Pelatih Persija Prihatin Lihat Kerusuhan: Indonesia Tidak Pantas Mengalami Ini

  • Maskobus
  • Aug 30, 2025

Gelombang demonstrasi yang melanda Jakarta dan beberapa wilayah lain di Indonesia, yang sebagian berujung pada kerusuhan, telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan olahraga. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh insiden tragis tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang tertabrak kendaraan taktis (rantis) polisi pada Kamis, 28 Agustus 2025. Mauricio Souza, pelatih kepala Persija Jakarta, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas situasi yang terjadi di Indonesia.

Souza mengungkapkan perasaannya usai memimpin Persija Jakarta meraih kemenangan 3-1 atas Dewa United dalam pertandingan pekan keempat Super League 2025/26 yang berlangsung di Banten International Stadium (BIS), Serang, pada Jumat (29/8) malam WIB. Sebelum membahas performa timnya, pelatih asal Brasil itu menyampaikan pesan yang menyentuh hati tentang kondisi sosial dan keamanan di Indonesia.

"Sebelum saya menjawab pertanyaan tentang pertandingan, saya ingin menyampaikan beberapa hal penting," ujar Souza dengan nada serius. "Saya berasal dari Brasil, negara yang luar biasa, tetapi juga memiliki tantangan yang berat. Ketika saya pertama kali datang ke Indonesia, saya menemukan negara yang sangat damai dan ramah. Masyarakat Indonesia menyambut kami dengan tangan terbuka."

Souza melanjutkan, "Kami merasa aman dan nyaman saat berjalan di jalanan. Kami tidak perlu khawatir akan adanya ancaman atau kekerasan. Saya percaya bahwa Indonesia tidak pantas mengalami kejadian-kejadian yang sedang berlangsung saat ini. Saya berharap Jakarta dan seluruh Indonesia bisa segera pulih dan kembali damai. Jaga diri kalian baik-baik. Saya mohon maaf atas apa yang terjadi."

Pelatih Persija Prihatin Lihat Kerusuhan: Indonesia Tidak Pantas Mengalami Ini

Pernyataan Souza mencerminkan kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang tinggal dan bekerja di Indonesia. Kerusuhan yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga merusak citra Indonesia sebagai negara yang toleran, damai, dan ramah.

Insiden tewasnya Affan Kurniawan menjadi pemicu utama gelombang demonstrasi. Masyarakat menuntut keadilan dan transparansi dalam penyelidikan kasus ini. Mereka juga mengecam tindakan represif aparat kepolisian yang dianggap berlebihan dalam menangani aksi demonstrasi.

Seiring dengan berjalannya waktu, demonstrasi semakin meluas dan diwarnai dengan tindakan anarkis. Massa membakar ban, merusak fasilitas umum, dan terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian. Situasi ini semakin memburuk dan menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas keamanan di Indonesia.

Dampak dari kerusuhan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat sipil, tetapi juga oleh dunia olahraga. Beberapa pertandingan sepak bola terpaksa ditunda atau dipindahkan karena alasan keamanan. Pertandingan antara Indonesia melawan Vietnam dalam perebutan tempat ketiga Piala AFF Wanita U-16 di Stadion Manahan, Solo, pada Jumat (29/8), sempat terganggu akibat gas air mata yang ditembakkan polisi di luar stadion.

Selain itu, pertandingan antara PSM Makassar melawan Persebaya Surabaya yang seharusnya digelar di Stadion B.J. Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, pada Minggu (31/8), resmi ditunda. Pertandingan Persita Tangerang melawan Semen Padang juga dipindahkan dari Indomilk Arena ke Banten International Stadium (BIS).

Penundaan dan pemindahan pertandingan ini menunjukkan bahwa kerusuhan telah berdampak signifikan terhadap industri sepak bola Indonesia. Para pemain, pelatih, dan penggemar sepak bola merasa kecewa karena tidak dapat menikmati pertandingan yang telah lama mereka nantikan.

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi kerusuhan ini. Aparat kepolisian telah meningkatkan keamanan di berbagai wilayah dan berupaya untuk menindak para pelaku kerusuhan. Pemerintah juga telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus tewasnya Affan Kurniawan dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.

Namun, upaya pemerintah saja tidak cukup untuk mengatasi masalah ini. Semua pihak, termasuk masyarakat sipil, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media massa, perlu berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif dan mendorong dialog yang konstruktif.

Masyarakat sipil dapat berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat memberikan pesan-pesan damai dan menenangkan kepada masyarakat. Media massa dapat menyajikan informasi yang akurat dan berimbang serta menghindari pemberitaan yang provokatif.

Dialog yang konstruktif antara pemerintah, aparat kepolisian, perwakilan pengunjuk rasa, dan tokoh-tokoh masyarakat perlu dilakukan untuk mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak. Dialog ini harus dilakukan dengan itikad baik dan semangat saling menghormati.

Selain itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja aparat kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi. Tindakan represif yang berlebihan harus dihindari dan aparat kepolisian harus dilatih untuk menggunakan cara-cara yang lebih humanis dalam menghadapi massa.

Pemerintah juga perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penegakan hukum. Masyarakat berhak untuk mengetahui informasi yang akurat dan terpercaya tentang kasus-kasus yang melibatkan aparat kepolisian.

Kerusuhan yang terjadi di Indonesia merupakan sebuah tragedi yang harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Kita harus belajar dari kesalahan masa lalu dan berupaya untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya, suku, agama, dan bahasa. Keberagaman ini merupakan sebuah kekuatan yang harus kita jaga dan lestarikan. Kita tidak boleh membiarkan perbedaan-perbedaan ini menjadi sumber konflik dan perpecahan.

Kita harus belajar untuk saling menghormati, saling menghargai, dan saling membantu. Kita harus membangun masyarakat yang inklusif dan adil, di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian mereka.

Kita juga harus memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Pancasila mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan, kesatuan, keadilan sosial, dan demokrasi.

Dengan kerja keras dan semangat gotong royong, kita pasti bisa mengatasi semua tantangan yang kita hadapi dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Keprihatinan yang disampaikan oleh Mauricio Souza adalah sebuah pengingat bagi kita semua bahwa Indonesia adalah negara yang indah dan damai yang harus kita jaga bersama. Kita tidak boleh membiarkan kerusuhan dan kekerasan merusak citra Indonesia di mata dunia.

Mari kita bersatu padu untuk membangun Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang kita cintai.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :