Melihat Episentrum Gempa yang Guncang Jakarta Semalam, di Persawahan Karawang

  • Maskobus
  • Aug 21, 2025

Gempa bumi berkekuatan 4,7 magnitudo mengguncang wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Rabu malam, 20 Agustus. Getaran kuat dirasakan oleh warga di berbagai kota, termasuk Bogor, Depok, Bekasi, dan bahkan Bandung. Peristiwa ini sontak membuat panik sebagian masyarakat, yang langsung berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat aman. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian mengumumkan bahwa pusat gempa berada di darat, sekitar 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan koordinat yang diberikan oleh BMKG, episentrum gempa tersebut terletak di wilayah Karawang. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dampak dan kondisi di lokasi pusat gempa, tim dari Kumparan melakukan penelusuran langsung ke titik koordinat yang dimaksud pada Kamis, 21 Agustus. Perjalanan mengarah ke Desa Kutalanggeng, sebuah daerah yang didominasi oleh hamparan sawah yang luas.

Desa Kutalanggeng, yang terletak di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, merupakan daerah pertanian yang subur. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Suasana desa yang tenang dan damai biasanya hanya diwarnai oleh aktivitas bercocok tanam dan kehidupan sosial yang sederhana. Namun, pada malam itu, ketenangan tersebut terusik oleh guncangan gempa yang cukup kuat.

Setelah melakukan perjalanan menyusuri jalanan desa yang sempit dan berkelok-kelok, tim Kumparan akhirnya tiba di lokasi yang sesuai dengan koordinat yang diberikan oleh BMKG. Betapa terkejutnya mereka, karena episentrum gempa ternyata berada tepat di tengah-tengah hamparan sawah yang menghijau. Jauh dari permukiman penduduk, hanya ada padi yang tumbuh subur di sekelilingnya.

Melihat Episentrum Gempa yang Guncang Jakarta Semalam, di Persawahan Karawang

Lokasi persis episentrum gempa berada pada koordinat 6.52 Lintang Selatan dan 107.25 Bujur Timur. Dari titik ini, permukiman terdekat berjarak sekitar 300 meter. Pemandangan di sekitar episentrum didominasi oleh sawah yang membentang luas, dengan latar belakang perbukitan yang hijau. Suasana pedesaan yang asri terasa begitu kental di tempat ini.

Meskipun episentrum gempa berada di tengah sawah, tim Kumparan tetap melakukan pemeriksaan untuk mencari kemungkinan adanya dampak atau kerusakan yang ditimbulkan. Namun, setelah melakukan penelusuran secara seksama, tidak ditemukan adanya kerusakan parah di sekitar lokasi episentrum. Tanah sawah terlihat utuh, tanpa ada retakan atau perubahan bentuk yang signifikan.

Meskipun demikian, tim Kumparan tetap melanjutkan penelusuran ke permukiman penduduk terdekat untuk mencari informasi mengenai dampak gempa yang dirasakan oleh warga. Mereka mendatangi rumah-rumah penduduk dan melakukan wawancara untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi.

Dari hasil wawancara dengan sejumlah warga, diketahui bahwa guncangan gempa memang terasa cukup kuat di Desa Kutalanggeng. Sebagian warga bahkan sempat panik dan berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi. Namun, secara umum, kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut tidak terlalu parah.

Sebagian besar rumah warga masih berdiri kokoh, meskipun terdapat beberapa retakan kecil di dinding. Beberapa warga juga melaporkan adanya genteng yang berjatuhan atau perabotan rumah tangga yang terguncang. Namun, tidak ada laporan mengenai kerusakan yang lebih serius atau korban luka-luka akibat gempa tersebut.

Salah seorang warga bernama Ibu Aisah menuturkan bahwa ia sangat terkejut saat merasakan guncangan gempa. "Saya lagi nonton TV di ruang keluarga, tiba-tiba terasa ada guncangan yang kuat. Saya langsung lari keluar rumah karena takut rumahnya roboh," ujarnya.

Ibu Aisah menambahkan bahwa ia dan keluarganya sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman setelah gempa terjadi. Namun, setelah situasi mulai tenang, mereka kembali ke rumah dan memeriksa kondisi rumah mereka. "Alhamdulillah, rumah saya cuma retak-retak sedikit. Tapi tetap saja saya khawatir kalau ada gempa susulan," katanya.

Warga lainnya, Bapak Junaedi, mengatakan bahwa ia sedang berada di sawah saat gempa terjadi. "Saya lagi nyangkul di sawah, tiba-tiba tanahnya bergoyang. Saya langsung bingung dan takut, tapi untungnya gempanya tidak terlalu lama," ujarnya.

Bapak Junaedi menambahkan bahwa ia sempat khawatir dengan kondisi rumahnya setelah gempa terjadi. Namun, setelah ia pulang dan memeriksa rumahnya, ternyata tidak ada kerusakan yang berarti. "Cuma ada beberapa genteng yang jatuh, tapi yang lainnya aman," katanya.

Dari hasil penelusuran dan wawancara yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa gempa yang mengguncang Jakarta dan sekitarnya pada Rabu malam memang terasa cukup kuat di Desa Kutalanggeng, Karawang. Namun, secara umum, dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut tidak terlalu parah. Kerusakan yang terjadi sebagian besar hanya berupa retakan kecil di dinding rumah atau genteng yang berjatuhan.

Meskipun demikian, warga Desa Kutalanggeng tetap merasa khawatir dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Mereka berharap agar pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian dan bantuan yang diperlukan untuk mengatasi dampak gempa tersebut.

Selain melakukan penelusuran di Desa Kutalanggeng, tim Kumparan juga menghubungi pihak BMKG untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai gempa yang terjadi. BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut disebabkan oleh aktivitas sesar aktif yang berada di wilayah tersebut.

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait dengan perkembangan situasi gempa. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Namun, dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman mengenai mitigasi bencana, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi.

Pemerintah dan pihak terkait juga perlu terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan infrastruktur yang tahan gempa, serta memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai cara-cara menghadapi gempa bumi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi ancaman gempa bumi di masa mendatang.

Kejadian gempa bumi yang mengguncang Jakarta dan sekitarnya pada Rabu malam menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Meskipun dampak yang ditimbulkan tidak terlalu parah, namun kita tidak boleh lengah dan terus meningkatkan upaya-upaya mitigasi bencana untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman gempa bumi.

Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi di episentrum gempa yang mengguncang Jakarta semalam, di persawahan Karawang.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :