Moms seringkali merasa khawatir ketika si kecil tiba-tiba menolak makan, kondisi yang dikenal sebagai Gerakan Tutup Mulut (GTM). Meskipun wajar terjadi pada anak-anak, GTM dapat memicu kecemasan pada orang tua terkait dengan kecukupan nutrisi anak.
GTM dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk anak yang sedang sakit, tumbuh gigi, bosan dengan makanan, atau tekstur makanan yang tidak sesuai. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi penyebab GTM agar dapat menemukan solusi yang tepat. Namun, bagaimana jika penyebabnya sulit untuk diidentifikasi?
Salah satu langkah penting yang dapat diterapkan adalah dengan konsisten mengikuti feeding rules atau aturan makan yang direkomendasikan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).
Kenapa Feeding Rules Penting?
Menurut dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikriatama, SpA, menerapkan pola makan yang jelas akan membantu tubuh anak belajar mengenali rasa lapar dan kenyang. Dengan jadwal makan yang teratur, anak akan lebih mudah merasakan lapar pada waktu makan dan merasa kenyang setelah makan.
"Yang penting kalau sudah jam makan berikan makanan, kalau sudah 30 menit selesai, jangan dilanjutkan," ujar dr. Aisya Fikriatama. Ini berarti bahwa orang tua tidak hanya menentukan kapan anak harus makan, tetapi tubuh anak juga akan memberikan sinyal alami saat waktunya makan tiba.
Setelah makan utama, lambung anak akan kembali kosong dalam waktu sekitar 100 menit. Ini berarti bahwa ketika jam makan berikutnya tiba, si kecil akan merasa lapar secara alami. Jika jadwal makan tidak teratur, anak bisa menjadi terlalu kenyang karena terlalu banyak camilan, atau sebaliknya, menjadi rewel karena terlambat makan.
Ciri-Ciri Anak Lapar dan Kenyang
Selain menerapkan jadwal makan yang teratur, penting juga untuk mengenali tanda-tanda saat anak lapar dan kenyang.
- Tanda lapar: Anak mungkin menjadi gelisah, rewel, mencari puting atau sumber makanan (untuk bayi), memasukkan tangan atau benda ke mulut, atau membuka mulut ketika sendok mendekat.
- Tanda kenyang: Anak mungkin menutup mulut rapat, menoleh menjauh, mendorong sendok dengan tangan, memainkan makanan, atau bahkan tidak merespons ketika disodori makanan.
Dengan memperhatikan sinyal-sinyal ini, orang tua dapat lebih bijaksana dalam menentukan kapan anak siap makan dan kapan harus berhenti. Memaksa anak untuk makan saat mereka sudah kenyang dapat menyebabkan stres dan penolakan terhadap makanan di kemudian hari.
Aturan Praktis dalam Feeding Rules
Berikut adalah beberapa aturan praktis yang dapat diterapkan dalam feeding rules:
-
Jadwal Makan Teratur: Tetapkan jadwal makan yang teratur, biasanya 3 kali makan utama dan 2-3 kali camilan sehat di antara waktu makan. Pastikan ada jeda waktu yang cukup antara waktu makan dan camilan agar anak merasa lapar saat waktu makan tiba.
-
Durasi Makan: Batasi durasi makan sekitar 30 menit. Jika anak tidak menghabiskan makanannya dalam waktu tersebut, jangan memaksa mereka untuk terus makan. Singkirkan makanan dan tawarkan kembali pada waktu makan berikutnya.
-
Tidak Ada Distraksi: Hindari memberikan distraksi seperti televisi, gadget, atau mainan saat anak makan. Fokuskan perhatian anak pada makanan dan proses makan.
-
Suasana Makan yang Menyenangkan: Ciptakan suasana makan yang menyenangkan dan positif. Ajak anak untuk makan bersama keluarga, berbicara tentang makanan, dan memberikan pujian saat mereka mencoba makanan baru.
-
Pilihan Makanan Sehat: Tawarkan pilihan makanan sehat dan bergizi yang bervariasi. Libatkan anak dalam memilih dan menyiapkan makanan jika memungkinkan.
-
Jangan Menawarkan Camilan Sebelum Waktu Makan: Hindari memberikan camilan terlalu dekat dengan waktu makan utama. Camilan dapat membuat anak merasa kenyang dan menolak makan saat waktu makan tiba.
-
Jangan Menyuap di Luar Jadwal Makan: Hindari menyuap anak di luar jadwal makan yang telah ditentukan. Hal ini dapat mengganggu nafsu makan anak dan membuat mereka tidak lapar saat waktu makan tiba.
-
Jangan Menghukum atau Memberi Imbalan dengan Makanan: Hindari menggunakan makanan sebagai hukuman atau imbalan. Hal ini dapat menciptakan hubungan yang tidak sehat antara anak dan makanan.
-
Konsisten: Konsisten dalam menerapkan feeding rules. Jangan mengubah aturan secara tiba-tiba atau memberikan pengecualian terlalu sering.
-
Sabar dan Fleksibel: Ingatlah bahwa setiap anak berbeda dan mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan feeding rules. Bersabar dan fleksibel, tetapi tetap konsisten dengan aturan yang telah ditetapkan.
Tips Tambahan untuk Mengatasi GTM
Selain menerapkan feeding rules, berikut adalah beberapa tips tambahan yang dapat membantu mengatasi GTM pada anak:
-
Identifikasi Penyebab GTM: Cobalah untuk mengidentifikasi penyebab GTM pada anak. Apakah mereka sedang sakit, tumbuh gigi, bosan dengan makanan, atau mengalami masalah lain?
-
Variasi Makanan: Tawarkan variasi makanan yang berbeda setiap hari. Jangan hanya memberikan makanan yang sama berulang-ulang.
-
Presentasi Makanan yang Menarik: Buat presentasi makanan yang menarik dan menggugah selera. Gunakan warna-warna cerah dan bentuk-bentuk yang lucu.
-
Libatkan Anak dalam Memasak: Libatkan anak dalam proses memasak. Biarkan mereka membantu mencuci sayuran, mengaduk adonan, atau menghias makanan.
-
Tawarkan Makanan dalam Porsi Kecil: Tawarkan makanan dalam porsi kecil. Jangan memberikan terlalu banyak makanan sekaligus, karena ini dapat membuat anak merasa kewalahan.
-
Jangan Memaksa Anak Makan: Jangan memaksa anak untuk makan jika mereka tidak mau. Memaksa anak makan dapat membuat mereka semakin menolak makanan.
-
Berikan Contoh yang Baik: Berikan contoh yang baik dengan makan makanan sehat di depan anak. Anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka.
-
Konsultasikan dengan Dokter: Jika GTM pada anak berlanjut dalam waktu yang lama atau menyebabkan penurunan berat badan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.
Kesimpulan
Menerapkan feeding rules adalah langkah penting dalam mencegah dan mengatasi GTM pada anak. Dengan jadwal makan yang teratur, durasi makan yang terbatas, dan suasana makan yang menyenangkan, anak akan lebih mudah belajar mengenali rasa lapar dan kenyang. Selain itu, penting juga untuk mengenali tanda-tanda lapar dan kenyang pada anak, serta menghindari distraksi dan memberikan pilihan makanan sehat.
Ingatlah bahwa setiap anak berbeda dan mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan feeding rules. Bersabar dan fleksibel, tetapi tetap konsisten dengan aturan yang telah ditetapkan. Jika GTM pada anak berlanjut dalam waktu yang lama, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Dengan menerapkan feeding rules dan tips tambahan yang telah disebutkan, diharapkan anak dapat menikmati makanan mereka dan mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang yang optimal. Selain itu, orang tua juga akan merasa lebih tenang dan tidak terlalu khawatir dengan masalah makan anak.
Penting untuk diingat bahwa tujuan utama dari feeding rules adalah untuk menciptakan hubungan yang sehat antara anak dan makanan, bukan untuk memaksa anak makan. Dengan pendekatan yang positif dan suportif, anak akan lebih mudah belajar menikmati makanan dan mengembangkan kebiasaan makan yang sehat seumur hidup.