Lintasarta, sebagai AI Factory terdepan di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), telah berhasil meluluskan lebih dari 400 AI Engineer berbakat melalui program beasiswa unggulannya, Laskar AI. Para lulusan yang kompeten ini diproyeksikan untuk segera berkontribusi secara signifikan di berbagai sektor, termasuk di Lintasarta sendiri, mitra strategisnya, serta berbagai industri lintas bidang yang semakin mengandalkan teknologi kecerdasan buatan.
Program Laskar AI, sebuah inisiatif strategis yang merupakan bagian integral dari gerakan AI Merdeka, adalah hasil kolaborasi yang kuat antara Lintasarta, Dicoding, dan NVIDIA, tiga kekuatan utama dalam ekosistem teknologi Indonesia. Kemitraan ini menggabungkan keahlian dan sumber daya masing-masing untuk menciptakan program pelatihan AI yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan industri.
President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena, menekankan pentingnya penguasaan teknologi AI sebagai faktor krusial dalam meningkatkan daya saing bangsa di era digital ini. "Lintasarta meyakini bahwa penguasaan teknologi AI akan menjadi pilar penting dalam meningkatkan daya saing bangsa di kancah global. Melalui program Laskar AI, kami berupaya membuka akses pendidikan berkualitas di bidang AI sekaligus menjembatani para talenta terbaik Indonesia menuju peluang kerja nyata yang menjanjikan," ujar Bayu Hanantasena.
Sejak diluncurkan pada November 2024, program Laskar AI telah menarik perhatian yang luar biasa dari berbagai kalangan. Lebih dari 13 ribu pendaftar dari seluruh Indonesia menunjukkan minat yang besar untuk mengembangkan keterampilan di bidang AI. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, sebanyak 657 peserta yang memenuhi kriteria berhasil lolos dan mengikuti pelatihan intensif yang dimulai pada Februari 2025. Peserta program ini terdiri dari beragam latar belakang, termasuk mahasiswa dari berbagai universitas terkemuka, fresh graduate yang bersemangat untuk memulai karir di bidang AI, para profesional yang ingin meningkatkan keterampilan mereka, serta dosen dari ratusan kampus dan institusi pendidikan yang ingin memperdalam pengetahuan mereka tentang AI.
Pelatihan dalam program Laskar AI dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang. Kurikulumnya didasarkan pada pendekatan project-based learning, di mana peserta belajar melalui pengalaman praktis dalam mengerjakan proyek-proyek AI yang relevan dengan tantangan dunia nyata. Metode ini memungkinkan peserta untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep AI dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam situasi praktis.
Selama hampir satu semester, para peserta program Laskar AI menjalani pelatihan intensif yang mencakup berbagai topik penting dalam bidang kecerdasan buatan, termasuk machine learning, deep learning, computer vision, natural language processing, dan data science. Mereka juga belajar tentang alat dan teknologi yang paling banyak digunakan dalam industri AI, seperti TensorFlow, PyTorch, dan scikit-learn. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pelatihan tentang keterampilan penting lainnya, seperti pemecahan masalah, kerja tim, dan komunikasi.
Sebagai puncak dari program pelatihan, para mahasiswa menyelesaikan Capstone Project yang menantang, di mana mereka menerapkan semua pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka pelajari untuk memecahkan masalah nyata menggunakan teknologi AI. Hasilnya sangat mengesankan, dengan lebih dari 100 portofolio AI yang dihasilkan oleh para peserta. Proyek-proyek ini mencakup berbagai aplikasi AI, seperti deteksi objek, pengenalan wajah, analisis sentimen, prediksi pasar, dan banyak lagi.
Kualitas proyek-proyek Capstone yang dihasilkan oleh para peserta Laskar AI sangat tinggi sehingga 13 proyek di antaranya diakui oleh kampus asal peserta sebagai pengganti skripsi. Hal ini menunjukkan bahwa program Laskar AI telah berhasil memberikan pelatihan yang relevan dan berkualitas tinggi yang memenuhi standar akademik.
Keberhasilan program Laskar AI tidak hanya terletak pada kurikulum yang komprehensif dan metode pembelajaran yang efektif, tetapi juga pada dukungan yang kuat dari para mentor dan instruktur yang berpengalaman. Para mentor dan instruktur ini adalah para ahli di bidang AI yang berasal dari Lintasarta, Dicoding, NVIDIA, dan berbagai perusahaan teknologi lainnya. Mereka memberikan bimbingan dan dukungan kepada para peserta selama proses pembelajaran, membantu mereka mengatasi tantangan, dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
Selain itu, program Laskar AI juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berinteraksi dengan para profesional di industri AI melalui berbagai kegiatan, seperti seminar, workshop, dan kunjungan industri. Kegiatan-kegiatan ini memungkinkan para peserta untuk membangun jaringan profesional, belajar tentang tren terbaru di industri AI, dan mendapatkan wawasan tentang peluang karir yang tersedia.
Lintasarta menyadari bahwa investasi dalam pengembangan talenta AI adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan dan bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, Lintasarta berkomitmen untuk terus mengembangkan program Laskar AI dan program-program pelatihan AI lainnya untuk menghasilkan lebih banyak talenta AI yang berkualitas dan berdaya saing.
Dengan semakin banyaknya talenta AI yang tersedia, Indonesia akan dapat memanfaatkan potensi AI untuk memecahkan masalah-masalah kompleks, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan inovasi-inovasi baru di berbagai sektor. Hal ini akan membantu Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera.
Program Laskar AI merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dapat menghasilkan dampak yang positif bagi masyarakat. Dengan terus mendukung program-program seperti Laskar AI, Indonesia dapat membangun ekosistem AI yang kuat dan berkelanjutan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Keberhasilan Laskar AI menjadi bukti komitmen Lintasarta dalam mendukung pengembangan ekosistem AI di Indonesia. Lintasarta tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga membuka pintu bagi para lulusan untuk berkontribusi langsung dalam proyek-proyek AI yang inovatif di berbagai industri. Hal ini memberikan pengalaman berharga bagi para talenta muda dan mempercepat adopsi AI di Indonesia.
Dengan terus berinvestasi dalam pengembangan talenta AI, Lintasarta berharap dapat menjadi katalisator bagi transformasi digital Indonesia dan membantu negara ini mencapai potensi penuhnya di era kecerdasan buatan. Program Laskar AI adalah langkah awal yang menjanjikan, dan Lintasarta berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi Indonesia.