Microsoft Luncurkan Model AI Buatan Sendiri, Mau Pisah dengan OpenAI?

  • Maskobus
  • Aug 30, 2025

Microsoft, yang selama ini sangat bergantung pada model AI milik OpenAI untuk menopang produk-produk andalannya seperti Copilot dan Bing, kini menunjukkan sinyal kemandirian dengan meluncurkan model AI yang dikembangkan dan dilatih secara internal. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam strategi AI Microsoft, mengisyaratkan potensi pergeseran dari ketergantungan eksklusif pada OpenAI menuju diversifikasi dan kontrol yang lebih besar atas teknologi intinya.

Divisi AI Microsoft secara resmi mengumumkan debut dua model AI buatan sendiri, yaitu MAI-Voice-1 AI dan MAI-1-preview. MAI-Voice-1 diklaim sebagai model pembuat ucapan alami pertama yang sepenuhnya dikembangkan oleh Microsoft. Sementara itu, MAI-1-preview adalah model berbasis teks yang dilatih secara komprehensif oleh Microsoft, menunjukkan komitmen perusahaan untuk membangun kapabilitas AI yang mandiri.

Saat ini, Microsoft telah mengintegrasikan MAI-Voice-1 ke dalam beberapa fiturnya, termasuk Copilot Daily dan Podcast. Pengguna bahkan dapat merasakan kemampuan MAI-Voice-1 secara langsung melalui Copilot Labs. Di platform ini, pengguna dapat memasukkan teks yang ingin diucapkan oleh model AI, serta menyesuaikan suara dan gaya bicara sesuai preferensi mereka. Fitur ini memberikan kontrol yang belum pernah ada sebelumnya atas output suara yang dihasilkan oleh AI.

Selain MAI-Voice-1, Microsoft juga memperkenalkan MAI-1-preview, model yang dirancang khusus untuk memahami dan menindaklanjuti instruksi, serta memberikan jawaban yang informatif dan relevan untuk berbagai pertanyaan sehari-hari. Model ini saat ini sedang menjalani pengujian di platform benchmark AI LMArena, di mana kinerjanya dievaluasi secara ketat terhadap model-model AI terkemuka lainnya. Microsoft berencana untuk mengintegrasikan MAI-1-preview ke dalam Copilot dalam beberapa waktu mendatang.

"Kami akan meluncurkan MAI-1-preview untuk use case teks tertentu dalam Copilot dalam beberapa pekan ke depan untuk belajar dan ditingkatkan dari masukan pengguna," tulis Microsoft dalam postingan blog resminya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (30/8/2025). Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan iteratif Microsoft terhadap pengembangan AI, di mana umpan balik pengguna memainkan peran penting dalam penyempurnaan dan peningkatan berkelanjutan model AI mereka.

Microsoft Luncurkan Model AI Buatan Sendiri, Mau Pisah dengan OpenAI?

Mustafa Suleyman, kepala divisi AI Microsoft, menekankan bahwa efisiensi dan efektivitas biaya menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan kedua model AI ini. Pernyataan ini mencerminkan kesadaran Microsoft akan pentingnya mengoptimalkan biaya operasional dan sumber daya dalam pengembangan dan penerapan AI skala besar.

Salah satu aspek yang paling mencolok dari MAI-Voice-1 adalah efisiensi komputasinya. Model ini diklaim dapat dijalankan hanya dengan menggunakan satu GPU, menjadikannya solusi yang sangat hemat energi dan terjangkau untuk berbagai aplikasi. Sementara itu, MAI-1-preview dilatih menggunakan 15.000 unit GPU Nvidia H-100. Meskipun jumlah ini tampak signifikan, perbandingan dengan model AI lainnya menunjukkan efisiensi yang relatif tinggi. Sebagai contoh, Grok milik xAI dilaporkan membutuhkan lebih dari 100.000 GPU untuk dilatih.

Perbandingan ini menyoroti kemajuan yang telah dicapai Microsoft dalam mengoptimalkan arsitektur dan algoritma AI, memungkinkan mereka untuk mencapai kinerja yang kompetitif dengan sumber daya komputasi yang lebih sedikit. Hal ini dapat memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan bagi Microsoft dalam jangka panjang.

Perlu dicatat bahwa Microsoft saat ini merupakan mitra strategis OpenAI, salah satu pemimpin di sektor AI dengan produk andalannya, ChatGPT. Microsoft telah menginvestasikan lebih dari USD 13 miliar di OpenAI, dan startup yang dipimpin oleh Sam Altman tersebut mengandalkan infrastruktur cloud dari Microsoft untuk menjalankan model-modelnya. Kemitraan ini telah memberikan keuntungan besar bagi kedua perusahaan, memungkinkan mereka untuk mempercepat inovasi dan memperluas jangkauan pasar mereka.

Namun, langkah Microsoft untuk mengembangkan model AI sendiri menimbulkan pertanyaan tentang masa depan kemitraan dengan OpenAI. Meskipun kedua perusahaan tetap berkomitmen untuk bekerja sama, ada indikasi yang menunjukkan bahwa mereka mungkin bergerak ke arah yang berbeda dalam industri AI.

Salah satu indikasi tersebut adalah dimasukkannya OpenAI ke dalam daftar perusahaan pesaing Microsoft dalam laporan tahunan perusahaan tahun lalu. Daftar tersebut juga mencakup perusahaan raksasa teknologi lainnya seperti Amazon, Apple, Google, dan Meta. Keputusan ini mengisyaratkan bahwa Microsoft melihat OpenAI sebagai pesaing potensial, meskipun kemitraan yang sedang berlangsung.

Selain itu, OpenAI dalam beberapa bulan terakhir juga beralih ke penyedia cloud lainnya seperti CoreWeave, Google, dan Oracle untuk memenuhi permintaan yang tinggi. Langkah ini menunjukkan bahwa OpenAI tidak lagi sepenuhnya bergantung pada infrastruktur cloud Microsoft, yang dapat mengurangi ketergantungan timbal balik antara kedua perusahaan.

ChatGPT, chatbot milik OpenAI, kini melayani lebih dari 700 juta orang per minggu. Popularitas yang luar biasa ini telah memberikan tekanan yang signifikan pada infrastruktur cloud OpenAI, mendorong perusahaan untuk mencari solusi tambahan dari penyedia lain.

Peluncuran model AI buatan sendiri oleh Microsoft dapat dilihat sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada OpenAI dan membangun kapabilitas AI yang lebih mandiri. Dengan memiliki kontrol yang lebih besar atas teknologi intinya, Microsoft dapat lebih fleksibel dalam menyesuaikan produk dan layanannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Selain itu, pengembangan model AI sendiri dapat memberikan Microsoft keunggulan kompetitif dalam jangka panjang. Dengan memiliki tim internal yang berdedikasi untuk penelitian dan pengembangan AI, Microsoft dapat mempercepat inovasi dan menciptakan solusi AI yang unik dan canggih.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kemitraan antara Microsoft dan OpenAI tetap kuat. Kedua perusahaan terus bekerja sama dalam berbagai proyek AI, dan Microsoft tetap menjadi investor utama di OpenAI. Masa depan kemitraan ini akan bergantung pada bagaimana kedua perusahaan menavigasi lanskap AI yang terus berkembang dan bagaimana mereka menyeimbangkan kepentingan kompetitif dan kolaboratif mereka.

Langkah Microsoft untuk mengembangkan model AI sendiri merupakan perkembangan signifikan dalam industri AI. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar semakin berinvestasi dalam kapabilitas AI internal mereka, yang dapat mengarah pada inovasi yang lebih cepat dan persaingan yang lebih ketat. Masa depan AI akan dibentuk oleh perusahaan-perusahaan yang dapat mengembangkan dan menerapkan solusi AI yang paling efektif dan efisien, dan Microsoft jelas bertekad untuk menjadi salah satu pemimpin dalam bidang ini.

Pada akhirnya, waktu akan menjawab apakah langkah Microsoft ini akan mengarah pada perpisahan dengan OpenAI. Namun yang jelas, Microsoft telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk membangun kapabilitas AI yang mandiri, dan peluncuran MAI-Voice-1 dan MAI-1-preview adalah bukti nyata dari komitmen tersebut. Industri AI akan terus menyaksikan perkembangan menarik dari Microsoft dan OpenAI di masa depan.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :