Kota Solo, Jawa Tengah, tengah berupaya memulihkan diri pasca-kerusuhan yang terjadi pada Jumat, 29 Agustus 2025. Aksi demonstrasi yang awalnya damai berujung anarkis, menyebabkan kerusakan fasilitas publik yang signifikan, termasuk pembakaran gedung DPRD Solo. Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan sigap menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, berlaku mulai Sabtu, 30 Agustus 2025, hingga Jumat, 5 September 2025. Keputusan ini diambil sebagai langkah cepat dan terkoordinasi untuk mengatasi dampak kerusuhan dan memastikan keamanan serta ketertiban masyarakat.
Penetapan status tanggap darurat ini diumumkan secara resmi oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, setelah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial, dan perwakilan masyarakat. Dalam keterangannya, Wali Kota Respati Ardi menjelaskan bahwa status tanggap darurat ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi antarinstansi dalam penanganan dampak kerusuhan, termasuk pemulihan infrastruktur, penyediaan bantuan bagi korban terdampak, dan penegakan hukum.
"Kami memahami bahwa kejadian ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Namun, kami ingin menegaskan bahwa Pemkot Solo akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan situasi dan memastikan keamanan serta ketertiban di Kota Solo," ujar Wali Kota Respati Ardi.
Sebagai koordinator utama dalam situasi tanggap darurat ini, BPBD Solo memiliki peran sentral dalam mengoordinasikan seluruh kegiatan penanggulangan bencana. BPBD akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta relawan dari berbagai organisasi masyarakat. Koordinasi yang solid diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak negatif kerusuhan terhadap masyarakat.
Salah satu fokus utama dalam masa tanggap darurat ini adalah pemulihan infrastruktur publik yang rusak akibat kerusuhan. Gedung DPRD Solo yang dibakar menjadi prioritas utama untuk segera diperbaiki agar aktivitas pemerintahan dapat kembali berjalan normal. Selain itu, fasilitas publik lainnya seperti halte bus, lampu penerangan jalan, taman kota, dan rambu lalu lintas juga akan segera diperbaiki atau diganti.
"Kami akan segera melakukan inventarisasi kerusakan dan menyusun rencana perbaikan yang komprehensif. Kami menargetkan agar seluruh fasilitas publik yang rusak dapat segera berfungsi kembali dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," tegas Kepala BPBD Solo, Bambang Semedi.
Selain pemulihan infrastruktur, Pemkot Solo juga memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat yang terdampak kerusuhan. Dinas Sosial telah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum untuk memberikan bantuan logistik dan pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan. Pemkot juga akan memberikan bantuan psikologis bagi warga yang mengalami trauma akibat kejadian ini.
"Kami menyadari bahwa kerusuhan ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga dampak psikologis bagi sebagian warga. Oleh karena itu, kami akan memberikan pendampingan psikologis bagi warga yang membutuhkan agar mereka dapat segera pulih dari trauma," jelas Kepala Dinas Sosial Solo, Sri Lestari.
Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban, aparat kepolisian dan TNI akan meningkatkan patroli di seluruh wilayah Kota Solo. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku kerusuhan yang melakukan tindakan anarkis dan merusak fasilitas publik. Pemkot Solo juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar atau menyesatkan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Solo," imbau Kapolresta Solo, Kombes Pol. Adi Wibowo.
Wali Kota Respati Ardi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Ia meminta peran aktif dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.
"Kami membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana yang kondusif di Kota Solo. Mari kita jadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa cinta kita terhadap Kota Solo," ajak Wali Kota Respati Ardi.
Penetapan status tanggap darurat ini juga memberikan kewenangan kepada Pemkot Solo untuk menggunakan anggaran daerah secara fleksibel dalam penanganan dampak kerusuhan. Hal ini memungkinkan Pemkot untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan tanpa terhambat oleh prosedur birokrasi yang rumit.
"Dengan status tanggap darurat ini, kami dapat menggunakan anggaran daerah secara lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam penanganan dampak kerusuhan. Kami akan memastikan bahwa anggaran tersebut digunakan secara transparan dan akuntabel," jelas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Solo, Budi Utomo.
Meskipun status tanggap darurat telah ditetapkan, Wali Kota Respati Ardi menegaskan bahwa aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan seperti biasa. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang. Pemkot Solo akan terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat tentang perkembangan situasi dan langkah-langkah yang telah diambil.
"Kami memahami bahwa masyarakat mungkin merasa khawatir dengan situasi ini. Namun, kami ingin meyakinkan bahwa Pemkot Solo akan terus bekerja keras untuk memulihkan situasi dan memastikan keamanan serta ketertiban di Kota Solo. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa," ujar Wali Kota Respati Ardi.
Selain itu, Pemkot Solo juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam penanganan dampak kerusuhan. Bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak negatif kerusuhan terhadap perekonomian daerah.
"Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk mendapatkan dukungan dalam penanganan dampak kerusuhan. Kami berharap bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dapat mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak negatif kerusuhan terhadap perekonomian daerah," kata Sekretaris Daerah Kota Solo, Arief Darmawan.
Pasca-kerusuhan ini, Pemkot Solo juga berencana untuk melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan dan ketertiban di Kota Solo. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan-kelemahan yang ada dan merumuskan langkah-langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan ketertiban di Kota Solo. Evaluasi ini akan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, dan perwakilan masyarakat. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi kami untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," jelas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Solo, Sis Ismiyati.
Pemkot Solo juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Hal ini penting untuk mencegah anak-anak terpengaruh oleh provokasi atau ajakan untuk melakukan tindakan anarkis.
"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Berikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain," imbau Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dian Rineta.
Dalam masa tanggap darurat ini, Pemkot Solo juga membuka saluran komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi atau keluhan terkait dampak kerusuhan. Masyarakat dapat menghubungi call center BPBD Solo atau kantor kelurahan terdekat untuk mendapatkan bantuan atau informasi yang dibutuhkan.
"Kami membuka saluran komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi atau keluhan terkait dampak kerusuhan. Masyarakat dapat menghubungi call center BPBD Solo atau kantor kelurahan terdekat untuk mendapatkan bantuan atau informasi yang dibutuhkan," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solo, Kentis Ratnawati.
Dengan penetapan status tanggap darurat ini, Pemkot Solo berharap dapat segera memulihkan situasi dan memastikan keamanan serta ketertiban di Kota Solo. Dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Kota Solo yang aman, nyaman, dan kondusif. Pemkot Solo berkomitmen untuk terus bekerja keras demi kepentingan seluruh warga Kota Solo.
Lebih lanjut, Wali Kota Respati Ardi juga menyoroti bahwa sebagian besar pelaku kerusuhan pada Jumat malam adalah pelajar SMA dan bukan warga asli Solo. Ia menghimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi kegiatan anak-anak mereka, terutama di luar jam sekolah. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk meningkatkan pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan kepada para siswa.
"Kami sangat prihatin dengan keterlibatan pelajar dalam aksi kerusuhan ini. Ini menjadi perhatian serius bagi kami. Kami akan berupaya meningkatkan pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan kepada para siswa agar mereka tidak mudah terprovokasi dan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan," tegas Wali Kota Respati Ardi.
Terakhir, Wali Kota Respati Ardi kembali menegaskan bahwa penetapan status tanggap darurat ini bukanlah untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan untuk mempermudah koordinasi dan mempercepat penanganan dampak kerusuhan. Ia mengajak seluruh warga Kota Solo untuk tetap tenang, waspada, dan saling menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
"Jangan panik, jangan takut. Status tanggap darurat ini untuk kebaikan kita bersama. Mari kita bergandeng tangan, bahu membahu, untuk memulihkan Kota Solo dan menjadikannya lebih baik dari sebelumnya," pungkas Wali Kota Respati Ardi.
Dengan langkah-langkah yang terkoordinasi dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Kota Solo optimis dapat segera bangkit dari keterpurukan dan kembali menjadi kota yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya. Pemkot Solo akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Solo.