Siasat Warga Atasi Efek Perih Gas Air Mata, Ini yang Dilakukan

  • Maskobus
  • Aug 31, 2025

Paparan gas air mata, senjata pengendali massa yang kerap digunakan dalam aksi demonstrasi, dapat menimbulkan efek yang tidak nyaman bahkan menyakitkan bagi mereka yang terpapar. Efeknya bisa beragam, mulai dari sesak napas, perih di mata, hingga iritasi pada kulit. Dalam situasi demonstrasi yang seringkali tidak terduga, penting bagi setiap individu untuk mengetahui cara mengatasi dampak gas air mata. Berdasarkan pengalaman warga yang pernah terpapar dan panduan dari ahli kesehatan, berikut adalah siasat yang bisa dilakukan untuk meminimalisir efek perih gas air mata.

Menghindar dan Mencari Udara Segar: Prioritas Utama

Ketika gas air mata ditembakkan, reaksi pertama yang harus dilakukan adalah menghindar. Gilang Pandutanaya (28), seorang wartawan yang pernah meliput aksi demonstrasi di Jakarta Pusat, menekankan pentingnya menjauhi pusat asap gas air mata sesegera mungkin. "Jangan panik, segera menghindar atau menjauh dari pusat asap. Kalau bisa berlawanan arah angin dari asap," ujarnya. Mencari ruang aman dengan udara yang lebih segar adalah langkah krusial untuk mengurangi paparan gas air mata ke saluran pernapasan.

Robby Yudistira (28), yang juga pernah berada di lokasi demonstrasi, melakukan hal serupa. "Pertolongan pertama yang dilakukan saat terpapar gas air mata adalah mencari udara segar. Berpindah ke area yang lebih netral penting dilakukan untuk mengurangi paparan gas air mata," katanya. Udara segar membantu membersihkan saluran pernapasan dari partikel gas air mata dan mengurangi iritasi.

Membilas dengan Air Bersih: Langkah Esensial

Siasat Warga Atasi Efek Perih Gas Air Mata, Ini yang Dilakukan

Setelah menjauh dari lokasi gas air mata, langkah selanjutnya yang sangat penting adalah membilas area yang terpapar dengan air bersih. dr. Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, SpB dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, menjelaskan bahwa mencuci wajah dengan air bersih membantu meluruhkan zat aktif dari gas air mata, mencegahnya berkumpul dan memicu iritasi.

"Kalau memang pedih, jangan digaruk. Cuci saja pakai air mengalir yang bersih. Jangan pakai sabun, susu, segala macam. Kalau ke mata, paling baik air mengalir saja," tegas dr. Wisnu. Menggaruk area yang terpapar justru dapat memperparah iritasi dan meningkatkan risiko infeksi.

Gilang Pandutanaya juga selalu membawa air untuk membilas wajah sebagai langkah pencegahan. "Bilas mata dan kulit dengan air, tapi jangan dikucek," pesannya. Membilas mata dengan air bersih membantu menghilangkan partikel gas air mata yang menempel dan mengurangi rasa perih.

Pasta Gigi: Efek Meredakan Sementara

Gilang Pandutanaya selalu membawa pasta gigi sebagai langkah pencegahan. Meskipun pasta gigi tidak menetralkan gas air mata, ia meyakini bahwa pasta gigi memberikan efek dingin yang dapat meredam perih sementara. Efek dingin dari pasta gigi dapat memberikan sedikit kenyamanan dan membantu mengalihkan perhatian dari rasa perih yang intens.

Pilihan Cairan Pembilas Lain: Saline dan Shampo Bayi

Selain air bersih, cairan lain juga dapat digunakan untuk membilas area yang terpapar gas air mata. Apabila efek gas air mata menyebabkan iritasi kulit dan perih, pencucian bisa dilakukan dengan air bersih, saline, atau shampo bayi. Saline, atau larutan garam fisiologis, memiliki komposisi yang mirip dengan cairan tubuh sehingga lebih lembut dan tidak menyebabkan iritasi tambahan. Shampo bayi juga memiliki formula yang lembut dan tidak pedih di mata, sehingga aman digunakan untuk membilas wajah dan kulit.

Menghindari Sabun dan Bahan Iritan Lainnya

Penting untuk diingat bahwa saat membilas area yang terpapar gas air mata, hindari penggunaan sabun, susu, atau bahan iritan lainnya. Bahan-bahan ini justru dapat memperparah iritasi dan memperlambat proses pemulihan. Air bersih adalah pilihan terbaik untuk membilas area yang terpapar gas air mata.

Kacamata Goggles: Perlindungan Preventif

Sebagai langkah pencegahan, Gilang Pandutanaya selalu membawa kacamata goggles saat meliput aksi demonstrasi. Kacamata goggles dapat melindungi mata dari paparan langsung gas air mata. Kacamata goggles memberikan lapisan pelindung yang mencegah partikel gas air mata masuk ke mata dan menyebabkan iritasi.

Antasida dan Air Dingin: Potensi Manfaat yang Perlu Dikaji Lebih Lanjut

Soal campuran obat maag berupa antasida dan air dingin yang dinarasikan di media sosial bisa menjadi obat nyeri kulit, Prof. Zullies Ikawati, pakar farmasi Universitas Gadjah Mada, menyebut ada potensi untuk manfaat tersebut. Meskipun demikian, Prof. Zullies mengingatkan bahwa bukti klinis masih kurang.

"Campuran antasida dengan air dingin menghasilkan larutan basa encer. Saat diaplikasikan ke kulit, cairan ini dapat menurunkan sensasi panas atau terbakar akibat iritasi dengan cara buffering terhadap senyawa iritan yang bersifat asam," katanya. Larutan basa encer dapat membantu menetralkan senyawa asam yang terkandung dalam gas air mata, sehingga mengurangi rasa perih dan terbakar pada kulit.

"Ini juga memberikan efek menyejukkan karena suhu dingin membantu mengurangi sensasi terbakar dan sedikit menurunkan peradangan lokal," tandas Prof. Zullies. Efek dingin dari air dingin dapat memberikan rasa nyaman dan membantu mengurangi peradangan pada kulit.

Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan antasida dan air dingin sebagai obat nyeri kulit akibat gas air mata masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas dan keamanannya. Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis sebelum menggunakan campuran ini.

Penanganan Medis: Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional

Meskipun langkah-langkah di atas dapat membantu mengatasi efek perih gas air mata, penting untuk mengetahui kapan harus mencari bantuan medis profesional. Jika efek gas air mata menyebabkan kesulitan bernapas yang parah, nyeri dada, penglihatan kabur, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera cari pertolongan medis.

Tenaga medis dapat memberikan penanganan yang lebih komprehensif, seperti pemberian oksigen, obat-obatan untuk meredakan peradangan, dan perawatan luka jika ada. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika Anda merasa khawatir dengan kondisi Anda.

Kesimpulan: Kesiapsiagaan dan Pengetahuan adalah Kunci

Paparan gas air mata dapat menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan dan menyakitkan. Namun, dengan kesiapsiagaan dan pengetahuan yang tepat, kita dapat meminimalisir efek perih gas air mata dan melindungi diri sendiri dan orang lain.

Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diingat:

  • Menghindar dari pusat asap gas air mata sesegera mungkin dan mencari udara segar.
  • Membilas area yang terpapar dengan air bersih.
  • Menghindari menggaruk area yang terpapar.
  • Membawa perlengkapan pencegahan seperti kacamata goggles dan air bersih.
  • Mengetahui kapan harus mencari bantuan medis profesional.

Dengan memahami dan menerapkan siasat-siasat ini, kita dapat meningkatkan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi situasi yang melibatkan penggunaan gas air mata. Ingatlah, keselamatan adalah prioritas utama.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :