggris. Jamur lendir, yang sering diabaikan, ternyata memiliki keindahan yang unik dan mempesona jika dilihat dari dekat. Foto ini adalah pengingat bahwa keindahan dapat ditemukan di tempat-tempat yang tidak terduga. Foto ini juga mengajak kita untuk lebih memperhatikan keanekaragaman hayati di sekitar kita dan menghargai peran penting yang dimainkan oleh setiap organisme dalam ekosistem.

8. "Toxic Tip" oleh Lakshitha Karunarathna (Sri Lanka)

Realitas pahit tentang dampak limbah terhadap satwa liar terungkap dalam foto "Toxic Tip" karya Lakshitha Karunarathna. Foto ini, yang memenangkan tempat di kategori Photojournalism, mengungkap perjalanan seekor gajah yang sedang berjalan di tempat pembuangan limbah di Sri Lanka. Gajah, yang seharusnya hidup di habitat alami yang luas, terpaksa mencari makan di antara tumpukan sampah yang berbahaya. Foto ini adalah representasi visual dari konflik antara manusia dan satwa liar akibat hilangnya habitat dan polusi. Gajah seringkali menjadi korban perburuan dan konflik dengan manusia karena mereka merusak tanaman dan mencari makan di lahan pertanian. Foto ini adalah seruan untuk mengatasi masalah limbah dan mencari solusi yang berkelanjutan untuk melindungi gajah dan satwa liar lainnya.

9. "A Tale of Two Coyotes" oleh Parham Pourahmad (Amerika Serikat)

Momen intim antara dua anjing hutan diabadikan dalam foto "A Tale of Two Coyotes" karya Parham Pourahmad. Foto ini, yang memenangkan tempat di kategori 11-14 Years, memperlihatkan anjing hutan jantan yang matanya terlihat dibingkai dengan sempurna oleh ekor dari anjing hutan betina. Foto ini adalah gambaran tentang cinta dan keintiman di alam liar. Anjing hutan, yang sering dianggap sebagai hewan buas, ternyata juga memiliki sisi lembut dan penyayang. Foto ini mengajak kita untuk melihat satwa liar dengan cara yang berbeda dan menghargai kompleksitas perilaku mereka.

10. "Jelly Smack Summer" oleh Ralph Pace (Amerika Serikat)

Keindahan dunia bawah laut terpancar dalam foto "Jelly Smack Summer" karya Ralph Pace. Foto ini memperlihatkan kumpulan ubur-ubur di perairan Monterey Bay, Amerika Serikat. Ubur-ubur, dengan tubuhnya yang transparan dan gerakan yang anggun, menciptakan pemandangan yang memukau. Foto ini adalah pengingat tentang keanekaragaman hayati yang luar biasa di lautan dan pentingnya menjaga kelestariannya. Lautan menghadapi berbagai ancaman, termasuk polusi, perubahan iklim, dan penangkapan ikan berlebihan. Foto ini adalah seruan untuk melindungi ekosistem laut dan memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati keindahannya.

11. "Pink Pose" oleh Leana Kuster (Swiss)

Leana Kuster, seorang fotografer muda dari Swiss, berhasil menangkap momen lucu dan menggemaskan dari seekor flamingo. Fotonya, "Pink Pose," yang memenangkan tempat di kategori 15-17 Years, menunjukkan seekor flamingo di Pont de Gau, Prancis dengan paruh berwarna merah muda yang sedang menggaruk kepalanya menggunakan salah satu kakinya yang panjang. Foto ini adalah contoh bahwa satwa liar juga memiliki sisi jenaka dan menghibur. Foto ini mengajak kita untuk menikmati keindahan alam dan menemukan kebahagiaan dalam momen-momen sederhana.

12. "Nature Reclaims Its Space" oleh Sitaram Raul (India)

Kekuatan alam untuk merebut kembali ruang yang hilang terungkap dalam foto "Nature Reclaims Its Space" karya Sitaram Raul. Foto ini memperlihatkan kumpulan kelelawar yang meninggalkan sarangnya di reruntuhan monumen bersejarah di Banda, India. Kelelawar, yang sering dikaitkan dengan kegelapan dan misteri, ternyata memiliki peran penting dalam ekosistem. Mereka membantu mengendalikan populasi serangga dan menyebarkan biji-bijian. Foto ini adalah pengingat bahwa alam akan selalu menemukan cara untuk bertahan hidup, bahkan di tengah-tengah peradaban manusia.

13. "Deadly Lessons" oleh Marina Cano (Spanyol)

Proses pembelajaran yang keras di alam liar terekam dalam foto "Deadly Lessons" karya Marina Cano. Foto ini, yang masuk dalam kategori Behaviour: Mammals, memperlihatkan tiga ekor cheetah muda yang menangkap seekor dik-dik saat sedang latihan berburu di Taman Nasional Samburu, Kenya. Foto ini adalah gambaran tentang perjuangan untuk bertahan hidup dan pentingnya keterampilan berburu bagi cheetah muda. Ibu cheetah memainkan peran penting dalam melatih anak-anaknya, memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mencari makan dan menghindari bahaya.

14. "Special Delivery" oleh Bidyut Kalita (India)

Dedikasi seorang ibu untuk memberi makan anak-anaknya terekam dalam foto "Special Delivery" karya Bidyut Kalita. Foto ini, yang masuk dalam kategori Behaviour: Invertebrates, memperlihatkan seekor tawon yang sedang terbang membawa pulang seekor ulat untuk memberi makan anak-anaknya. Foto ini adalah pengingat bahwa kasih sayang dan pengorbanan tidak hanya ada di dunia manusia, tetapi juga di dunia serangga. Tawon, yang sering dianggap sebagai serangga yang mengganggu, ternyata memiliki peran penting dalam ekosistem. Mereka membantu mengendalikan populasi serangga dan menyebarkan serbuk sari.

Karya-karya finalis Wildlife Photographer of the Year 2025 ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga membangkitkan emosi dan kesadaran. Melalui lensa para fotografer berbakat, kita diajak untuk melihat keindahan alam yang menakjubkan, memahami perilaku hewan yang unik, dan merenungkan isu-isu konservasi yang mendesak. Semoga foto-foto ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih mencintai dan melindungi satwa liar dan habitatnya.

đź’¬ Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :