Nvidia Jual Otak Robot Seharga Rp 56 Juta, Ini Kecanggihannya

  • Maskobus
  • Aug 28, 2025

Nvidia, raksasa teknologi yang namanya identik dengan inovasi dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan grafis, kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan meluncurkan versi terbaru dari "otak" untuk robot. Modul chip robotika terbarunya, Jetson AGX Thor, telah resmi diperkenalkan dan dipasarkan dengan harga USD 3.499, atau sekitar Rp 56 juta, dalam bentuk kit yang ditujukan khusus untuk para pengembang. Langkah ini menandai ambisi besar Nvidia dalam merambah dan mendominasi pasar robotika yang diprediksi akan terus berkembang pesat di masa depan.

Perusahaan yang kini menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia ini dengan percaya diri menyebut chip Jetson AGX Thor sebagai "otak robot." Klaim ini bukan tanpa dasar, mengingat kemampuan komputasi dan fitur-fitur canggih yang ditanamkan dalam chip tersebut. Kit pertama dijadwalkan akan dikirimkan kepada para pengembang pada bulan mendatang, membuka jalan bagi mereka untuk mulai menciptakan dan mengembangkan berbagai jenis robot dengan kemampuan yang lebih canggih dan kompleks.

Setelah para pengembang dan perusahaan menggunakan kit pengembang untuk membuat prototipe robot mereka dan melakukan berbagai pengujian serta penyempurnaan, Nvidia juga akan menjual modul Thor T5000 yang dirancang khusus untuk dipasang pada robot siap produksi. Modul ini menawarkan fleksibilitas bagi para produsen robot untuk mengintegrasikan teknologi Nvidia ke dalam produk akhir mereka. Menariknya, Nvidia menawarkan harga diskon yang signifikan bagi perusahaan yang membutuhkan lebih dari 1.000 chip Thor, yaitu USD 2.999 per modul. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong adopsi chip Jetson AGX Thor secara massal di berbagai industri.

CEO Nvidia, Jensen Huang, secara terbuka menyatakan bahwa robotika merupakan peluang pertumbuhan terbesar bagi perusahaan di luar bidang AI, yang telah menjadi mesin pendorong utama peningkatan penjualan Nvidia lebih dari tiga kali lipat dalam dua tahun terakhir. Pernyataan ini menggarisbawahi keyakinan Nvidia terhadap potensi besar pasar robotika dan komitmen perusahaan untuk berinvestasi secara signifikan dalam pengembangan teknologi robotika. "Kami tidak membuat robot, kami tidak membuat mobil, tetapi kami memberdayakan seluruh industri dengan komputer infrastruktur dan software terkait," kata Deepu Talla, wakil presiden robotika dan AI edge Nvidia, menjelaskan peran strategis Nvidia dalam ekosistem robotika.

Chip Jetson Thor dibangun berdasarkan arsitektur prosesor grafis Blackwell, teknologi generasi terbaru Nvidia yang digunakan dalam chip AI serta untuk game komputer. Integrasi arsitektur Blackwell ini memberikan Jetson Thor keunggulan signifikan dalam hal kinerja dan efisiensi energi. Nvidia mengklaim bahwa chip Jetson Thor memiliki kecepatan 7,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya, membuka kemungkinan untuk menjalankan aplikasi robotika yang lebih kompleks dan menuntut.

Nvidia Jual Otak Robot Seharga Rp 56 Juta, Ini Kecanggihannya

Peningkatan kinerja yang signifikan ini memungkinkan robot untuk menjalankan model AI generatif, termasuk model bahasa besar (LLM) dan model visual, yang sangat penting untuk menafsirkan dunia di sekitar mereka dan berinteraksi dengan lingkungan secara cerdas. Kemampuan ini sangat penting untuk robot humanoid, yang membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang lingkungan mereka untuk dapat bergerak, berinteraksi, dan menyelesaikan tugas secara efektif. Chip ini juga dilengkapi dengan memori 128GB, yang sangat penting untuk memuat dan menjalankan model AI besar dengan lancar.

Sejumlah perusahaan terkemuka di berbagai industri, termasuk Agility Robotics, Amazon, Meta, dan Boston Dynamics, telah menggunakan chip Jetson dalam pengembangan robot mereka. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap teknologi Nvidia dan dampaknya terhadap kemajuan robotika. Selain itu, Nvidia juga berinvestasi secara aktif di perusahaan robotika seperti Field AI, menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pengembangan ekosistem robotika yang kuat dan inovatif.

Meskipun demikian, robotika masih merupakan bisnis yang relatif kecil bagi Nvidia, menyumbang sekitar 1% dari total pendapatan perusahaan. Namun, dengan investasi yang terus berlanjut dan potensi pertumbuhan pasar yang besar, diharapkan kontribusi robotika terhadap pendapatan Nvidia akan terus meningkat secara signifikan di masa depan.

Nvidia baru-baru ini mengelompokkan divisi otomotif dan robotika ke dalam satu lini produk yang sama. Unit tersebut melaporkan penjualan kuartal sebesar USD 567 juta pada bulan Mei, peningkatan 72% secara tahunan. Pertumbuhan yang kuat ini menunjukkan sinergi antara teknologi otomotif dan robotika, serta potensi aplikasi yang luas dari chip Jetson Thor di kedua bidang tersebut. Chip Jetson Thor juga dapat digunakan untuk mobil otonom, terutama dari merek-merek China, yang semakin fokus pada pengembangan teknologi otonom.

Peluncuran Jetson AGX Thor menandai langkah maju yang signifikan dalam evolusi robotika. Dengan kemampuan komputasi yang canggih, dukungan AI generatif, dan ekosistem yang berkembang pesat, chip ini berpotensi untuk merevolusi berbagai industri, mulai dari manufaktur dan logistik hingga perawatan kesehatan dan pertanian. Nvidia terus memantapkan posisinya sebagai pemimpin dalam teknologi robotika, dan Jetson AGX Thor adalah bukti komitmen perusahaan untuk mendorong inovasi dan membentuk masa depan robotika.

Dengan harga yang relatif terjangkau untuk pengembang dan diskon yang menarik untuk pembelian massal, Nvidia berharap dapat mendorong adopsi Jetson AGX Thor secara luas dan mempercepat pengembangan robot yang lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih mampu. Masa depan robotika terlihat cerah, dan Nvidia berada di garis depan dalam mendorong inovasi dan mewujudkan potensi penuh dari teknologi robotika.

Keunggulan utama Jetson AGX Thor terletak pada kemampuannya untuk memproses data dalam jumlah besar secara real-time, yang penting untuk aplikasi seperti navigasi otonom, pengenalan objek, dan interaksi manusia-robot. Chip ini juga dilengkapi dengan berbagai antarmuka dan konektivitas, memungkinkan integrasi yang mudah dengan berbagai sensor, aktuator, dan perangkat lainnya.

Selain itu, Nvidia menyediakan berbagai alat pengembangan perangkat lunak dan pustaka yang memudahkan para pengembang untuk membuat dan menerapkan aplikasi robotika. Dukungan perangkat lunak yang komprehensif ini merupakan faktor penting dalam mendorong adopsi Jetson AGX Thor dan mempercepat pengembangan robot yang inovatif.

Dengan kombinasi perangkat keras yang canggih, perangkat lunak yang komprehensif, dan ekosistem yang berkembang pesat, Jetson AGX Thor memiliki potensi untuk mentransformasi berbagai industri dan membuka kemungkinan baru dalam robotika. Nvidia terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi robotika, dan Jetson AGX Thor adalah bukti komitmen perusahaan untuk mendorong inovasi dan membentuk masa depan robotika.

Dalam beberapa tahun mendatang, kita dapat mengharapkan untuk melihat semakin banyak robot yang dilengkapi dengan Jetson AGX Thor, yang mampu melakukan tugas-tugas kompleks dengan otonomi dan efisiensi yang lebih tinggi. Robot-robot ini akan memainkan peran yang semakin penting dalam berbagai aspek kehidupan kita, mulai dari membantu kita di rumah hingga bekerja di lingkungan yang berbahaya dan sulit dijangkau.

Nvidia telah lama menjadi pemimpin dalam teknologi AI dan grafis, dan dengan peluncuran Jetson AGX Thor, perusahaan ini juga memantapkan posisinya sebagai pemimpin dalam robotika. Masa depan robotika terlihat cerah, dan Nvidia berada di garis depan dalam mendorong inovasi dan mewujudkan potensi penuh dari teknologi robotika.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :