PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, telah sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) tahun 2025 di Jakarta Pusat. Agenda utama dari RUPS-LB ini adalah penetapan susunan baru jajaran Direksi dan Dewan Komisaris perusahaan, sebuah langkah strategis untuk memperkuat kinerja dan arah PGN dalam menghadapi tantangan industri energi yang dinamis. Keputusan penting ini diharapkan dapat memberikan angin segar dan inovasi dalam pengelolaan infrastruktur gas bumi di Indonesia, sejalan dengan visi PGN untuk mendukung ketahanan energi nasional.
RUPS-LB ini menjadi momentum krusial bagi PGN untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap struktur kepemimpinan perusahaan. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk pengalaman, kompetensi, dan rekam jejak para kandidat, pemegang saham sepakat untuk menunjuk figur-figur yang dinilai paling tepat untuk mengemban amanah dalam memajukan PGN. Proses pemilihan ini dilakukan secara transparan dan akuntabel, memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kepentingan terbaik perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.
Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam RUPS-LB ini adalah penetapan Arief Kurnia Risdianto sebagai Direktur Utama PGN. Penunjukan ini menandai babak baru dalam kepemimpinan perusahaan, dengan harapan bahwa Arief Kurnia Risdianto dapat membawa PGN menuju level yang lebih tinggi dalam hal kinerja operasional, inovasi, dan kontribusi terhadap sektor energi nasional. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Arief Kurnia Risdianto diharapkan mampu memimpin PGN dalam menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di pasar gas bumi.
Selain penunjukan Direktur Utama, RUPS-LB juga mengumumkan susunan lengkap jajaran Direksi PGN yang baru. Formasi ini terdiri dari para profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman yang relevan di bidangnya masing-masing, mencerminkan komitmen PGN untuk memiliki tim manajemen yang solid dan kompeten. Berikut adalah daftar lengkap Direksi PGN yang baru:
- Direktur Infrastruktur dan Teknologi: Hery Murahmanta
- Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis: Mirza Mahendra
- Direktur Keuangan: Catur Dermawan
- Direktur Komersial: Aldiansyah Icham
- Direktur Manajemen Risiko: Eri Surya Kelana
- Direktur SDM dan Penunjang Bisnis: Rachmat Hutama

Masing-masing Direktur memiliki peran dan tanggung jawab yang spesifik dalam menjalankan roda organisasi PGN. Direktur Infrastruktur dan Teknologi bertanggung jawab atas pengembangan dan pengelolaan infrastruktur gas bumi yang handal dan efisien. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis bertugas untuk merumuskan strategi bisnis yang inovatif dan mengembangkan peluang-peluang baru di pasar gas bumi. Direktur Keuangan bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan. Direktur Komersial bertugas untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pangsa pasar gas bumi. Direktur Manajemen Risiko bertanggung jawab atas pengelolaan risiko perusahaan yang komprehensif dan terintegrasi. Terakhir, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis bertugas untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan menyediakan layanan pendukung bisnis yang optimal.
Tidak hanya jajaran Direksi, RUPS-LB juga menetapkan susunan baru Dewan Komisaris PGN. Dewan Komisaris memiliki peran penting dalam mengawasi dan memberikan arahan strategis kepada Direksi, memastikan bahwa perusahaan berjalan sesuai dengan visi, misi, dan nilai-nilai yang telah ditetapkan. Susunan Dewan Komisaris PGN yang baru terdiri dari para tokoh yang memiliki pengalaman dan reputasi yang baik di bidangnya masing-masing, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan PGN. Berikut adalah daftar lengkap Dewan Komisaris PGN yang baru:
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Tony Setia Boedi Hoesodo
- Komisaris: Edward Omar Sharif Hiariej
- Komisaris: Rambe Kamarulzaman
- Komisaris: Thanon Aria Dewarnega
- Komisaris Independen: Conny Lolyta Rumondor
Komisaris Utama memiliki tanggung jawab untuk memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan Dewan Komisaris, serta memastikan bahwa perusahaan dikelola secara profesional dan akuntabel. Komisaris Independen bertugas untuk memberikan pandangan yang objektif dan independen terhadap kebijakan dan strategi perusahaan. Para Komisaris lainnya memiliki peran untuk memberikan masukan dan saran yang konstruktif kepada Direksi, serta mengawasi kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Dengan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru ini, PGN diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai Subholding Gas Pertamina yang terdepan dalam mendukung ketahanan energi nasional. PGN memiliki peran strategis dalam mengelola infrastruktur gas bumi yang luas dan kompleks di seluruh Indonesia, serta mendistribusikan gas bumi kepada berbagai sektor, mulai dari industri, kelistrikan, transportasi, hingga rumah tangga. Keberadaan PGN sangat penting untuk memastikan ketersediaan energi yang terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Selain penetapan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, RUPS-LB PGN juga menegaskan komitmen perseroan untuk terus bertransformasi, meningkatkan efisiensi, dan memperluas pemanfaatan gas bumi bagi berbagai sektor. Transformasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari digitalisasi proses bisnis, pengembangan produk dan layanan baru, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia. PGN menyadari bahwa untuk dapat bersaing di era digital dan menghadapi tantangan global, perusahaan harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Peningkatan efisiensi juga menjadi fokus utama PGN dalam menjalankan bisnisnya. PGN berupaya untuk mengurangi biaya operasional, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan penggunaan aset perusahaan. Dengan meningkatkan efisiensi, PGN dapat memberikan harga gas bumi yang lebih kompetitif kepada pelanggan, serta meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Perluasan pemanfaatan gas bumi juga menjadi agenda penting bagi PGN. PGN berupaya untuk meningkatkan penggunaan gas bumi di berbagai sektor, seperti industri, kelistrikan, transportasi, dan rumah tangga. Peningkatan penggunaan gas bumi dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil yang impor, serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Dalam sektor industri, PGN berupaya untuk meningkatkan penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar dan bahan baku produksi. Gas bumi memiliki keunggulan dibandingkan bahan bakar lain, seperti lebih bersih, lebih efisien, dan lebih murah. Dengan menggunakan gas bumi, industri dapat meningkatkan daya saingnya di pasar global.
Dalam sektor kelistrikan, PGN berupaya untuk meningkatkan penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga gas memiliki keunggulan dibandingkan pembangkit listrik tenaga batu bara, seperti lebih bersih, lebih fleksibel, dan lebih cepat dibangun. Dengan menggunakan gas bumi, Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kelistrikan.
Dalam sektor transportasi, PGN berupaya untuk mengembangkan infrastruktur pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan mendorong penggunaan kendaraan berbahan bakar gas. Kendaraan berbahan bakar gas memiliki keunggulan dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin atau solar, seperti lebih hemat biaya, lebih ramah lingkungan, dan lebih aman. Dengan menggunakan kendaraan berbahan bakar gas, masyarakat dapat mengurangi pengeluaran untuk bahan bakar dan mengurangi polusi udara.
Dalam sektor rumah tangga, PGN berupaya untuk memperluas jaringan gas bumi ke rumah-rumah penduduk. Jaringan gas bumi memiliki keunggulan dibandingkan tabung gas LPG, seperti lebih praktis, lebih aman, dan lebih murah. Dengan menggunakan jaringan gas bumi, masyarakat dapat menikmati energi yang bersih dan terjangkau.
RUPS-LB PGN tahun 2025 ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan peluang. Dengan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru, serta komitmen untuk terus bertransformasi dan meningkatkan efisiensi, PGN optimis dapat terus memberikan kontribusi yang signifikan bagi ketahanan energi nasional dan pembangunan ekonomi Indonesia. PGN akan terus berupaya untuk menjadi perusahaan gas bumi yang terdepan dan terpercaya di Indonesia, serta menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.