Pemain Naturalisasi Baru Diharap Membuat Timnas Indonesia Lebih Kuat: Bersaing di R4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

  • Maskobus
  • Aug 31, 2025

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan harapan besar terhadap kehadiran pemain-pemain naturalisasi baru. Ia meyakini, amunisi tambahan ini akan memperkuat Timnas Indonesia dalam persaingan ketat di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Lalu Hadrian Irfani, politisi asal Nusa Tenggara Barat, melihat proses naturalisasi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing skuad Garuda. Ia menekankan bahwa kehadiran pemain-pemain keturunan akan menciptakan persaingan sehat di dalam tim, memacu pemain lokal untuk meningkatkan kemampuan, dan pada akhirnya membawa dampak positif bagi performa Timnas Indonesia secara keseluruhan.

"Kita berharap pemain-pemain naturalisasi ini betul-betul menunjukkan kemampuan yang lebih dari pemain-pemain lokal hari ini," ujar Lalu Hadrian Irfani, mengungkapkan harapannya. "Jangan sampai sudah banyak menaturalisasi, tapi kemampuannya jauh di bawah pemain lokal yang sudah ada. Kita sudah menyampaikan itu kepada PSSI."

Beberapa waktu lalu, PSSI mengajukan permohonan naturalisasi terhadap lima pemain keturunan. Untuk timnas putra, ada nama Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans yang diharapkan bisa menambah kekuatan di lini depan dan tengah. Sementara itu, untuk Timnas Indonesia Putri, PSSI membidik Isabel Corian Kopp, Isabelle Nottet, dan Pauline Jeanette van de Pol untuk memperkuat lini belakang dan tengah.

Pemain Naturalisasi Baru Diharap Membuat Timnas Indonesia Lebih Kuat: Bersaing di R4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

DPR RI melalui Komisi X dan Komisi III telah memberikan persetujuan terhadap proses naturalisasi ini. Empat dari lima pemain tersebut, termasuk Mauro Zijlstra, telah mengucapkan sumpah setia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Proses naturalisasi ini menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia, yang tengah berjuang untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Menurut Lalu Hardian, proses naturalisasi ini merupakan bagian dari evaluasi mendalam terhadap performa Timnas Indonesia. Evaluasi ini dilakukan untuk mengidentifikasi area-area yang perlu diperkuat dan mencari solusi untuk meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan. Salah satu faktor yang melatarbelakangi proses naturalisasi ini adalah absennya Ole Romeny, pemain depan Timnas Indonesia, yang harus menepi karena cedera.

"Pertama kami melihat perkembangan dari Timnas Indonesia ini butuh persiapan yang bagus dan matang," jelas Lalu Hadrian Irfani. "Setelah evaluasi dari pemain-pemain yang ada saat ini, memang masih membutuhkan pemain yang dianggap mampu membawa Timnas Indonesia ini bersaing di putaran keempat."

Ia menambahkan, "Oleh sebab itu, berdasarkan hasil evaluasi dari langkah-langkah sebelumnya, apalagi Ole Romeny tidak bisa main karena cedera, maka masih dibutuhkan lagi pemain naturalisasi. Plus, dua pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia ini, usianya masih muda. Bukan hanya bisa membela timnas senior tapi bisa juga bermain di U-23."

Namun demikian, Lalu Hadrian Irfani mengingatkan bahwa proses naturalisasi ini tidak boleh membuat PSSI terlena dan melupakan pembinaan pemain-pemain lokal. Ia menekankan pentingnya pengembangan sepak bola usia muda secara berjenjang dan berkelanjutan. PSSI harus memprioritaskan pembangunan akademi sepak bola di seluruh Indonesia dengan kurikulum yang terstandar.

"Kami di Komisi X pada prinsipnya mendukung," tegas Lalu Hadrian Irfani. "Namun, kami selalu mengingatkan untuk tidak lupa terhadap pembinaan pemain-pemain lokal."

Ia melanjutkan, "Kemudian, mencari pemain-pemain lokal memang kemampuannya setara dengan pemain-pemain yang kita naturalisasi. Sehingga untuk jangka panjang, pembinaan pemain-pemain muda harus terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan berjenjang seperti yang dilakukan oleh Jepang dan lainnya. Dari usia muda hingga level senior."

Lalu Hadrian Irfani berharap program pembinaan sepak bola usia muda ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari Sabang sampai Merauke. Dengan demikian, bakat-bakat terpendam di seluruh pelosok negeri dapat ditemukan, diasah, dan dikembangkan menjadi pemain-pemain profesional yang mampu mengharumkan nama bangsa.

Ia juga menekankan pentingnya kompetisi sepak bola usia muda yang terstruktur dan berkelanjutan. Pemain muda harus memiliki jalur yang jelas untuk naik ke level profesional, mulai dari kompetisi kelompok usia U-16, U-18, hingga U-20. Sistem kompetisi yang baik akan memungkinkan pemain berbakat untuk berkembang secara bertahap dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di level yang lebih tinggi.

Selain itu, Lalu Hadrian Irfani juga berharap para pemain naturalisasi dapat memberikan kontribusi positif di luar lapangan. Ia ingin agar mereka menjadi contoh yang baik bagi pemain-pemain muda Indonesia, menunjukkan profesionalisme, disiplin, dan semangat juang yang tinggi.

"Tentunya kita berharap pemain-pemain naturalisasi ini betul menunjukkan kemampuan yang lebih dari pemain-pemain lokal hari ini," ungkap Lalu Hadrian Irfani. "Jangan sampai sudah banyak menaturalisasi, tapi kemampuannya jauh di bawah pemain lokal yang sudah ada. Kita sudah menyampaikan itu kepada PSSI."

Ia berharap para pemain naturalisasi dapat membawa nilai tambah bagi Timnas Indonesia, tidak hanya dalam hal teknis dan taktis, tetapi juga dalam hal mentalitas dan pengalaman. Pengalaman bermain di liga-liga yang lebih kompetitif di luar negeri diharapkan dapat membantu mereka untuk menghadapi tekanan dan tantangan di level internasional.

Lalu Hadrian Irfani juga mengingatkan bahwa proses naturalisasi ini harus menjadi motivasi bagi pemain-pemain lokal untuk meningkatkan standar mereka. Ia ingin agar pemain-pemain lokal tidak merasa minder atau terancam dengan kehadiran pemain-pemain naturalisasi. Sebaliknya, ia berharap mereka dapat termotivasi untuk bekerja lebih keras, belajar dari pemain-pemain naturalisasi, dan membuktikan bahwa mereka juga mampu bersaing di level tertinggi.

"Naturalisasi harus menjadi motivasi bagi pemain lokal untuk meningkatkan standar mereka," kata Lalu Hadrian Irfani. "Dan tentunya PSSI tidak boleh abai dengan kewajibannya melakukan pembinaan dari level usia muda secara berjenjang."

Ia menambahkan, "PSSI harus memprioritaskan pembangunan akademi sepak bola di seluruh Indonesia dengan kurikulum yang terstandar. Program pembinaan ini harus bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari Sabang sampai Merauke, sehingga bakat-bakat terpendam bisa ditemukan dan diasah."

Lalu Hadrian Irfani juga menekankan pentingnya peran pelatih dalam memaksimalkan potensi pemain-pemain naturalisasi dan pemain-pemain lokal. Pelatih harus mampu menciptakan harmoni di dalam tim, menggabungkan kekuatan masing-masing pemain, dan membangun tim yang solid dan kompak.

"Pelatih memiliki peran yang sangat penting dalam mengelola tim," ujar Lalu Hadrian Irfani. "Pelatih harus mampu menciptakan suasana yang kondusif di dalam tim, memberikan motivasi kepada pemain, dan membantu mereka untuk mencapai potensi terbaik mereka."

Ia berharap dengan kombinasi antara pemain-pemain naturalisasi berkualitas, pemain-pemain lokal yang berpotensi, dan pelatih yang kompeten, Timnas Indonesia dapat meraih prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Ia optimis bahwa Timnas Indonesia memiliki potensi untuk bersaing dengan tim-tim terbaik di Asia dan bahkan di dunia.

"Kita memiliki potensi yang besar untuk menjadi tim yang kuat," kata Lalu Hadrian Irfani. "Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, saya yakin kita bisa meraih mimpi kita untuk lolos ke Piala Dunia."

Lalu Hadrian Irfani berharap para pemain naturalisasi yang baru saja menjadi WNI dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru mereka dan memberikan kontribusi maksimal bagi Timnas Indonesia. Ia ingin agar mereka dapat merasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan berjuang sekuat tenaga untuk mengharumkan nama negara di kancah internasional.

"Saya berharap para pemain naturalisasi dapat segera beradaptasi dan memberikan yang terbaik untuk Timnas Indonesia," kata Lalu Hadrian Irfani. "Saya yakin mereka akan menjadi bagian penting dari tim kita dan membantu kita untuk meraih kesuksesan."

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PSSI atas upaya mereka dalam meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. Ia berharap PSSI dapat terus bekerja keras untuk mengembangkan sepak bola Indonesia, mulai dari level usia muda hingga level senior.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada PSSI atas kerja keras mereka," kata Lalu Hadrian Irfani. "Saya berharap PSSI dapat terus mengembangkan sepak bola Indonesia dan membawa kita menuju kejayaan."

Dengan semangat optimisme dan harapan yang tinggi, Lalu Hadrian Irfani berharap kehadiran pemain-pemain naturalisasi baru ini akan menjadi momentum bagi kebangkitan sepak bola Indonesia. Ia yakin bahwa dengan kerja sama yang baik antara PSSI, pemerintah, dan seluruh masyarakat Indonesia, mimpi untuk melihat Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia dapat menjadi kenyataan.

"Mari kita dukung Timnas Indonesia," ajak Lalu Hadrian Irfani. "Bersama, kita bisa meraih mimpi kita."

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :