Banyak ibu baru yang merasa khawatir ketika bayi mereka terlihat gelisah atau rewel setelah menyusu dalam waktu yang cukup lama, misalnya 30 menit. Pertanyaan yang sering muncul adalah, "Apakah bayi saya belum kenyang?" Kondisi ini memang umum terjadi dan seringkali membuat orang tua merasa bingung dan khawatir. Untuk memahami lebih dalam mengenai hal ini, penting untuk mengetahui durasi menyusu yang ideal, tanda-tanda bayi sudah kenyang, dan penyebab lain mengapa bayi mungkin masih rewel meski sudah menyusu lama.
Durasi Menyusu yang Ideal: Bukan Patokan Utama
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, durasi menyusu setiap bayi bisa berbeda-beda. Secara umum, bayi biasanya menyusu antara 10 hingga 30 menit di satu sisi payudara. Namun, dr. Aisya menekankan bahwa yang terpenting bukanlah terpaku pada durasi waktu tersebut, melainkan memperhatikan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi sudah cukup menyusu.
Tanda-Tanda Bayi Sudah Cukup Menyusu
Berikut adalah beberapa tanda yang bisa diperhatikan untuk mengetahui apakah bayi sudah cukup menyusu:
- Bayi Terlihat Puas dan Tenang: Setelah menyusu, bayi akan tampak lebih rileks, tenang, dan puas. Ekspresi wajahnya juga akan menunjukkan kepuasan.
- Bayi Melepaskan Payudara dengan Sendirinya: Ketika sudah kenyang, bayi akan melepaskan payudara dengan sendirinya. Ini adalah indikasi alami bahwa ia sudah tidak membutuhkan asupan lagi.
- Buang Air Kecil Lebih dari 6 Kali Sehari (Setelah Usia 5 Hari): Frekuensi buang air kecil yang cukup banyak menunjukkan bahwa bayi mendapatkan asupan cairan yang cukup. Setelah usia 5 hari, bayi idealnya buang air kecil lebih dari 6 kali sehari.
- Berat Badan Bayi Bertambah Sesuai Kurva Pertumbuhan: Pertambahan berat badan yang sesuai dengan kurva pertumbuhan merupakan indikator penting bahwa bayi mendapatkan nutrisi yang cukup dari ASI.
Mengapa Bayi Masih Rewel Setelah Menyusu Lama?
Jika bayi masih menangis, rewel, atau gelisah setelah menyusu lama, tidak berarti ia belum kenyang. Ada banyak faktor lain yang bisa menjadi penyebabnya. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab bayi rewel setelah menyusu:
- Kebutuhan Emosional: Bayi mungkin rewel karena membutuhkan dekapan dan sentuhan dari orang tua. Bayi merasa aman dan nyaman ketika berada dalam pelukan. Terkadang, menyusu bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga kebutuhan emosional.
- Kolik: Kolik adalah kondisi umum pada bayi yang ditandai dengan tangisan yang tidak terkendali dan berlangsung selama beberapa jam, biasanya pada sore atau malam hari. Penyebab kolik belum diketahui secara pasti, tetapi diduga berkaitan dengan masalah pencernaan, sensitivitas terhadap makanan tertentu, atau ketidakmampuan bayi untuk menenangkan diri.
- Kelelahan: Bayi yang kelelahan juga bisa menjadi rewel. Terlalu banyak stimulasi atau kurang tidur bisa membuat bayi menjadi rewel dan sulit ditenangkan.
- Kepanasan atau Kedinginan: Suhu tubuh bayi yang tidak nyaman juga bisa menjadi penyebab rewel. Pastikan bayi tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
- Popok Basah atau Kotor: Popok yang basah atau kotor tentu akan membuat bayi merasa tidak nyaman dan rewel.
- Masalah Pencernaan: Beberapa bayi mungkin mengalami masalah pencernaan seperti gas atau sembelit yang membuatnya merasa tidak nyaman dan rewel.
- Infeksi: Infeksi seperti infeksi telinga atau infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan bayi rewel. Jika bayi demam atau menunjukkan gejala lain seperti muntah atau diare, segera konsultasikan ke dokter.
- Tumbuh Gigi: Proses tumbuh gigi bisa membuat bayi merasa tidak nyaman dan rewel. Gusi bayi mungkin terasa sakit dan bengkak.
- Overstimulasi: Terlalu banyak stimulasi dari lingkungan sekitar bisa membuat bayi kewalahan dan rewel. Coba ciptakan suasana yang tenang dan nyaman untuk bayi.
- Refluks Asam: Refluks asam terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan. Bayi dengan refluks asam mungkin sering gumoh, batuk, atau rewel setelah menyusu.
- Alergi atau Intoleransi Makanan: Beberapa bayi mungkin alergi atau intoleran terhadap makanan tertentu yang dikonsumsi oleh ibu melalui ASI. Jika bayi menunjukkan gejala alergi seperti ruam, diare, atau muntah setelah menyusu, konsultasikan ke dokter.
- Posisi Menyusui yang Tidak Tepat: Posisi menyusui yang tidak tepat bisa membuat bayi kesulitan untuk mendapatkan ASI yang cukup dan membuatnya merasa tidak nyaman. Pastikan posisi menyusui sudah benar dan nyaman untuk ibu dan bayi.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Meskipun tangisan bayi setelah menyusu tidak selalu berarti lapar, ada beberapa kondisi yang mengharuskan orang tua untuk segera berkonsultasi ke dokter anak. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
- Bayi tampak selalu rewel setelah menyusu.
- Berat badan bayi tidak naik sesuai usia.
- Frekuensi buang air kecil bayi sedikit (kurang dari 6 kali sehari setelah usia 5 hari).
- Bayi menunjukkan gejala lain seperti demam, muntah, diare, atau ruam.
- Orang tua merasa khawatir atau tidak yakin mengenai kondisi bayi.
dr. Aisya menekankan pentingnya untuk tidak ragu memeriksakan bayi ke dokter anak jika ada kekhawatiran. Pemeriksaan oleh dokter dapat membantu mengetahui penyebab rewel pada bayi dan memberikan penanganan yang tepat.
Tips Mengatasi Bayi Rewel Setelah Menyusu
Berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengatasi bayi rewel setelah menyusu:
- Periksa Posisi Menyusui: Pastikan posisi menyusui sudah benar dan nyaman untuk ibu dan bayi. Jika perlu, konsultasikan dengan konsultan laktasi untuk mendapatkan bantuan.
- Sendawakan Bayi: Setelah menyusu, sendawakan bayi untuk mengeluarkan udara yang mungkin tertelan selama menyusu.
- Gendong dan Peluk Bayi: Gendong dan peluk bayi untuk memberikan rasa aman dan nyaman.
- Ayun Bayi: Ayun bayi dengan lembut untuk menenangkannya.
- Gunakan Bedong: Bedong bayi dengan kain yang lembut untuk memberikan rasa aman seperti berada di dalam rahim.
- Ciptakan Suasana yang Tenang: Ciptakan suasana yang tenang dan nyaman untuk bayi. Redupkan lampu dan hindari suara-suara yang bising.
- Berikan Pijatan Lembut: Berikan pijatan lembut pada bayi untuk merelaksasikan otot-ototnya.
- Mandikan Bayi dengan Air Hangat: Mandikan bayi dengan air hangat untuk menenangkannya.
- Gunakan Suara yang Menenangkan: Putar musik yang lembut atau gunakan white noise untuk menenangkan bayi.
- Perhatikan Pola Makan Ibu: Jika bayi menunjukkan gejala alergi atau intoleransi makanan, perhatikan pola makan ibu dan hindari makanan yang mungkin menjadi penyebabnya.
- Konsultasikan dengan Dokter: Jika bayi terus rewel dan tidak ada perbaikan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Memahami kebutuhan bayi dan memberikan respons yang tepat adalah kunci untuk mengatasi bayi rewel setelah menyusu. Dengan memperhatikan tanda-tanda yang diberikan bayi dan mencari bantuan medis jika diperlukan, orang tua dapat membantu bayi merasa nyaman dan tenang. Ingatlah bahwa setiap bayi unik dan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Bersabarlah dan terus belajar untuk memahami bayi Anda.