Makan Kuning Telur Bikin Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasannya

  • Maskobus
  • Aug 25, 2025

Telur, sumber protein hewani yang terjangkau dan serbaguna, telah lama menjadi bagian penting dari diet banyak orang di seluruh dunia. Mulai dari sarapan sederhana hingga hidangan yang lebih rumit, telur dapat diolah dengan berbagai cara, mulai dari digoreng menjadi telur ceplok atau dadar yang renyah hingga direbus menjadi camilan sehat dan mengenyangkan. Popularitas telur tidak hanya didorong oleh rasanya yang lezat, tetapi juga oleh kandungan nutrisinya yang kaya, yang menjadikannya tambahan yang berharga untuk diet seimbang.

Namun, di balik manfaat nutrisinya, telur juga menyimpan kontroversi, terutama terkait kandungan kolesterolnya yang relatif tinggi. Satu butir telur rata-rata mengandung sekitar 186 mg kolesterol, yang telah memicu perdebatan panjang tentang apakah konsumsi telur dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Pertanyaan ini telah menjadi perhatian utama bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau yang secara aktif berusaha menjaga kesehatan jantung mereka.

Untuk memahami lebih dalam tentang hubungan antara konsumsi telur dan kadar kolesterol, penting untuk melihat lebih dekat komposisi nutrisi telur, rekomendasi asupan kolesterol harian, dan bukti ilmiah yang tersedia. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang seberapa sering dan seberapa banyak telur yang dapat kita konsumsi sebagai bagian dari diet sehat.

Komposisi Nutrisi Telur: Kekayaan Nutrisi dalam Satu Butir Telur

Telur adalah gudang nutrisi, menyediakan berbagai vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Satu butir telur utuh mengandung semua nutrisi yang diperlukan untuk mengubah satu sel menjadi seekor anak ayam, yang menunjukkan potensi nutrisinya yang luar biasa.

Makan Kuning Telur Bikin Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasannya

Menurut Healthline, satu butir telur rebus ukuran besar mengandung sekitar 78 kalori, 6 gram protein berkualitas tinggi, dan 5 gram lemak sehat. Selain itu, telur juga kaya akan vitamin D, vitamin E, vitamin B6, kalsium, dan zinc dalam jumlah yang cukup baik. Vitamin dan mineral ini memainkan peran penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk menjaga kesehatan tulang, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan membantu metabolisme energi.

Telur juga merupakan sumber kolin yang baik, nutrisi penting yang berperan dalam perkembangan otak dan fungsi saraf. Kolin sangat penting untuk wanita hamil dan menyusui, karena membantu mendukung perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Selain itu, telur mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Antioksidan ini membantu melindungi mata dari kerusakan akibat radikal bebas dan dapat mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia dan katarak.

Kuning Telur: Sumber Kolesterol dan Nutrisi Penting

Sebagian besar nutrisi telur terkonsentrasi di kuning telur. Kuning telur mengandung semua vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, dan K), serta sebagian besar mineral telur. Selain itu, kuning telur juga merupakan sumber kolesterol telur.

Satu butir telur rata-rata mengandung sekitar 186 mg kolesterol, yang semuanya terdapat di kuning telur. Kolesterol adalah zat seperti lemak yang ditemukan di semua sel tubuh. Tubuh membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel sehat, tetapi terlalu banyak kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kolesterol makanan tidak selalu berdampak signifikan pada kadar kolesterol darah. Bagi kebanyakan orang, tubuh mengatur produksi kolesterol sendiri, dan asupan kolesterol dari makanan memiliki efek minimal pada kadar kolesterol darah. Namun, bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), asupan kolesterol makanan dapat berdampak lebih besar pada kadar kolesterol darah.

Rekomendasi Asupan Kolesterol Harian: Menemukan Batas yang Tepat

Rekomendasi asupan kolesterol harian bervariasi tergantung pada individu dan kondisi kesehatan mereka. Secara umum, rekomendasi harian berkisar antara 100-300 mg per hari. Namun, bagi pengidap hiperkolesterolemia, asupan kolesterol maksimum yang direkomendasikan adalah 200 mg per hari.

Penting untuk diingat bahwa kolesterol tidak hanya diperoleh dari telur, tetapi juga dari makanan hewani lainnya, seperti daging, unggas, dan produk susu. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan semua sumber kolesterol dalam diet Anda saat merencanakan asupan harian Anda.

Bagi orang sehat, konsumsi telur dalam jumlah sedang umumnya dianggap aman dan tidak mungkin meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun, bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, atau tekanan darah tinggi, disarankan untuk membatasi asupan telur mereka.

Panduan Konsumsi Telur untuk Kondisi Kesehatan Tertentu

Bagi pengidap diabetes, penyakit kardiovaskular, dan tekanan darah tinggi, Dr. Zakiah Wulandari, seorang pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University dari Fakultas Peternakan, merekomendasikan konsumsi maksimal dua butir telur per minggu. Konsumsi dapat ditingkatkan tanpa mengonsumsi kuning telur. Putih telur merupakan sumber protein yang sangat baik, sehingga sangat bermanfaat bagi tubuh.

Putih telur hampir seluruhnya terdiri dari protein dan mengandung sedikit lemak dan kolesterol. Putih telur merupakan sumber protein yang sangat baik bagi mereka yang ingin meningkatkan asupan protein mereka tanpa meningkatkan asupan kolesterol mereka.

Konsumsi Telur untuk Orang Sehat: Menikmati Manfaat Tanpa Risiko

Untuk orang sehat, rekomendasi konsumsi telur beserta kuning telurnya adalah satu butir per hari. Rekomendasi ini tidak akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, menurut Dr. Zakiah Wulandari.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap orang berbeda, dan beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap kolesterol makanan daripada yang lain. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kadar kolesterol Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang dipersonalisasi.

Bukti Ilmiah: Apa yang Dikatakan Penelitian tentang Telur dan Kolesterol?

Selama bertahun-tahun, banyak penelitian telah meneliti hubungan antara konsumsi telur dan kadar kolesterol darah. Hasil penelitian ini beragam, tetapi secara umum menunjukkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah sedang tidak berdampak signifikan pada kadar kolesterol darah bagi kebanyakan orang.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Kolesterol HDL membantu menghilangkan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dari arteri, sehingga mengurangi risiko penumpukan plak dan penyakit jantung.

Namun, penting untuk dicatat bahwa beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara konsumsi telur yang tinggi dan peningkatan risiko penyakit jantung pada orang dengan diabetes. Oleh karena itu, orang dengan diabetes harus berhati-hati dalam mengonsumsi telur dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang dipersonalisasi.

Kesimpulan: Telur sebagai Bagian dari Diet Sehat

Telur adalah makanan yang bergizi dan serbaguna yang dapat menjadi bagian dari diet sehat bagi kebanyakan orang. Telur kaya akan protein, vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting untuk kesehatan.

Meskipun telur mengandung kolesterol, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah sedang tidak berdampak signifikan pada kadar kolesterol darah bagi kebanyakan orang. Namun, bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, atau tekanan darah tinggi, disarankan untuk membatasi asupan telur mereka.

Secara keseluruhan, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi kesehatan individu saat membuat keputusan tentang seberapa sering dan seberapa banyak telur yang harus dikonsumsi. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kadar kolesterol Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang dipersonalisasi.

Dengan memahami komposisi nutrisi telur, rekomendasi asupan kolesterol harian, dan bukti ilmiah yang tersedia, kita dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang seberapa sering dan seberapa banyak telur yang dapat kita konsumsi sebagai bagian dari diet sehat dan seimbang.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :