Rafathar Umur Berapa? Disebut Tak Sopan Usai Lontarkan Kata-Kata Ini ke Raffi Ahmad

  • Maskobus
  • Aug 31, 2025

Rafathar Malik Ahmad, putra sulung dari pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, kembali menjadi sorotan publik. Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, Rafathar menuai reaksi beragam setelah video dirinya melontarkan kata-kata yang dianggap kurang sopan kepada sang ayah, Raffi Ahmad, viral di media sosial. Momen ini terjadi saat keluarga Raffi Ahmad mengikuti lomba 17 Agustusan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rafathar: Anak Sultan yang Tengah Beranjak Remaja

Lahir pada tanggal 15 Agustus 2015, Rafathar tumbuh di bawah sorotan kamera. Sejak kelahirannya, ia telah menjadi idola cilik yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Julukan "Bos Kecil" atau "Anak Sultan" melekat padanya, menggambarkan kehidupannya yang serba mewah dan popularitasnya yang tinggi. Setiap momen dalam hidupnya, mulai dari ulang tahun hingga kegiatan sehari-hari, kerap menjadi konsumsi publik melalui berbagai platform media sosial dan acara televisi.

Popularitas Rafathar tidak hanya berasal dari status orang tuanya sebagai selebriti papan atas, tetapi juga dari kepribadiannya yang polos dan menggemaskan. Ia seringkali menampilkan tingkah laku lucu dan spontan yang membuat banyak orang merasa terhibur. Namun, seiring bertambahnya usia, Rafathar juga mulai menunjukkan sisi emosionalnya, terutama ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Rafathar Umur Berapa? Disebut Tak Sopan Usai Lontarkan Kata-Kata Ini ke Raffi Ahmad

Momen Lomba 17-an yang Menuai Kontroversi

Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen yang menyenangkan bagi banyak orang, termasuk keluarga Raffi Ahmad. Mereka turut serta dalam berbagai perlombaan yang diadakan untuk memeriahkan acara tersebut. Namun, sebuah insiden kecil dalam salah satu perlombaan justru menjadi pemicu kontroversi.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat Raffi Ahmad dan Rafathar sedang mengikuti lomba yang melibatkan air. Saat itu, Raffi Ahmad secara spontan menjegal kaki Rafathar hingga putranya tersebut terjatuh. Reaksi Rafathar terhadap tindakan ayahnya itulah yang kemudian menuai berbagai komentar dari warganet.

Dengan ekspresi kesal, Rafathar berulang kali mengucapkan kata-kata "Bodo amat, bodo amat, bodo amat" sambil menepuk tangannya. Video singkat ini dengan cepat menjadi viral dan memicu perdebatan di kalangan netizen. Sebagian besar warganet menilai bahwa kata-kata yang diucapkan Rafathar tidak pantas diucapkan oleh seorang anak kepada orang tuanya.

Reaksi Warganet: Kritik dan Nasihat untuk Rafathar

Berbagai komentar pedas dan kritik tajam membanjiri kolom komentar video tersebut. Banyak warganet yang menyayangkan sikap Rafathar yang dianggap kurang sopan terhadap ayahnya. Mereka menilai bahwa Rafathar terlalu dimanja sehingga berani berbicara seperti itu kepada orang tuanya.

"Terlalu dimanja bicaranya Rafathar jadinya kek begitu," tulis seorang netizen dengan nada prihatin.

"Terlalu berani sama orang tua," sahut netizen lainnya dengan nada serupa.

Beberapa warganet bahkan memberikan nasihat kepada Rafathar agar lebih menghormati orang tuanya. Mereka mengingatkan bahwa meskipun Raffi Ahmad melakukan kesalahan, Rafathar tetap tidak seharusnya berbicara dengan nada yang kurang sopan.

"Kecik-kecik udah ngomong begitu sama bapaknya, nggak bagus loh Rafathar," komentar seorang pengguna media sosial.

Tidak hanya itu, beberapa warganet juga menyoroti peran pengasuh Rafathar, Mbak Lala, dalam mendidik Rafathar. Mereka berharap agar Mbak Lala dapat memberikan nasihat dan bimbingan kepada Rafathar agar lebih menghargai dan menghormati orang tuanya.

"Maaf ya Mbak Lala, pelan-pelan Aa Rafathar dikasih tahu untuk tidak nyolot sama papanya, menghargai papanya. Jadi sakit kan kakinya Aa," tulis seorang warganet yang memberikan saran kepada Mbak Lala.

"Fungsinya Lala harus ditingkatkan! Ajarin Rafathar soal sopan santun ke papanya. Apapun kesalahan ortu, nggak boleh begitu sama orang tua," komentar warganet lainnya dengan nada yang lebih tegas.

Peran Orang Tua dan Pengasuh dalam Membentuk Karakter Anak

Insiden yang melibatkan Rafathar ini memunculkan kembali perdebatan mengenai peran orang tua dan pengasuh dalam membentuk karakter anak. Banyak pihak yang berpendapat bahwa orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam mendidik anak-anak mereka tentang nilai-nilai kesopanan, etika, dan rasa hormat terhadap orang lain, terutama orang tua.

Namun, dalam kasus keluarga selebriti seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, peran pengasuh juga menjadi sangat penting. Mengingat kesibukan mereka yang padat, pengasuh seringkali menjadi sosok yang paling dekat dengan anak-anak mereka dan memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku dan karakter anak.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pengasuh untuk bekerja sama dalam mendidik anak-anak mereka. Orang tua harus memberikan arahan dan nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada anak, sementara pengasuh bertugas untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari anak.

Pentingnya Komunikasi yang Efektif dalam Keluarga

Selain pendidikan tentang nilai-nilai kesopanan dan rasa hormat, komunikasi yang efektif dalam keluarga juga sangat penting. Orang tua harus menciptakan lingkungan yang terbuka dan jujur di mana anak-anak merasa nyaman untuk mengungkapkan perasaan dan pendapat mereka.

Dalam kasus Rafathar, mungkin saja ia merasa kesal dan frustrasi karena dijegal oleh ayahnya saat lomba. Namun, karena kurangnya komunikasi yang efektif, ia tidak dapat menyampaikan perasaannya dengan cara yang lebih baik. Akibatnya, ia melontarkan kata-kata yang dianggap kurang sopan.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk meluangkan waktu untuk berbicara dengan anak-anak mereka, mendengarkan keluh kesah mereka, dan membantu mereka memahami cara yang tepat untuk mengungkapkan perasaan mereka. Dengan komunikasi yang efektif, anak-anak akan belajar untuk mengekspresikan diri mereka dengan cara yang lebih positif dan konstruktif.

Menanggapi Kritik dengan Bijak

Sebagai seorang anak yang tumbuh di bawah sorotan publik, Rafathar tentu tidak luput dari berbagai kritik dan komentar negatif. Namun, penting bagi Rafathar dan keluarganya untuk menanggapi kritik tersebut dengan bijak.

Kritik dapat menjadi masukan yang berharga untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, tidak semua kritik bersifat membangun. Oleh karena itu, penting untuk memilah dan memilih kritik yang relevan dan bermanfaat, serta mengabaikan kritik yang bersifat merendahkan atau menghina.

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai orang tua memiliki peran penting dalam membimbing Rafathar untuk menghadapi kritik dengan bijak. Mereka dapat membantu Rafathar memahami bahwa tidak semua orang akan menyukai atau setuju dengan apa yang ia lakukan, dan bahwa hal itu adalah bagian dari kehidupan.

Pembelajaran untuk Semua Pihak

Insiden yang melibatkan Rafathar ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama bagi orang tua, pengasuh, dan anak-anak. Orang tua harus lebih memperhatikan pendidikan karakter anak-anak mereka dan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. Pengasuh harus menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab dan memberikan contoh yang baik bagi anak-anak yang mereka asuh. Sementara itu, anak-anak harus belajar untuk menghormati orang tua dan orang lain, serta mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang lebih positif dan konstruktif.

Semoga insiden ini dapat menjadi titik awal bagi Rafathar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijaksana. Dengan dukungan dan bimbingan dari orang tua, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya, Rafathar diharapkan dapat tumbuh menjadi anak yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :