Jakarta, Indonesia – Sebuah adaptasi teater yang sangat dinantikan dari novel monumental karya Pramoedya Ananta Toer, "Bunga Penutup Abad," akan segera memukau penonton di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada tanggal 29 hingga 31 Agustus 2025. Pertunjukan ini menjanjikan pengalaman seni yang mendalam, menghidupkan kembali karakter-karakter ikonik dan tema-tema kuat yang telah menjadikan novel ini sebagai bagian penting dari warisan sastra Indonesia.
Konferensi pers yang diadakan pada hari Jumat, 15 Agustus 2025, menjadi sorotan utama, di mana para tokoh kunci di balik produksi teater ini berkumpul untuk berbagi wawasan dan antusiasme mereka. Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, mengungkapkan kegembiraannya atas dukungan yang diberikan untuk proyek ambisius ini. Bakti Budaya Djarum Foundation dikenal karena komitmennya terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia, dan "Bunga Penutup Abad" dianggap sebagai proyek yang sangat sesuai dengan visi mereka.
Sutradara dan penulis naskah teater, Wawan Sofwan, berbagi tentang tantangan dan kegembiraan dalam mengadaptasi novel yang begitu kompleks dan kaya ke dalam format teater. Ia menekankan pentingnya menjaga esensi dan semangat dari karya asli Pramoedya Ananta Toer, sambil juga menciptakan pengalaman teater yang segar dan relevan bagi penonton modern. Proses adaptasi melibatkan penelitian mendalam dan diskusi yang cermat untuk memastikan bahwa setiap adegan dan dialog mencerminkan visi penulis.
Happy Salma, yang tidak hanya berperan sebagai produser tetapi juga sebagai salah satu pemeran utama, berbagi tentang kecintaannya pada novel ini dan keyakinannya pada kekuatan teater untuk menyampaikan cerita-cerita penting. Ia menekankan bahwa "Bunga Penutup Abad" adalah kisah yang relevan dengan isu-isu sosial dan politik yang masih dihadapi Indonesia saat ini, seperti keadilan, kesetaraan, dan kebebasan berekspresi. Keterlibatannya dalam produksi ini adalah bentuk penghormatan dan dedikasinya terhadap seni dan budaya Indonesia.
Kehadiran Astuti Ananta Toer, putri dari Pramoedya Ananta Toer, dan Aditya Ananta Toer, pengurus Pramoedya Ananta Toer Foundation, memberikan dimensi yang lebih mendalam pada acara ini. Mereka berbagi tentang warisan intelektual dan artistik ayah mereka, serta harapan mereka bahwa teater ini akan memperkenalkan karya-karyanya kepada generasi baru. Dukungan dari keluarga Pramoedya Ananta Toer sangat penting dalam memastikan bahwa produksi ini tetap setia pada visi dan nilai-nilai yang diyakini oleh penulis.
"Bunga Penutup Abad" adalah bagian dari tetralogi Buru yang terkenal, serangkaian novel sejarah yang berlatar belakang Indonesia pada masa kolonial. Novel ini berfokus pada kehidupan Minke, seorang pemuda Jawa yang berjuang untuk menemukan identitasnya di tengah pergolakan politik dan sosial. Melalui mata Minke, pembaca diperkenalkan kepada berbagai karakter yang kompleks dan menarik, termasuk Nyai Ontosoroh, seorang wanita yang kuat dan mandiri yang menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.
Adaptasi teater ini diharapkan dapat menghidupkan kembali karakter-karakter ini dan membawa penonton dalam perjalanan emosional yang mendalam. Pementasan teater ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan upaya untuk merangsang pemikiran kritis dan refleksi tentang sejarah dan identitas Indonesia.
Ciputra Artpreneur, sebagai tempat pementasan, dipilih karena fasilitasnya yang modern dan reputasinya sebagai pusat seni dan budaya terkemuka di Jakarta. Tempat ini diharapkan dapat memberikan pengalaman menonton yang nyaman dan memuaskan bagi para penonton.
Produksi teater "Bunga Penutup Abad" melibatkan tim kreatif yang berbakat dan berpengalaman, termasuk desainer set, desainer kostum, penata musik, dan koreografer. Setiap aspek dari produksi ini dirancang dengan cermat untuk menciptakan pengalaman teater yang imersif dan tak terlupakan.
Para aktor dan aktris yang terlibat dalam pementasan ini adalah beberapa nama terkemuka di dunia teater Indonesia. Mereka telah berlatih dengan tekun untuk menghidupkan karakter-karakter dalam novel dan menyampaikan pesan-pesan penting dari cerita ini.
"Bunga Penutup Abad" bukan hanya sekadar adaptasi teater, tetapi juga merupakan perayaan atas warisan sastra Indonesia dan penghormatan kepada salah satu penulis terbesar bangsa. Pementasan ini diharapkan dapat menarik perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pecinta sastra, penggemar teater, mahasiswa, dan masyarakat umum yang tertarik dengan sejarah dan budaya Indonesia.
Tiket untuk pertunjukan teater "Bunga Penutup Abad" tersedia secara online dan di loket Ciputra Artpreneur. Panitia penyelenggara mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket karena jumlah tempat terbatas.
Selain pementasan teater, akan ada juga serangkaian acara pendukung, seperti diskusi panel, lokakarya, dan pameran seni, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang novel "Bunga Penutup Abad" dan karya-karya Pramoedya Ananta Toer lainnya. Acara-acara ini akan memberikan kesempatan bagi penonton untuk berinteraksi dengan para ahli dan praktisi seni, serta untuk berbagi pemikiran dan pengalaman mereka.
"Bunga Penutup Abad" adalah sebuah karya seni yang relevan dan penting bagi Indonesia saat ini. Melalui pementasan teater ini, diharapkan pesan-pesan tentang keadilan, kesetaraan, dan kebebasan berekspresi dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan menginspirasi perubahan positif dalam masyarakat.
Pertunjukan teater ini juga diharapkan dapat mempromosikan pariwisata budaya Indonesia dan menarik perhatian wisatawan dari dalam dan luar negeri. "Bunga Penutup Abad" adalah contoh yang baik tentang bagaimana seni dan budaya dapat digunakan untuk memperkuat identitas nasional dan meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
Dengan dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundation, keluarga Pramoedya Ananta Toer, dan tim kreatif yang berbakat, pementasan teater "Bunga Penutup Abad" diharapkan dapat menjadi sukses besar dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan seni dan budaya Indonesia.
Pementasan teater "Bunga Penutup Abad" adalah sebuah peristiwa budaya yang tidak boleh dilewatkan. Ini adalah kesempatan untuk menyaksikan adaptasi yang memukau dari salah satu novel terbesar Indonesia dan untuk merayakan warisan sastra bangsa.
Informasi lebih lanjut tentang pertunjukan teater "Bunga Penutup Abad" dapat ditemukan di situs web resmi dan media sosial Ciputra Artpreneur dan Bakti Budaya Djarum Foundation.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan "Bunga Penutup Abad" di Ciputra Artpreneur pada tanggal 29-31 Agustus 2025. Mari bersama-sama merayakan seni dan budaya Indonesia!