Seperti Manusia, Kambing Juga Bisa Pingsan

  • Maskobus
  • Aug 29, 2025

Pingsan, atau hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dan sementara, bukanlah monopoli manusia. Fenomena unik ini ternyata juga bisa dialami oleh hewan, salah satunya adalah kambing. Bahkan, ada istilah khusus yang digunakan untuk menggambarkan perilaku aneh ini: fainting goat, atau kambing pingsan.

Pada tahun 2017, sebuah video viral menggemparkan dunia maya, menampilkan aksi fainting goat yang menggemaskan sekaligus membingungkan. Video tersebut direkam oleh David Taneyhill, pemilik dua ekor kambing bernama Ricky dan Lucy. Dalam video tersebut, terlihat Ricky dan Lucy sedang bermain di halaman rumah. Ketika Lucy melompat ke ayunan, gerakan ayunan itu mengarah ke Ricky. Reaksi Ricky sungguh tak terduga: ia langsung menegang, kehilangan keseimbangan, dan roboh ke tanah karena ketakutan. Kelumpuhan sementara ini hanya berlangsung beberapa detik sebelum Ricky kembali melompat dan melanjutkan aktivitasnya seolah tidak terjadi apa-apa.

"Kambing cokelat kami, Lucy, hanya pingsan dua atau tiga kali sejak kami mendapatkannya, tetapi Ricky pingsan beberapa kali seminggu," ungkap Taneyhill dalam sebuah wawancara dengan National Geographic.

Video kambing pingsan ini dengan cepat menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia. Video tersebut menjadi viral di berbagai platform media sosial, seperti YouTube dan Vine (yang kini sudah tidak beroperasi). Salah satu video tentang fenomena ini bahkan berhasil mencetak rekor dengan lebih dari 25 juta penonton di YouTube. Popularitas fainting goat juga menarik perhatian acara populer Mythbusters, yang mendedikasikan satu episode khusus untuk mengulas fenomena unik ini.

Dari sudut pandang ilmiah, perilaku kambing pingsan ini dikenal sebagai myotonia congenita, sebuah kondisi genetik yang memengaruhi fungsi otot. Dalam kondisi normal, otot berkontraksi untuk menghasilkan gerakan dan kemudian rileks untuk mengembalikan posisi semula. Namun, pada hewan yang menderita myotonia congenita, otot berkontraksi tetapi kesulitan untuk rileks. Akibatnya, hewan tersebut mengalami kelumpuhan sementara atau menjadi kaku karena rasa takut atau terkejut.

Seperti Manusia, Kambing Juga Bisa Pingsan

Myotonia congenita tidak hanya menyerang kambing, tetapi juga dapat memengaruhi hewan ternak lainnya, bahkan manusia. Pada manusia, kondisi ini tidak selalu dipicu oleh rasa takut, tetapi lebih sering disebabkan oleh faktor genetik atau mutasi spontan. Meskipun disebut kambing pingsan, penting untuk dicatat bahwa mereka sebenarnya tidak benar-benar pingsan. Hewan-hewan tersebut tetap sadar selama periode kelumpuhan sementara dan tidak kehilangan kesadaran.

Untuk memahami mekanisme di balik fenomena ini, kita perlu memahami respons tubuh terhadap rasa takut. Ketika seekor hewan merasa takut, tubuhnya akan melepaskan serangkaian hormon dan zat kimia yang memicu respons "lawan atau lari" (fight or flight). Respons ini mempersiapkan tubuh untuk menghadapi ancaman dengan meningkatkan detak jantung, mempercepat pernapasan, dan mengalirkan darah ke otot-otot.

Salah satu hipotesis yang menjelaskan mengapa kambing pingsan "mengunci diri" saat ketakutan adalah adanya mutasi sel yang menghambat mereka menerima zat kimia penggerak otot ini. Dengan kata lain, alih-alih merespons secara normal dengan berlari atau melawan, otot-otot mereka justru menegang dan menyebabkan kelumpuhan sementara.

Myotonia congenita merupakan gen resesif, yang berarti bahwa seekor kambing harus mewarisi dua salinan gen yang rusak (satu dari masing-masing induk) untuk menunjukkan gejala fainting goat. Jika seekor kambing hanya mewarisi satu salinan gen yang rusak, ia akan menjadi pembawa (carrier) tetapi tidak akan mengalami gejala fainting goat. Ketika kambing yang menderita myotonia congenita disilangkan dengan ras lain yang tidak membawa gen tersebut, keturunannya biasanya tidak menunjukkan perilaku pingsan.

Ras kambing pingsan ini merupakan salah satu dari sedikit jenis kambing asli Amerika Utara. Mereka umumnya ditemukan di Tennessee dan negara bagian tetangganya di wilayah Selatan. Asal-usul ras ini masih menjadi misteri, tetapi ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan bagaimana mereka bisa mengembangkan karakteristik unik ini.

Salah satu teori menyebutkan bahwa myotonia congenita mungkin merupakan hasil dari mutasi genetik spontan yang terjadi pada populasi kambing liar di wilayah tersebut. Mutasi ini kemudian menyebar melalui populasi karena para peternak secara tidak sengaja memilih kambing yang membawa gen tersebut untuk dikembangbiakkan.

Teori lain mengusulkan bahwa kambing pingsan mungkin merupakan hasil dari persilangan antara kambing domestik dan kambing liar. Kambing liar mungkin membawa gen myotonia congenita, dan ketika mereka kawin dengan kambing domestik, gen tersebut diturunkan kepada keturunannya.

Terlepas dari asal-usulnya, kambing pingsan telah menjadi bagian dari budaya dan sejarah wilayah Selatan Amerika Serikat. Mereka sering dipelihara sebagai hewan peliharaan atau digunakan dalam pertunjukan dan festival. Keunikan mereka telah menarik perhatian banyak orang dan menjadikan mereka simbol dari wilayah tersebut.

Meskipun banyak kambing pingsan yang dipelihara untuk diambil dagingnya, beberapa kambing, seperti Ricky dan Lucy, berhasil lolos dari maut karena dianggap menarik untuk dijadikan hewan peliharaan. Mereka menjadi bagian dari keluarga dan diperlakukan seperti anggota keluarga lainnya.

Kisah Ricky dan Lucy adalah contoh bagaimana kambing pingsan dapat membawa kegembiraan dan hiburan bagi orang-orang di sekitar mereka. Keunikan mereka telah membuat mereka menjadi populer di media sosial dan telah membantu meningkatkan kesadaran tentang kondisi genetik yang langka ini.

Namun, penting untuk diingat bahwa kambing pingsan juga membutuhkan perawatan dan perhatian khusus. Mereka rentan terhadap cedera karena ketidakmampuan mereka untuk bergerak dengan cepat saat ketakutan. Mereka juga membutuhkan lingkungan yang aman dan bebas dari stres untuk meminimalkan risiko serangan pingsan.

Jika Anda mempertimbangkan untuk memelihara kambing pingsan, penting untuk melakukan penelitian dan memahami kebutuhan khusus mereka. Anda juga harus siap untuk memberikan perawatan dan perhatian yang mereka butuhkan untuk menjalani kehidupan yang sehat dan bahagia.

Kambing pingsan adalah makhluk yang unik dan menarik yang telah menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia. Keunikan mereka telah membantu meningkatkan kesadaran tentang kondisi genetik yang langka dan telah membawa kegembiraan dan hiburan bagi orang-orang di sekitar mereka. Meskipun mereka membutuhkan perawatan dan perhatian khusus, kambing pingsan dapat menjadi hewan peliharaan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi orang yang tepat.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang myotonia congenita dan kebutuhan khusus kambing pingsan, kita dapat memastikan bahwa hewan-hewan ini diperlakukan dengan hormat dan kasih sayang yang layak mereka dapatkan. Mereka adalah bagian penting dari keanekaragaman hayati kita dan harus dilindungi dan dihargai.

Sebagai penutup, fenomena kambing pingsan mengingatkan kita bahwa keanehan dan keunikan dapat ditemukan di mana saja, bahkan di dunia hewan. Ini juga merupakan pengingat bahwa kita harus selalu terbuka untuk belajar dan memahami hal-hal baru, bahkan jika hal itu tampak aneh atau tidak biasa pada awalnya. Siapa tahu, kita mungkin menemukan sesuatu yang benar-benar menakjubkan.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :