Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dampak kesehatan dari aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sebagai bagian dari upaya komprehensif untuk melindungi kesehatan publik, Kemenkes mengaktifkan Public Safety Center (PSC) 119 dan menunjuk sejumlah rumah sakit rujukan, termasuk RS Fatmawati, untuk memberikan penanganan medis segera bagi para korban aksi demo. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap potensi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan darurat selama demonstrasi berlangsung.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa Kemenkes telah mengerahkan puluhan tenaga kesehatan, ambulans, dan pos siaga di berbagai titik strategis di Jakarta. Koordinasi intensif dilakukan dengan Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) untuk memastikan respons cepat dan efektif terhadap setiap insiden kesehatan yang mungkin terjadi.
"Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat, termasuk para peserta aksi unjuk rasa dan masyarakat yang terdampak," ujar Aji Muhawarman. "Kami telah menyiagakan PSC 119 dan RS rujukan untuk memastikan akses layanan darurat yang cepat dan efisien bagi siapa pun yang membutuhkan."
PSC 119 merupakan layanan darurat medis yang dapat diakses oleh masyarakat melalui panggilan telepon ke nomor 119. Layanan ini menyediakan bantuan medis pra-rumah sakit, termasuk konsultasi medis, ambulans, dan koordinasi dengan rumah sakit terdekat. Dengan mengaktifkan PSC 119, Kemenkes berupaya untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan darurat selama aksi unjuk rasa berlangsung.
Selain mengaktifkan PSC 119, Kemenkes juga telah menunjuk sejumlah rumah sakit rujukan untuk menangani kasus-kasus yang lebih kompleks dan membutuhkan perawatan intensif. Rumah sakit rujukan ini dilengkapi dengan fasilitas medis yang memadai dan tenaga medis yang terlatih untuk menangani berbagai jenis cedera dan kondisi medis darurat. RS Fatmawati menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama yang disiagakan oleh Kemenkes.
Kesiapsiagaan Kemenkes tidak hanya terbatas pada penyediaan layanan medis darurat. Kemenkes juga telah melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan aksi unjuk rasa. Kemenkes mengimbau kepada para peserta aksi unjuk rasa untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri, serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
"Kami mengimbau kepada para peserta aksi unjuk rasa untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri," kata Aji Muhawarman. "Pastikan untuk membawa air minum yang cukup, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan penyakit."
Kemenkes juga bekerja sama dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama aksi unjuk rasa berlangsung. Koordinasi yang baik antar instansi diharapkan dapat meminimalkan potensi risiko kesehatan dan memastikan kelancaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan, Kemenkes telah menyiagakan 21 unit ambulans advance, satu pos kesehatan, dan satu tim reaksi cepat (TRC) di berbagai lokasi strategis di Jakarta. Ambulans advance dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih dan tenaga medis yang terlatih untuk memberikan pertolongan pertama dan transportasi medis yang aman dan efisien. Pos kesehatan menyediakan layanan medis dasar, seperti pemeriksaan kesehatan, pertolongan pertama, dan konsultasi medis. Tim reaksi cepat (TRC) bertugas untuk merespons dengan cepat setiap insiden kesehatan yang terjadi di lapangan.
Titik standby ambulans, pos kesehatan, dan TRC tersebar di lokasi-lokasi rawan kerumunan, seperti depan Hotel Arya Duta, kawasan Senen, Pasar Jaya, Manggala Wanabakti, sekitar Gedung DPR/MPR, Slipi, Tugu Tani, SCBD, dan RSPAD Gatot Soebroto. Penempatan tenaga kesehatan dan fasilitas medis di lokasi-lokasi strategis ini bertujuan untuk memastikan respons cepat dan efektif terhadap setiap insiden kesehatan yang mungkin terjadi.
Selain itu, sejumlah puskesmas di Jakarta juga ikut dikerahkan untuk mendukung upaya kesiapsiagaan Kemenkes. Puskesmas Cempaka Putih, Duren Sawit, Grogol Petamburan, Jatinegara, Kramat Jati, Mampang Prapatan, Senen, dan RSUD Kemayoran turut serta dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Keterlibatan puskesmas dalam upaya kesiapsiagaan ini menunjukkan komitmen Kemenkes untuk melibatkan seluruh fasilitas kesehatan yang ada dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Selama aksi unjuk rasa berlangsung, PK3D mencatat bahwa 61 orang telah mendapatkan penanganan medis, baik di lokasi maupun melalui rujukan ke rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 10 orang di antaranya harus dirujuk atau mendatangi rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Data ini menunjukkan bahwa upaya kesiapsiagaan Kemenkes telah memberikan dampak positif dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak aksi unjuk rasa.
Kemenkes menegaskan bahwa langkah-langkah kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari komitmen untuk melindungi kesehatan publik dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat. Kemenkes akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat selama aksi unjuk rasa berlangsung.
Selain itu, Kemenkes juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta menghindari lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan diri, serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Dengan kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak, diharapkan aksi unjuk rasa dapat berjalan dengan aman dan tertib, serta tidak menimbulkan dampak kesehatan yang signifikan bagi masyarakat.
Kemenkes juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Masyarakat dapat membantu dengan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada pihak berwenang, serta memberikan pertolongan pertama kepada korban yang membutuhkan. Dengan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, diharapkan upaya kesiapsiagaan Kemenkes dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien.
Sebagai penutup, Kemenkes menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, petugas ambulans, dan relawan yang telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama aksi unjuk rasa berlangsung. Dedikasi dan pengorbanan mereka sangat berarti dalam melindungi kesehatan publik dan memastikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat. Kemenkes juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya yang telah bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi unjuk rasa berlangsung. Sinergi dan koordinasi yang baik antar instansi merupakan kunci keberhasilan dalam melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat.