Trump Minta Satelit Iklim Milik NASA Stop Operasi

  • Maskobus
  • Aug 19, 2025

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menunjukkan sikapnya yang kontroversial terhadap isu perubahan iklim dengan meminta penghentian operasional satelit iklim milik NASA. Permintaan ini menjadi sorotan tajam dan memicu kekhawatiran di kalangan ilmuwan dan pemerhati lingkungan global. Trump, yang dikenal karena pandangannya yang skeptis terhadap perubahan iklim, tampaknya memprioritaskan pemangkasan anggaran sebagai bagian dari agendanya, bahkan jika itu berarti mengorbankan penelitian penting mengenai pemanasan global dan emisi gas rumah kaca.

Menurut laporan dari News.com Australia, Trump berencana untuk memangkas anggaran yang dialokasikan untuk dua satelit NASA yang berperan krusial dalam memantau perubahan iklim, yaitu Orbiting Carbon Observatory (OCO)-2 dan OCO-3. OCO-2 adalah satelit yang beroperasi secara independen di orbit Bumi, sementara OCO-3 dipasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Kedua satelit ini memiliki misi utama untuk mengukur tingkat karbon dioksida (CO2) di atmosfer dan memantau pertumbuhan pertanian di berbagai belahan dunia. Data yang dikumpulkan oleh satelit-satelit ini sangat berharga bagi para ilmuwan dan industri pertanian, karena memberikan wawasan penting tentang dinamika perubahan iklim dan dampaknya terhadap ekosistem dan produksi pangan global.

OCO-2 dan OCO-3 menggunakan teknologi canggih untuk mendeteksi dan mengukur konsentrasi CO2 di atmosfer dengan tingkat akurasi yang tinggi. Data yang mereka kumpulkan membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik bagaimana emisi CO2 dari aktivitas manusia berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu, data ini juga digunakan untuk memantau kesehatan hutan, lahan pertanian, dan ekosistem lainnya, serta untuk memprediksi dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan dan sumber daya alam.

Namun, masa depan kedua satelit ini kini berada di ujung tanduk. Trump telah meminta agar pendanaan untuk operasional satelit-satelit ini dihentikan mulai Oktober 2025, yang menandai awal tahun fiskal 2026. Permintaan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memangkas anggaran pemerintah federal dan mengalokasikan sumber daya ke prioritas lain. NASA sendiri telah mengkonfirmasi bahwa misi satelit-satelit ini akan dihentikan jika permintaan Trump disetujui oleh Kongres.

"Misi satelit ini dimatikan untuk menyesuaikan dengan agenda dan prioritas anggaran dari Presiden," demikian pernyataan resmi dari NASA. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa keputusan untuk menghentikan operasional satelit-satelit iklim ini murni didorong oleh pertimbangan politik dan anggaran, bukan oleh alasan ilmiah atau teknis.

Trump Minta Satelit Iklim Milik NASA Stop Operasi

Jika misi OCO-3 dibubarkan, satelit tersebut akan dibiarkan menempel di ISS tanpa fungsi operasional. Sementara itu, OCO-2, yang masih memiliki cukup bahan bakar untuk beroperasi hingga tahun 2040, akan diturunkan ke orbit rendah dan dibiarkan terbakar sendiri saat memasuki atmosfer Bumi. Menurut laporan dari CNN, proses penurunan OCO-2 ke orbit rendah akan memakan waktu bertahun-tahun, dan satelit tersebut akan terus mengorbit Bumi sebagai puing antariksa sebelum akhirnya hancur.

Permintaan Trump untuk menghentikan operasional satelit-satelit iklim NASA telah menuai kritik keras dari para ilmuwan, aktivis lingkungan, dan politisi dari Partai Demokrat. Mereka berpendapat bahwa keputusan ini akan merugikan upaya global untuk memerangi perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Data yang dikumpulkan oleh satelit-satelit ini sangat penting untuk memahami dinamika perubahan iklim dan untuk mengembangkan kebijakan dan strategi yang efektif untuk mengurangi dampaknya.

David Crisp, seorang pensiunan ilmuwan NASA yang pernah terlibat dalam pengelolaan misi OCO, menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas rencana pembubaran ini. "Ini sudah kritis. Kita belajar sangat banyak dari planet yang berubah banyak," kata Crisp. Ia menekankan bahwa data yang dikumpulkan oleh satelit-satelit iklim sangat penting untuk memantau perubahan yang terjadi di Bumi dan untuk memahami bagaimana perubahan tersebut akan mempengaruhi kehidupan manusia dan ekosistem.

NASA juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga ilmiah terkemuka, seperti Carnegie Science dan Stanford University. Para ilmuwan dari lembaga-lembaga ini telah menandatangani surat terbuka yang mendesak Kongres untuk mempertahankan anggaran untuk NASA dan untuk melanjutkan operasional satelit-satelit iklim. Mereka berpendapat bahwa investasi dalam penelitian iklim adalah investasi dalam masa depan planet ini dan bahwa menghentikan operasional satelit-satelit ini akan menjadi langkah mundur yang signifikan.

Namun, nasib permintaan Trump masih belum jelas. Kongres AS, yang memiliki kewenangan untuk menyetujui atau menolak anggaran yang diajukan oleh Presiden, saat ini sedang dalam masa reses. Kemungkinan besar, permintaan Trump ini baru akan dibahas dan diputuskan pada tahun depan, ketika Kongres kembali bersidang.

Juru bicara NASA mengatakan bahwa jika rencana anggaran Trump lolos, rencana tersebut baru bisa dilaksanakan di permulaan tahun fiskal selanjutnya. Ini berarti bahwa satelit-satelit iklim masih akan terus beroperasi untuk sementara waktu, tetapi masa depan mereka tetap tidak pasti.

Keputusan Trump untuk meminta penghentian operasional satelit-satelit iklim NASA adalah contoh terbaru dari sikapnya yang meremehkan perubahan iklim. Selama masa jabatannya, Trump telah menarik Amerika Serikat dari Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim, melonggarkan peraturan lingkungan, dan mempromosikan penggunaan bahan bakar fosil. Kebijakan-kebijakan ini telah dikritik oleh para ilmuwan dan aktivis lingkungan sebagai tindakan yang berbahaya dan kontraproduktif yang akan memperburuk masalah perubahan iklim.

Perubahan iklim adalah tantangan global yang mendesak yang membutuhkan tindakan kolektif dari semua negara. Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, adalah penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim. Dampak perubahan iklim sudah terasa di seluruh dunia, termasuk peningkatan suhu rata-rata, naiknya permukaan air laut, cuaca ekstrem yang lebih sering terjadi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Untuk mengatasi perubahan iklim, diperlukan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mengembangkan sumber energi terbarukan, dan melindungi ekosistem. Penelitian ilmiah memainkan peran penting dalam upaya ini, karena membantu kita untuk memahami lebih baik dinamika perubahan iklim dan untuk mengembangkan solusi yang efektif.

Keputusan Trump untuk menghentikan operasional satelit-satelit iklim NASA adalah langkah mundur yang signifikan dalam upaya global untuk memerangi perubahan iklim. Keputusan ini akan merugikan penelitian ilmiah, mengurangi kemampuan kita untuk memantau perubahan yang terjadi di Bumi, dan mempersulit upaya untuk mengembangkan kebijakan dan strategi yang efektif untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Diharapkan Kongres AS akan menolak permintaan Trump dan mempertahankan anggaran untuk NASA dan untuk melanjutkan operasional satelit-satelit iklim. Masa depan planet ini bergantung pada tindakan yang kita ambil hari ini untuk mengatasi perubahan iklim.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :