Perplexity AI Ajukan Tawaran Menggemparkan: Ingin Beli Chrome dari Google Seharga Rp534 Triliun!

  • Maskobus
  • Aug 18, 2025

Perusahaan rintisan (startup) di bidang kecerdasan buatan (AI), Perplexity AI, baru-baru ini membuat gebrakan dengan mengajukan tawaran akuisisi yang sangat ambisius: membeli peramban (browser) Chrome dari raksasa teknologi Google. Menurut laporan dari Reuters dan sumber-sumber terpercaya lainnya seperti GSM Arena dan CNBC, nilai tawaran yang diajukan Perplexity AI mencapai $34,5 miliar atau sekitar Rp534,75 triliun (kurs saat ini). Angka ini tentu saja sangat fantastis, mencerminkan nilai dan popularitas Chrome sebagai salah satu peramban web yang paling banyak digunakan di dunia.

Alasan di Balik Tawaran Menggiurkan

Penawaran dengan nilai yang sangat besar ini mengindikasikan betapa strategisnya Chrome bagi Perplexity AI. Akuisisi ini akan memberikan Perplexity AI akses instan ke basis pengguna Chrome yang sangat besar, yang diperkirakan mencapai lebih dari tiga miliar orang di seluruh dunia. Ini akan secara signifikan mempercepat pertumbuhan Perplexity AI dan memposisikannya sebagai pesaing utama di pasar peramban web yang semakin kompetitif.

Selain itu, akuisisi Chrome akan memberikan Perplexity AI akses ke teknologi dan infrastruktur yang mendasari Chrome, termasuk source code Chromium yang bersifat open source. Chromium adalah proyek peramban web open source yang menjadi dasar bagi Chrome dan sejumlah peramban web lainnya, termasuk Microsoft Edge, Brave, dan Opera. Dengan memiliki Chrome, Perplexity AI akan memiliki kendali penuh atas pengembangan dan evolusi peramban web ini, memungkinkan mereka untuk mengintegrasikan teknologi AI mereka sendiri dan menciptakan pengalaman pengguna yang unik dan inovatif.

Bukan Pertama Kalinya Perplexity AI Bernafsu Akuisisi

Perplexity AI Ajukan Tawaran Menggemparkan: Ingin Beli Chrome dari Google Seharga Rp534 Triliun!

Tawaran untuk mengakuisisi Chrome ini bukanlah pertama kalinya Perplexity AI menunjukkan minat untuk melakukan akuisisi besar. Sebelumnya, perusahaan ini juga sempat menyatakan minat untuk membeli operasi TikTok di Amerika Serikat. Meskipun rencana akuisisi TikTok tersebut tidak berlanjut, hal ini menunjukkan bahwa Perplexity AI memiliki ambisi besar untuk tumbuh dengan cepat melalui akuisisi strategis.

Pendanaan dan Investor Misterius

Meskipun menawarkan nilai akuisisi yang sangat besar, Perplexity AI belum memberikan rincian lengkap mengenai bagaimana mereka akan mendanai akuisisi Chrome. Perusahaan ini hanya menyatakan bahwa beberapa investor siap untuk membiayai penuh akuisisi tersebut, tanpa mengungkapkan identitas para investor tersebut. Hingga saat ini, Perplexity AI baru berhasil mengumpulkan sekitar $1 miliar dalam pendanaan untuk layanan chatbot AI miliknya. Identitas investor yang bersedia menggelontorkan dana hingga puluhan miliar dolar ini masih menjadi misteri.

Persaingan Sengit dan Tekanan Regulasi

Minat untuk mengakuisisi Chrome tidak hanya datang dari Perplexity AI. Beberapa perusahaan lain juga dilaporkan tertarik untuk membeli peramban web populer ini, termasuk OpenAI (pengembang ChatGPT), Yahoo, dan firma ekuitas swasta Apollo Global Management. Minat yang besar ini sebagian besar didorong oleh tekanan regulasi di Amerika Serikat yang mendorong Google untuk melepaskan Chrome demi mengurangi dominasinya di industri teknologi.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah mengusulkan penjualan Chrome sebagai salah satu solusi untuk mengatasi dugaan praktik monopoli ilegal yang dilakukan oleh Google di pasar pencarian online. Putusan final dari hakim federal terkait langkah ini diperkirakan akan keluar pada bulan ini. Jika hakim federal memutuskan bahwa Google harus menjual Chrome, maka persaingan untuk mengakuisisi peramban web ini akan semakin sengit.

Posisi Google: Jual atau Banding?

Meskipun menghadapi tekanan regulasi yang signifikan, hingga saat ini Google belum menyatakan kesediaannya untuk menjual Chrome. Raksasa teknologi ini berencana untuk mengajukan banding atas putusan pengadilan AS tahun lalu yang menyatakan bahwa Google memiliki monopoli ilegal di pasar pencarian online. Google berpendapat bahwa mereka tidak melakukan praktik monopoli dan bahwa inovasi dan layanan yang mereka tawarkan bermanfaat bagi konsumen.

Jika Google berhasil memenangkan banding, maka mereka tidak perlu menjual Chrome dan dapat terus mengoperasikan peramban web ini secara independen. Namun, jika Google kalah dalam banding, maka mereka mungkin terpaksa menjual Chrome untuk memenuhi tuntutan regulator.

Perplexity AI dan Ambisi Browser Berbasis AI

Perplexity AI sendiri baru-baru ini meluncurkan Comet, sebuah peramban web baru yang dilengkapi dengan teknologi AI. Comet dirancang untuk membantu pengguna melakukan tugas secara otomatis dan memberikan pengalaman browsing yang lebih cerdas dan efisien. Akuisisi Chrome akan memberikan Perplexity AI platform yang ideal untuk mengembangkan dan menyebarkan teknologi AI mereka lebih lanjut di pasar peramban web.

Janji Perplexity AI: Chromium Tetap Open Source

Salah satu poin penting dari tawaran Perplexity AI adalah janji mereka untuk mempertahankan source code Chromium tetap terbuka (open source) jika mereka berhasil mengakuisisi Chrome. Perplexity AI juga berjanji untuk menginvestasikan $3 miliar dalam dua tahun untuk pengembangan browser dan tidak akan mengubah mesin pencari bawaan Chrome.

Menurut Perplexity AI, langkah-langkah ini akan menjaga kebebasan pilihan pengguna dan mengurangi kekhawatiran terkait persaingan di masa depan. Dengan tetap mempertahankan Chromium sebagai proyek open source, Perplexity AI akan memastikan bahwa pengembang lain dapat terus berkontribusi pada pengembangan peramban web ini dan bahwa pengguna memiliki akses ke berbagai macam peramban web yang berbeda.

Skandal "Blot AI Siluman"

Di tengah ambisi akuisisi yang besar ini, Perplexity AI baru-baru ini juga tersandung skandal. Cloudflare, sebuah perusahaan penyedia layanan keamanan dan kinerja web, mengungkap bahwa Perplexity AI menggunakan "Blot AI siluman" yang melanggar kebijakan dan peraturan Cloudflare. Rincian lengkap mengenai skandal ini masih belum jelas, tetapi hal ini tentu saja dapat merusak reputasi Perplexity AI dan mempengaruhi peluang mereka untuk mengakuisisi Chrome.

Implikasi dan Dampak Potensial

Tawaran akuisisi Chrome oleh Perplexity AI memiliki implikasi dan dampak potensial yang sangat besar bagi industri teknologi. Jika akuisisi ini berhasil, maka lanskap persaingan di pasar peramban web akan berubah secara signifikan. Perplexity AI akan menjadi pemain utama yang mampu menantang dominasi Google dan Microsoft.

Selain itu, akuisisi ini juga dapat memicu inovasi lebih lanjut di bidang peramban web berbasis AI. Perplexity AI memiliki potensi untuk mengintegrasikan teknologi AI mereka ke dalam Chrome dan menciptakan pengalaman pengguna yang benar-benar baru dan revolusioner.

Kesimpulan

Tawaran Perplexity AI untuk membeli Chrome dari Google merupakan langkah yang sangat berani dan ambisius. Akuisisi ini memiliki potensi untuk mengubah lanskap persaingan di pasar peramban web dan memicu inovasi lebih lanjut di bidang peramban web berbasis AI. Namun, keberhasilan akuisisi ini masih belum pasti, mengingat tekanan regulasi yang dihadapi Google dan persaingan sengit dari perusahaan lain yang juga berminat untuk mengakuisisi Chrome. Kita akan terus mengikuti perkembangan berita ini untuk melihat bagaimana kisah ini akan berlanjut.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :