Waspada! Ini 3 Modus Penipuan yang Paling Banyak Dilaporkan di Indonesia

  • Maskobus
  • Aug 30, 2025

Lonjakan penggunaan internet dan transaksi daring di Indonesia telah memicu peningkatan signifikan dalam berbagai jenis penipuan digital. Situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh pengguna internet agar tidak menjadi korban.

Berdasarkan data dari Indonesia Cyber Crime Combat Center (IC4), terdapat tiga modus penipuan yang paling sering dilaporkan. Modus-modus ini berkedok instansi pemerintahan, klaim dana bantuan sosial (bansos) palsu, dan lowongan pekerjaan fiktif. Ketiga modus ini mendominasi laporan kasus penipuan sepanjang tahun 2023 hingga 2024.

Penipuan lowongan pekerjaan menduduki peringkat teratas dengan rata-rata tiga laporan kasus per minggu, atau sekitar 156 laporan kasus sepanjang tahun 2024. Untuk melindungi diri dari jeratan penipuan, penting untuk mengenali modus-modus yang umum digunakan oleh para pelaku.

1. Penipuan Berkedok Instansi Pemerintahan Lewat Link Download APK

Modus penipuan ini kerap kali mencatut nama instansi pemerintahan tertentu dan menyebarkannya melalui pesan singkat. Isi pesan bervariasi, mulai dari pengumuman undian berhadiah hingga informasi menarik lainnya. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian calon korban dengan iming-iming yang menggiurkan.

Waspada! Ini 3 Modus Penipuan yang Paling Banyak Dilaporkan di Indonesia

Setelah calon korban tertarik, penipu akan mengarahkan mereka untuk mengunduh file APK (Android Package Kit) tertentu. File APK ini seringkali berisi malware atau perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mencuri data pribadi korban.

Untuk menghindari modus penipuan ini, tanamkan sikap skeptis dan jangan mudah percaya pada pesan singkat yang mencurigakan. Lakukan verifikasi informasi secara langsung melalui situs web resmi instansi yang dicatut atau hubungi mereka melalui saluran media sosial resmi. Abaikan pesan tersebut sampai Anda mendapatkan konfirmasi pasti dari sumber yang terpercaya.

Cara Mencegah Penipuan Berkedok Instansi Pemerintahan:

  • Jangan Percaya Begitu Saja: Waspadai pesan singkat atau email yang mengatasnamakan instansi pemerintah, terutama jika menawarkan hadiah atau meminta informasi pribadi.
  • Verifikasi Informasi: Kunjungi situs web resmi instansi pemerintah yang bersangkutan untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
  • Hubungi Instansi Terkait: Jika Anda ragu, hubungi instansi pemerintah terkait melalui saluran komunikasi resmi mereka.
  • Jangan Unduh Aplikasi Sembarangan: Hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan.
  • Perbarui Sistem Keamanan: Pastikan perangkat Anda memiliki sistem keamanan yang terbaru dan aktif.

2. Penipuan Link Berkedok Klaim Dana Bansos

Bantuan sosial (bansos) merupakan program pemerintah yang sangat dinantikan oleh masyarakat yang membutuhkan. Bansos dapat berupa uang tunai, paket sembako, atau bentuk bantuan lainnya. Namun, informasi mengenai bansos seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Modus penipuan yang umum digunakan adalah penyebaran tautan palsu yang mengklaim sebagai tautan untuk mengklaim dana bansos. Tautan palsu ini biasanya disebarkan melalui pesan berantai di media sosial, aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, atau melalui SMS.

Pesan tersebut biasanya berisi informasi bahwa penerima pesan terdaftar sebagai penerima bansos. Kemudian, penipu akan meminta calon korban untuk melakukan serangkaian verifikasi dengan tujuan mencuri data pribadi atau meminta sejumlah uang sebagai biaya administrasi.

Untuk menghindari penipuan ini, lakukan pengecekan berkala terkait informasi bansos di situs web resmi kementerian atau lembaga pemerintah yang terkait. Jangan mudah percaya pada tautan yang mencurigakan dan selalu verifikasi informasi dari sumber yang terpercaya.

Tips Menghindari Penipuan Bansos:

  • Cek Sumber Informasi: Dapatkan informasi mengenai bansos hanya dari sumber resmi seperti situs web pemerintah atau kantor kelurahan/desa.
  • Jangan Klik Tautan Mencurigakan: Hindari mengklik tautan yang dikirim melalui pesan singkat atau media sosial yang mengklaim sebagai tautan pendaftaran atau pencairan bansos.
  • Jangan Berikan Data Pribadi: Jangan pernah memberikan data pribadi seperti nomor KTP, nomor rekening bank, atau kata sandi kepada pihak yang tidak dikenal.
  • Waspadai Pungutan Biaya: Program bansos resmi tidak pernah memungut biaya apapun dari penerima.

3. Penipuan Lowongan Pekerjaan Fiktif

Kesulitan mencari pekerjaan seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan modus penipuan. Penipu biasanya menyebarkan informasi lowongan kerja dengan persyaratan yang mudah dan gaji yang tinggi. Iklan lowongan kerja palsu ini seringkali disebarkan melalui media sosial, situs web lowongan kerja, atau bahkan melalui pesan singkat.

Banyak orang yang tertarik dengan tawaran tersebut dan mencoba melamar. Namun, selama proses rekrutmen, para pencari kerja seringkali diminta untuk melakukan pembayaran tertentu, seperti biaya pelatihan, biaya administrasi, atau biaya seragam. Setelah membayar, para pencari kerja tidak pernah mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan.

Untuk menghindari penipuan ini, lakukan riset mendalam mengenai perusahaan yang menawarkan lowongan kerja. Pastikan perusahaan tersebut benar-benar ada dan memiliki reputasi yang baik. Cari informasi mengenai lowongan kerja tersebut di situs web resmi perusahaan atau melalui sumber yang terpercaya. Waspadai lowongan kerja yang menawarkan gaji terlalu tinggi atau persyaratan yang terlalu mudah. Perusahaan yang bonafit umumnya tidak akan meminta biaya apapun dari para pelamar kerja.

Cara Mengenali Lowongan Kerja Palsu:

  • Gaji Terlalu Tinggi: Waspadai lowongan kerja yang menawarkan gaji jauh di atas rata-rata untuk posisi yang sama.
  • Persyaratan Terlalu Mudah: Hati-hati dengan lowongan kerja yang tidak memerlukan kualifikasi atau pengalaman yang relevan.
  • Permintaan Biaya: Hindari lowongan kerja yang meminta Anda membayar biaya apapun di awal proses rekrutmen.
  • Informasi Perusahaan Tidak Jelas: Periksa informasi perusahaan yang menawarkan lowongan kerja. Jika informasinya tidak lengkap atau mencurigakan, sebaiknya hindari.
  • Proses Rekrutmen Tidak Profesional: Waspadai proses rekrutmen yang terburu-buru atau tidak transparan.

Berbagai modus penipuan di atas dapat mengincar siapa saja yang menggunakan internet. Oleh karena itu, semua pihak perlu bekerja sama untuk saling melindungi dan mengurangi jumlah korban penipuan. Edukasi mengenai modus penipuan dan cara menghindarinya perlu terus ditingkatkan.

Sebagai wujud komitmen untuk memberikan perlindungan kepada pengguna, dompet digital DANA terus berupaya untuk meningkatkan keamanan melalui fitur DANA Protection. DANA menawarkan layanan Jaminan 100% Uang Kembali sehingga pengguna dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman.

Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh pengguna yang mengalami musibah seperti kehilangan ponsel dan akun diambil alih, transaksi pending, atau menjadi korban penipuan. Namun, terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang perlu diperhatikan.

Syarat dan Ketentuan DANA Protection:

  1. HP hilang dan akun diambil alih.
  2. Transaksi pending.
  3. Pengguna menggunakan DANA Premium, sudah mengaktifkan DANA VIZ, dan tidak pernah membagikan PIN/OTP.
  4. Membuat laporan ke DIANA (Digital Assistant DANA) paling lambat setelah kejadian.
  5. Klaim akan gagal jika kejadian akibat kelalaian pengguna atau tidak ada bukti.

Cara Klaim DANA Protection:

  1. Tap DANA Protection di Beranda DANA.
  2. Baca detail perlindungan apa saja yang diberikan DANA Protection.
  3. Tap button DIANA.
  4. Informasikan & laporkan kendala yang kamu alami.
  5. Kirimkan detail transaksi & dokumen yang diperlukan untuk mempercepat proses klaim.

Dengan memahami modus-modus penipuan yang umum terjadi dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat melindungi diri dari ancaman kejahatan siber. Jangan ragu untuk melaporkan tindakan penipuan kepada pihak berwajib agar pelaku dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku. Tingkatkan kewaspadaan dan jadilah pengguna internet yang cerdas dan aman.

💬 Tinggalkan Komentar dengan Facebook

Related Post :