Suka dan Duka 4 Pemain Terbaik saat Timnya Bermain Imbang di Pekan Ketiga BRI Super League: 3 Sosok Kecewa Berat, Mario Jardel Malah Tertawa

  • Maskobus
  • Aug 25, 2025

BRI Super League 2025/2026 telah merampungkan pekan ketiganya, menyajikan drama dan kejutan dalam sembilan pertandingan yang telah digelar. Dari keseluruhan laga, empat pertandingan berakhir dengan skor imbang, masing-masing menyisakan cerita suka dan duka bagi para pemain yang terlibat.

Pertandingan-pertandingan yang berakhir imbang tersebut adalah duel sengit antara Persija Jakarta melawan Malut United dengan skor 1-1, pertarungan ketat antara PSBS Biak dan Persis Solo yang berakhir 2-2, serta dua laga yang menghasilkan skor identik 1-1, yaitu PSIM Yogyakarta melawan Persib Bandung dan Madura United menjamu Persita Tangerang.

Dalam setiap pertandingan, terpilih satu pemain yang dianggap tampil paling menonjol dan berhak menyandang gelar man of the match. Pada laga Persija kontra Malut United, Yance Sayuri dinobatkan sebagai yang terbaik berkat gol indahnya yang berhasil merobek jala gawang Macan Kemayoran. Sementara itu, pada pertandingan PSBS melawan Persis, nama Eduardo Barbosa mencuat sebagai bintang lapangan berkat penampilan solidnya di lini tengah.

Di kubu PSIM Yogyakarta, kiper muda Timnas Indonesia U-23, Cahya Supriadi, tampil heroik dengan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang, termasuk menggagalkan tendangan penalti dari gelandang Persib Bandung, Marc Klok, di penghujung pertandingan. Penampilan apiknya membuat Cahya dinobatkan sebagai man of the match. Terakhir, Mario Jardel menjadi representasi Persita Tangerang yang tampil solid dalam membantu timnya menahan gempuran Madura United, sehingga ia pun terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.

Suka dan Duka 4 Pemain Terbaik saat Timnya Bermain Imbang di Pekan Ketiga BRI Super League: 3 Sosok Kecewa Berat, Mario Jardel Malah Tertawa

Namun, di balik gelar man of the match yang mereka raih, tersimpan perasaan yang berbeda-beda. Yance Sayuri, Eduardo Barbosa, dan Cahya Supriadi mengaku merasakan kekecewaan mendalam. Meskipun tim mereka tidak mengalami kekalahan, ketiganya merasa masygul karena Malut United, PSBS, dan PSIM sempat unggul terlebih dahulu. Mereka merasa tiga poin yang sudah di depan mata harus sirna karena gol balasan dari Persija, Persis, dan Persib.

"Satu poin adalah hasil yang harus kita syukuri, karena kami sudah berjuang keras. Tapi jujur, ada sedikit kekecewaan karena kami sempat unggul," ujar Yance Sayuri usai pertandingan melawan Persija.

Eduardo Barbosa juga mengungkapkan hal serupa. "Kami kecewa karena gagal meraih kemenangan di kandang sendiri. Tapi, kami juga bersyukur bisa mendapatkan satu poin setelah dua pertandingan sebelumnya selalu kalah," katanya.

Sementara itu, Cahya Supriadi mengatakan, "Kami kecewa, tapi juga bersyukur. PSIM adalah tim promosi, dan di tiga pertandingan awal kami harus menghadapi tim-tim kuat seperti Persebaya, Arema FC, dan Persib. Kami bersyukur belum terkalahkan, meski sebenarnya kami punya peluang untuk menang melawan Persib."

Di sisi lain, Mario Jardel justru menunjukkan reaksi yang berbeda. Ia terlihat tertawa dan bahagia setelah pertandingan melawan Madura United. Pasalnya, Persita Tangerang berhasil menggagalkan pesta kemenangan Madura United di hadapan pendukungnya sendiri.

"Satu poin ini adalah hasil yang sangat bagus bagi kami. Kami datang ke Pamekasan dengan target mencuri poin, dan kami berhasil melakukannya. Saya sangat senang dengan kerja keras tim," kata Mario Jardel.

Pekan ketiga BRI Super League 2025/2026 menjadi momen pecah telur bagi PSBS Biak dan Persita Tangerang. Kedua tim berhasil meraih poin pertama mereka setelah bermain imbang di pertandingan masing-masing. Eduardo Barbosa merasa puas dengan hasil yang diraih timnya. "Kami puas dengan hasil ini, meski sebenarnya kami ingin menang. Satu poin ini sangat bagus, karena di dua pertandingan sebelumnya kami tidak mendapatkan poin," ujarnya.

Mario Jardel juga mengungkapkan hal serupa. "Pertandingan melawan Madura United tidak mudah. Satu poin ini bisa menambah semangat kami untuk meraih kemenangan di laga selanjutnya," katanya.

Analisis Lebih Mendalam:

Dari keempat pertandingan yang berakhir imbang, terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Pada laga Persija melawan Malut United, kedua tim bermain dengan tempo tinggi dan saling menyerang. Persija yang berstatus sebagai tuan rumah tentu tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri. Sementara itu, Malut United juga tampil percaya diri dan mampu memberikan perlawanan yang sengit.

Pertandingan PSBS melawan Persis juga berlangsung menarik. PSBS yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri tampil agresif sejak awal pertandingan. Namun, Persis yang memiliki materi pemain lebih baik mampu mengimbangi permainan PSBS dan mencuri satu poin.

Pada laga PSIM melawan Persib, PSIM yang berstatus sebagai tim promosi mampu memberikan kejutan dengan menahan imbang tim sebesar Persib Bandung. Cahya Supriadi menjadi pahlawan PSIM dengan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang.

Sementara itu, pada pertandingan Madura United melawan Persita Tangerang, Madura United yang bermain di kandang sendiri tampil dominan. Namun, Persita Tangerang mampu bermain disiplin dan memanfaatkan kelengahan Madura United untuk mencetak gol.

Dampak Hasil Imbang:

Hasil imbang yang diraih oleh keempat tim tersebut tentu memiliki dampak yang berbeda-beda. Bagi Persija, hasil imbang ini membuat mereka gagal meraih poin penuh di kandang sendiri. Sementara itu, bagi Malut United, hasil imbang ini menjadi modal berharga untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

Bagi PSBS, hasil imbang ini menjadi titik awal kebangkitan mereka setelah selalu kalah di dua pertandingan sebelumnya. Sementara itu, bagi Persis, hasil imbang ini membuat mereka gagal meraih kemenangan di kandang lawan.

Bagi PSIM, hasil imbang ini menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar di BRI Super League. Sementara itu, bagi Persib, hasil imbang ini membuat mereka gagal meraih poin penuh di kandang lawan.

Bagi Madura United, hasil imbang ini menjadi kerugian karena mereka gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah. Sementara itu, bagi Persita Tangerang, hasil imbang ini menjadi modal berharga untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

Pelajaran yang Bisa Dipetik:

Dari keempat pertandingan yang berakhir imbang, terdapat beberapa pelajaran yang bisa dipetik. Pertama, dalam sepak bola, segala sesuatu bisa terjadi. Tim yang diunggulkan belum tentu bisa menang, dan tim yang tidak diunggulkan belum tentu kalah. Kedua, kerja keras dan disiplin adalah kunci untuk meraih hasil yang maksimal. Ketiga, dukungan dari suporter sangat penting untuk membangkitkan semangat pemain. Keempat, setiap pertandingan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Masa Depan Tim-Tim yang Bermain Imbang:

Setelah bermain imbang di pekan ketiga BRI Super League 2025/2026, keempat tim tersebut akan kembali fokus untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Persija akan berusaha untuk meraih kemenangan di kandang lawan, sementara Malut United akan berusaha untuk meraih kemenangan di kandang sendiri.

PSBS akan berusaha untuk melanjutkan tren positif mereka dengan meraih kemenangan di kandang sendiri, sementara Persis akan berusaha untuk meraih kemenangan di kandang sendiri. PSIM akan berusaha untuk mempertahankan tren positif mereka dengan meraih poin di kandang lawan, sementara Persib akan berusaha untuk meraih kemenangan di kandang sendiri.

Madura United akan berusaha untuk bangkit dari keterpurukan dengan meraih kemenangan di kandang lawan, sementara Persita Tangerang akan berusaha untuk melanjutkan tren positif mereka dengan meraih kemenangan di kandang sendiri.

Dengan persaingan yang semakin ketat di BRI Super League 2025/2026, menarik untuk disaksikan bagaimana keempat tim tersebut akan berjuang untuk meraih hasil yang terbaik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Apakah mereka mampu bangkit dan meraih kemenangan, atau justru kembali terpuruk dan menelan kekalahan? Kita tunggu saja.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :