Tanggapi Viral Komunitas Susah BAB, Netizen: ‘yang 3 Kali Sehari Nggak Relate’

  • Maskobus
  • Aug 28, 2025

Viralnya ‘komunitas susah BAB’ di TikTok telah memicu diskusi hangat di kalangan netizen, menyoroti perbedaan pengalaman buang air besar (BAB) yang dialami setiap individu. Bagi sebagian orang, BAB lancar merupakan hal yang wajar dan mudah dicapai, bahkan bisa terjadi hingga tiga kali sehari. Namun, bagi yang lain, kondisi ini merupakan impian yang sulit terwujud, menjadikan mereka bagian dari ‘komunitas susah BAB’. Fenomena ini memunculkan berbagai reaksi, mulai dari komentar lucu hingga keprihatinan akan masalah kesehatan yang mendasarinya.

Privilege BAB Lancar dan Reaksi Netizen

Istilah ‘privilege’ seringkali dikaitkan dengan berbagai aspek kehidupan, dan kini merambah hingga urusan buang air besar. Kemampuan untuk BAB secara teratur dan lancar dianggap sebagai keuntungan eksklusif yang tidak semua orang miliki. Hal ini tercermin dari komentar-komentar netizen yang merasa tidak relate dengan keluhan ‘komunitas susah BAB’.

"Yang BAB 3 kali sehari ga relate," tulis seorang netizen, menggambarkan betapa berbedanya pengalaman mereka dengan mereka yang mengalami sembelit.

"TIM KOMUNITAS YANG BAB TIAP PAGI SEBELUM BERAKTIVITAS ADA GAK!!!" seru netizen lain, seolah ingin membentuk komunitas tandingan yang beranggotakan mereka yang memiliki kebiasaan BAB teratur.

Tanggapi Viral Komunitas Susah BAB, Netizen: 'yang 3 Kali Sehari Nggak Relate'

"enak bgt ya kan punya pencernaan lancar alhamdulillah bgt," timpal netizen lainnya, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran sistem pencernaannya.

Komentar-komentar ini mencerminkan adanya kesenjangan pengalaman terkait BAB, di mana sebagian orang merasa kesulitan untuk BAB secara teratur, sementara yang lain menganggapnya sebagai hal yang mudah dan biasa.

Susah BAB Bukan Kondisi Sepele

Meskipun ‘komunitas susah BAB’ seringkali dijadikan bahan candaan, penting untuk diingat bahwa sembelit bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh. Sembelit yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang dan bahkan memicu komplikasi kesehatan yang lebih serius.

Spesialis penyakit dalam, dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa susah BAB dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisik maupun non-fisik. Faktor fisik meliputi sindrom iritasi usus (IBS), usia lanjut, kelainan usus genetik atau didapat, serta penyakit tertentu seperti hipotiroid. Pasien pasca operasi juga berisiko mengalami konstipasi.

Sementara itu, faktor nonfisik meliputi stres, pola makan rendah serat, efek samping obat-obatan, kebiasaan menunda buang air besar, kurang aktivitas fisik, hingga perubahan rutinitas harian.

"Setiap orang memiliki penyebab yang berbeda. Karena itu, penanganan susah BAB juga harus disesuaikan dengan faktor pencetusnya," jelas dr. Aru.

Oleh karena itu, penting untuk mencari tahu penyebab susah BAB yang dialami dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Kapan Harus ke Dokter?

Menurut dr. Aru, seseorang disebut mengalami konstipasi apabila frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Kondisi ini biasanya disertai dengan tinja yang keras, sulit dikeluarkan, serta muncul rasa tidak tuntas setelah buang air besar.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

"Jangan anggap remeh susah BAB yang berlangsung lama. Jika dibiarkan, bisa menimbulkan komplikasi kesehatan lebih serius," tegasnya.

Beberapa komplikasi yang dapat timbul akibat sembelit kronis antara lain wasir, fisura ani (luka pada anus), impaksi feses (penumpukan feses keras di rektum), dan bahkan prolaps rektum (keluarnya rektum dari anus).

Tips Agar BAB Lancar

Meskipun penanganan susah BAB harus disesuaikan dengan penyebabnya, ada beberapa tips umum yang dapat dilakukan untuk membantu melancarkan buang air besar:

  1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat: Serat merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Serat membantu memperlembut feses, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sumber serat yang baik antara lain buah-buahan (seperti plum dan kiwi), sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

  2. Cukupi Kebutuhan Cairan: Kekurangan cairan dapat menyebabkan feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari untuk menjaga hidrasi tubuh dan melancarkan pencernaan.

  3. Aktif Bergerak: Aktivitas fisik dapat membantu merangsang pergerakan usus, sehingga memperlancar proses pencernaan. Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau berenang secara teratur.

  4. Jangan Menunda Buang Air Besar: Menunda buang air besar dapat menyebabkan feses menjadi semakin keras dan sulit dikeluarkan. Segera pergi ke toilet saat merasa ingin BAB.

  5. Kelola Stres: Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan sembelit. Cari cara untuk mengelola stres, seperti meditasi, yoga, atau melakukan hobi yang menyenangkan.

  6. Pertimbangkan Suplemen Serat: Jika sulit mendapatkan serat yang cukup dari makanan, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen serat. Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.

  7. Konsultasi dengan Dokter: Jika susah BAB berlangsung lama atau disertai dengan gejala lain seperti nyeri perut, perdarahan rektum, atau penurunan berat badan yang tidak jelas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Viralnya ‘komunitas susah BAB’ telah membuka mata kita akan pentingnya menjaga kesehatan pencernaan. Sembelit bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele, dan penanganannya harus disesuaikan dengan penyebabnya. Dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat, mencukupi kebutuhan cairan, aktif bergerak, dan mengelola stres, kita dapat membantu melancarkan buang air besar dan mencegah terjadinya komplikasi kesehatan yang lebih serius. Jika mengalami gejala konstipasi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :