Lebih 200.000 Orang Ingin CEO Roblox Dipecat, Ini Alasannya

  • Maskobus
  • Aug 25, 2025

Gelombang protes dan kekecewaan terhadap platform game online populer, Roblox, semakin membesar. Lebih dari 200.000 orang telah menandatangani petisi daring yang menyerukan pemecatan CEO Roblox Corporation, David Baszucki. Petisi tersebut, yang beredar luas di situs Change.org, menyoroti kekhawatiran mendalam terkait keselamatan anak-anak di dalam platform Roblox dan kegagalan perusahaan dalam menanggapi ancaman predator online serta konten berbahaya.

Petisi yang berjudul "Remove David Baszucki" ini secara tegas menyatakan bahwa Roblox telah gagal bertindak secara efektif dan tepat waktu dalam melindungi penggunanya yang mayoritas adalah anak-anak dan remaja dari berbagai risiko eksploitasi dan paparan konten yang tidak pantas. Para penandatangan petisi menuduh bahwa alih-alih memberantas predator dan konten berbahaya, Roblox justru terkesan membiarkan masalah ini merajalela, mengorbankan keselamatan anak-anak demi pertumbuhan pengguna, pendapatan, dan keuntungan perusahaan.

"Anak-anak dieksploitasi dan terpapar konten berbahaya, sementara pemimpin eksekutif Roblox menutup mata. Jika tidak ada perubahan, pola kelalaian ini akan terus berlanjut, dan lebih banyak anak akan terluka. Ini bukan hanya tentang kepemimpinan yang buruk. Ini tentang keselamatan anak," demikian bunyi pernyataan yang tertulis dalam petisi tersebut. Kata-kata ini mencerminkan kemarahan dan frustrasi yang meluas di kalangan orang tua, pendidik, dan aktivis perlindungan anak yang khawatir tentang potensi bahaya yang mengintai di dalam platform Roblox.

Pada saat artikel ini ditulis, jumlah penandatangan petisi telah mencapai angka yang signifikan, yaitu 231.985 orang. Angka ini terus bertambah dari waktu ke waktu, menunjukkan bahwa isu ini semakin mendapatkan perhatian publik dan memicu perdebatan yang lebih luas tentang tanggung jawab platform media sosial dan game online dalam melindungi penggunanya dari eksploitasi dan konten berbahaya.

Tekanan publik yang meningkat ini tampaknya telah mendorong Roblox untuk mengambil tindakan. Pada tanggal 15 Agustus 2025, perusahaan mengumumkan serangkaian perubahan kebijakan dan fitur baru yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna dan membatasi paparan terhadap konten yang tidak pantas. Perubahan ini diumumkan tidak lama setelah Jaksa Agung Louisiana, Liz Murrill, mengajukan gugatan hukum terhadap Roblox, menuduh bahwa platform tersebut dipenuhi dengan konten berbahaya dan predator anak.

Lebih 200.000 Orang Ingin CEO Roblox Dipecat, Ini Alasannya

Dalam gugatannya, Murrill menyatakan bahwa "Karena kurangnya protokol keamanan Roblox, hal ini membahayakan keselamatan anak-anak di Louisiana. Roblox dipenuhi konten berbahaya dan predator anak karena mengutamakan pertumbuhan pengguna, pendapatan, dan keuntungan daripada keselamatan anak." Pernyataan ini sejalan dengan tuduhan yang diajukan dalam petisi daring dan mencerminkan kekhawatiran yang sama tentang prioritas Roblox.

Menanggapi gugatan hukum dan tekanan publik yang meningkat, Roblox mengeluarkan pernyataan yang membantah tuduhan bahwa perusahaan sengaja menempatkan penggunanya pada risiko eksploitasi. Roblox menegaskan bahwa keselamatan pengguna adalah prioritas utama mereka dan bahwa perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan di dalam platform mereka.

Sebagai bagian dari upaya ini, Roblox telah memperbarui kebijakannya dan meluncurkan fitur baru yang bertujuan untuk membatasi konten dewasa di dalam game dan meningkatkan transparansi tentang jenis konten yang ditawarkan dalam setiap mode permainan. Salah satu perubahan utama adalah persyaratan bagi para kreator yang ingin membuat mode permainan baru di platform Roblox untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang gameplay yang ditawarkan. Informasi ini akan digunakan oleh Roblox untuk merekomendasikan pengalaman yang sesuai dengan kelompok usia dan kebijakan konten regional masing-masing pengguna.

Jika suatu mode permainan tidak memberikan informasi yang jelas tentang konten yang disuguhkan, Roblox akan membatasi pemain yang bisa menikmatinya. Gamer di bawah usia 13 tahun tidak akan bisa memainkan mode permainan tersebut. Langkah ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari paparan konten yang tidak pantas dan memastikan bahwa mereka hanya mengakses pengalaman yang sesuai dengan usia mereka.

Selain itu, Roblox juga telah meluncurkan fitur baru yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi adegan yang melanggar kebijakan perusahaan. Jika teknologi ini mendeteksi server dengan jumlah pelanggaran yang tinggi, sistem akan secara otomatis menonaktifkannya. Tim Roblox kemudian akan bekerja sama dengan pengembang untuk melihat apakah penyesuaian dapat dilakukan untuk mencegah perilaku tersebut di masa mendatang.

Langkah-langkah ini merupakan upaya Roblox untuk mengatasi kekhawatiran tentang keselamatan pengguna dan konten berbahaya di dalam platform mereka. Namun, masih ada pertanyaan tentang apakah perubahan ini akan cukup untuk mengatasi masalah yang mendalam dan sistemik yang telah lama menjadi perhatian para kritikus.

Banyak pihak yang skeptis tentang efektivitas perubahan kebijakan dan fitur baru Roblox. Mereka berpendapat bahwa perusahaan perlu melakukan lebih banyak hal untuk mengatasi masalah predator online dan konten berbahaya, termasuk meningkatkan moderasi konten, memperketat kontrol usia, dan bekerja sama dengan penegak hukum untuk menangkap dan menghukum pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak.

Selain itu, beberapa kritikus berpendapat bahwa masalah keselamatan di Roblox adalah gejala dari masalah yang lebih besar, yaitu kurangnya regulasi dan pengawasan terhadap platform media sosial dan game online. Mereka menyerukan kepada pemerintah dan badan pengatur untuk mengambil tindakan yang lebih tegas untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi dan konten berbahaya di dunia maya.

Petisi daring yang menyerukan pemecatan CEO Roblox, David Baszucki, merupakan cerminan dari kekecewaan dan kemarahan yang meluas di kalangan orang tua, pendidik, dan aktivis perlindungan anak tentang kegagalan Roblox dalam melindungi penggunanya dari eksploitasi dan konten berbahaya. Meskipun Roblox telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kekhawatiran ini, masih ada pertanyaan tentang apakah perubahan ini akan cukup untuk mengatasi masalah yang mendalam dan sistemik.

Perdebatan tentang keselamatan anak di platform Roblox menyoroti perlunya tindakan yang lebih tegas dari perusahaan media sosial dan game online, pemerintah, dan badan pengatur untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi dan konten berbahaya di dunia maya. Hanya dengan upaya bersama, kita dapat menciptakan lingkungan online yang lebih aman dan terlindungi bagi generasi muda.

Masa depan David Baszucki sebagai CEO Roblox Corporation masih belum pasti. Tekanan publik yang meningkat dan gugatan hukum yang diajukan oleh Jaksa Agung Louisiana telah menempatkan perusahaan di bawah pengawasan yang ketat. Apakah Baszucki akan mampu mempertahankan posisinya atau tidak, akan tergantung pada kemampuannya untuk meyakinkan para pemangku kepentingan bahwa Roblox berkomitmen untuk melindungi keselamatan penggunanya dan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah yang memadai untuk mengatasi masalah predator online dan konten berbahaya.

Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa perdebatan tentang keselamatan anak di platform Roblox akan terus berlanjut dan akan terus memengaruhi masa depan industri game online dan media sosial secara keseluruhan. Perusahaan-perusahaan ini harus menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang besar untuk melindungi penggunanya, terutama anak-anak, dari eksploitasi dan konten berbahaya. Kegagalan untuk memenuhi tanggung jawab ini dapat memiliki konsekuensi yang serius, baik secara hukum maupun reputasi.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :