Koster Titip Pesan ke Kapolda Bali soal Aksi Depan Mapolda

  • Maskobus
  • Aug 30, 2025

Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan pesan penting kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, terkait aksi demonstrasi yang digelar di depan Markas Polda (Mapolda) Bali. Pesan tersebut berisi harapan agar jajaran kepolisian dapat mengelola massa aksi dengan baik, menghindari potensi ketegangan baru, serta membuka ruang dialog yang konstruktif. Aksi demonstrasi ini sendiri merupakan respons dari masyarakat Bali, khususnya aliansi yang menamakan diri "Bali Tidak Diam," terhadap berbagai isu yang berkembang, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Pesan Koster ini disampaikan di sela-sela Apel Gelar Persiapan Patroli Imigrasi di wilayah Provinsi Bali, yang berlangsung di Lapangan Makodam IX Udayana pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025. Kehadiran Koster dalam apel tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan penegakan hukum yang berkeadilan.

"Kami berharap agar Bapak Kapolda beserta jajaran bisa mengelola dengan baik masyarakat yang menyampaikan aspirasi," ujar Koster dengan nada penuh harap. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan dialogis dalam menghadapi aksi demonstrasi. "Jangan sampai menimbulkan persoalan ketegangan baru agar diterima dengan baik, didengarkan dan dibahas. Sehingga semua mendapat tempat dan ruang untuk membangun Bali secara bersama-sama ke depan," lanjutnya.

Koster juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasinya melalui aksi demonstrasi. Ia mengakui bahwa menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Namun, ia juga mengingatkan agar aksi demonstrasi dilakukan dengan tertib dan damai, serta tetap menjaga kondusivitas Bali sebagai daerah tujuan wisata yang aman dan nyaman.

"Tentu saya sangat mengapresiasi ada masyarakat yang menyampaikan aspirasinya di Bali," kata Koster. "Baik yang terjadi juga di daerah lain, maupun juga dalam skala nasional yang kita lihat beberapa fenomena belakangan ini, sebagai satu aspirasi itu adalah merupakan hak dari masyarakat," imbuhnya.

Koster Titip Pesan ke Kapolda Bali soal Aksi Depan Mapolda

Aksi demonstrasi di depan Mapolda Bali ini disinyalir merupakan bentuk solidaritas terhadap Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aparat membubarkan massa demonstrasi pada tanggal 28 Agustus malam. Tragedi ini memicu kemarahan dan kesedihan di kalangan komunitas ojol dan masyarakat luas. Ironisnya, Affan Kurniawan bukanlah bagian dari demonstrasi tersebut. Saat kejadian, ia sedang menjalankan tugas mengantarkan pesanan makanan.

Kejadian tragis ini menjadi sorotan utama dalam aksi demonstrasi tersebut. Massa aksi menuntut keadilan bagi Affan Kurniawan dan meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Mereka juga menyerukan evaluasi terhadap prosedur penanganan demonstrasi oleh aparat kepolisian, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejumlah personel kepolisian telah disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi demonstrasi di depan Mapolda Bali. Aparat kepolisian berupaya untuk menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya tindakan anarkis. Namun, mereka juga dituntut untuk bertindak profesional dan proporsional, serta menghindari penggunaan kekerasan yang berlebihan.

Pesan yang disampaikan oleh Gubernur Koster kepada Kapolda Bali mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan ketertiban umum. Pemerintah daerah menyadari pentingnya ruang dialog yang terbuka antara pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat sipil. Dialog ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Bali.

Selain itu, pesan Koster juga mengandung harapan agar aparat kepolisian dapat bertindak sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Polisi diharapkan dapat membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memicu konflik dan ketegangan. Pendekatan yang humanis dan dialogis diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Aksi demonstrasi di depan Mapolda Bali ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat Bali untuk merefleksikan diri dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi. Pemerintah daerah, aparat kepolisian, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Bali diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan Bali yang lebih baik, aman, nyaman, dan sejahtera.

Penting untuk dicatat bahwa peristiwa ini terjadi di tengah dinamika sosial dan politik yang kompleks. Berbagai isu, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global, turut mempengaruhi suasana di Bali. Oleh karena itu, pendekatan yang komprehensif dan holistik diperlukan untuk memahami akar permasalahan dan mencari solusi yang tepat.

Pemerintah daerah perlu terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengurangi kesenjangan sosial, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak. Aparat kepolisian perlu meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas, serta membangun kepercayaan masyarakat. Tokoh masyarakat perlu berperan aktif dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kerukunan.

Seluruh warga Bali perlu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya Bali, seperti gotong royong, toleransi, dan harmoni. Dengan semangat persatuan dan kesatuan, Bali dapat mengatasi berbagai tantangan dan meraih kemajuan yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, peran media massa juga sangat penting. Media massa diharapkan dapat menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Media massa juga dapat menjadi sarana untuk mempromosikan dialog dan pemahaman yang lebih baik antara berbagai kelompok masyarakat.

Pemerintah daerah, aparat kepolisian, tokoh masyarakat, media massa, dan seluruh warga Bali memiliki peran masing-masing dalam menjaga kondusivitas dan membangun Bali yang lebih baik. Dengan kerja sama dan sinergi yang baik, Bali dapat terus menjadi daerah yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya menghormati hak asasi manusia, menghindari kekerasan, dan mengutamakan dialog dalam menyelesaikan masalah. Semoga kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Pemerintah daerah dan aparat kepolisian perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penanganan demonstrasi. Prosedur tersebut perlu disesuaikan dengan standar hak asasi manusia dan prinsip-prinsip penegakan hukum yang berkeadilan. Aparat kepolisian juga perlu dilatih secara intensif tentang cara-cara menangani demonstrasi dengan damai dan profesional.

Selain itu, pemerintah daerah perlu meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, khususnya dengan kelompok-kelompok yang rentan terhadap konflik. Pemerintah daerah perlu mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Dengan demikian, potensi terjadinya demonstrasi dapat diminimalkan.

Pesan yang disampaikan oleh Gubernur Koster kepada Kapolda Bali merupakan langkah positif dalam menjaga kondusivitas dan membangun Bali yang lebih baik. Semoga pesan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik oleh seluruh jajaran kepolisian dan dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Aksi demonstrasi di depan Mapolda Bali menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Bali untuk bersatu dan bekerja sama dalam mewujudkan Bali yang lebih baik. Dengan semangat gotong royong dan harmoni, Bali dapat mengatasi berbagai tantangan dan meraih kemajuan yang berkelanjutan.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :