Kabar gembira bagi para pelancong budget! Kini, menjelajahi keindahan Yogyakarta dan Solo semakin mudah dan terjangkau berkat kehadiran KRL (Kereta Rel Listrik) Jogja-Solo. Menggantikan kereta legendaris Prambanan Ekspress (Prameks), KRL Jogja-Solo menawarkan solusi transportasi modern, efisien, dan ramah di kantong dengan tarif flat hanya Rp 8.000.
KRL Jogja-Solo menjadi andalan baru bagi para komuter dan wisatawan yang ingin bepergian antara Yogyakarta, Klaten, Solo, hingga Karanganyar. Bagi yang ingin menuju Karanganyar, stasiun terujung yang dilayani KRL adalah Stasiun Palur. Rute KRL Jogja-Solo membentang melalui 13 stasiun strategis, yaitu Tugu Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, Solo Balapan, Solo Jebres, dan Palur.
KRL Jogja-Solo beroperasi mulai pukul 05.00 dari Stasiun Palur. Sementara itu, dari Stasiun Tugu Yogyakarta, kereta pertama berangkat pukul 05.30. Dengan jadwal yang teratur dan harga yang terjangkau, KRL Jogja-Solo membuka peluang bagi siapa saja untuk menikmati pesona Jawa Tengah tanpa harus khawatir dengan biaya transportasi yang membengkak.
Rekomendasi Wisata Murah di Jawa Tengah dengan KRL Jogja-Solo
Dengan tarif KRL yang hanya Rp 8.000, Anda dapat menghemat banyak biaya transportasi dan mengalokasikan dana tersebut untuk mengeksplorasi berbagai tempat wisata menarik di sepanjang jalur KRL Jogja-Solo. Berikut adalah beberapa rekomendasi destinasi wisata murah meriah yang bisa Anda kunjungi:
1. Yogyakarta: Jantung Budaya Jawa
Yogyakarta, kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan seni, menawarkan berbagai atraksi menarik yang dapat diakses dengan mudah dari Stasiun Tugu Yogyakarta.
-
Malioboro: Ikon Yogyakarta ini adalah surga bagi para pecinta belanja dan kuliner. Anda dapat menemukan berbagai macam barang kerajinan, batik, oleh-oleh khas Jogja, serta mencicipi berbagai hidangan lezat seperti gudeg, sate klathak, dan wedang ronde.
-
Pasar Beringharjo: Pasar tradisional yang terletak di ujung selatan Malioboro ini adalah tempat yang tepat untuk berburu batik, kain tradisional, rempah-rempah, dan berbagai macam kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
-
Museum Titik Kilometer Jogja: Museum ini menyimpan berbagai informasi menarik tentang sejarah dan budaya Yogyakarta, serta menampilkan koleksi seni dan artefak yang berkaitan dengan kota ini.
-
Alun-alun Kidul: Alun-alun yang terletak di selatan Keraton Yogyakarta ini adalah tempat yang populer bagi warga lokal dan wisatawan untuk bersantai, bermain, dan menikmati suasana malam yang meriah. Jangan lewatkan tradisi "masangin," yaitu berjalan melewati dua pohon beringin kembar dengan mata tertutup.
2. Klaten: Kota Seribu Umbul
Klaten, yang terletak di antara Yogyakarta dan Solo, dikenal sebagai "Kota Seribu Umbul" karena memiliki banyak mata air alami yang jernih dan menyegarkan.
-
Umbul Ponggok: Umbul Ponggok adalah salah satu umbul yang paling populer di Klaten. Umbul ini menawarkan pengalaman berenang dan snorkeling yang unik di dalam air yang jernih dengan berbagai macam ikan hias. Anda juga dapat menyewa properti foto bawah air untuk mengabadikan momen-momen seru di Umbul Ponggok.
-
Umbul Susuhan: Umbul Susuhan adalah umbul yang lebih tenang dan alami dibandingkan dengan Umbul Ponggok. Umbul ini cocok bagi Anda yang ingin bersantai dan menikmati suasana pedesaan yang asri.
-
Umbul Mudal: Umbul Mudal adalah umbul yang terletak di lereng Gunung Merapi. Umbul ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara yang segar.
-
Candi Plaosan: Candi Plaosan adalah kompleks candi Buddha yang terletak tidak jauh dari pusat kota Klaten. Candi ini memiliki arsitektur yang indah dan menyimpan banyak sejarah dan budaya yang menarik.
-
Alun-alun Klaten: Alun-alun Klaten adalah tempat yang populer bagi warga lokal untuk bersantai, berolahraga, dan menikmati suasana kota.
-
Taman Lampion Klaten: Taman Lampion Klaten adalah taman yang dihiasi dengan berbagai macam lampion yang indah dan berwarna-warni. Taman ini sangat cocok untuk dikunjungi pada malam hari.
-
Hutan Kota Gergunung: Hutan Kota Gergunung adalah hutan kota yang terletak di pusat kota Klaten. Hutan ini menawarkan suasana yang sejuk dan asri, serta berbagai macam fasilitas rekreasi seperti jogging track, taman bermain, dan area piknik.
-
Sendang Tirto Sinongko: Sendang Tirto Sinongko adalah mata air yang terletak di desa Ponggok. Mata air ini dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
3. Purwosari: Gerbang Menuju Solo
Stasiun Purwosari adalah salah satu stasiun utama di Solo. Dari stasiun ini, Anda dapat dengan mudah mengakses berbagai tempat wisata menarik di Solo.
-
Taman Sriwedari: Taman Sriwedari adalah taman rekreasi dan hiburan yang legendaris di Solo. Taman ini menawarkan berbagai macam wahana permainan, pertunjukan seni, dan acara budaya.
-
Lokananta: Lokananta adalah studio rekaman musik legendaris yang telah menghasilkan banyak musisi terkenal di Indonesia. Di Lokananta, Anda dapat melihat berbagai macam koleksi alat musik, foto-foto musisi, dan artefak yang berkaitan dengan sejarah musik Indonesia.
-
Kampung Batik Laweyan: Kampung Batik Laweyan adalah pusat industri batik tradisional di Solo. Di kampung ini, Anda dapat melihat proses pembuatan batik secara langsung, membeli batik dengan harga yang terjangkau, dan belajar tentang sejarah dan budaya batik.
-
Loji Gandrung: Loji Gandrung adalah bangunan bersejarah dengan arsitektur Indis yang terletak di pusat kota Solo. Bangunan ini dulunya merupakan tempat tinggal seorang pengusaha Belanda, dan sekarang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai macam acara budaya dan resepsi pernikahan.
-
Koridor Gatot Subroto (Gatsu): Koridor Gatsu adalah jalan yang dihiasi dengan berbagai macam mural dan instalasi seni yang menarik. Pada malam hari, Koridor Gatsu menjadi pusat kuliner dengan berbagai macam makanan dan minuman yang lezat.
4. Solo Balapan: Pusat Kota Solo
Stasiun Solo Balapan adalah stasiun utama di Solo. Dari stasiun ini, Anda dapat dengan mudah mengakses berbagai tempat wisata menarik di Solo, termasuk Masjid Raya Sheikh Zayed.
- Masjid Raya Sheikh Zayed: Masjid Raya Sheikh Zayed adalah replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi. Masjid ini memiliki arsitektur yang megah dan mewah, dengan kubah-kubah yang terbuat dari marmer putih dan empat menara yang menjulang tinggi. Masjid ini merupakan salah satu ikon baru Kota Solo dan menjadi daya tarik wisata yang populer.
5. Solo Jebres: Sejarah dan Budaya Jawa
Stasiun Solo Jebres adalah stasiun yang terletak di dekat Pura Mangkunegaran. Dari stasiun ini, Anda dapat dengan mudah mengakses berbagai tempat wisata sejarah dan budaya di Solo.
-
Pura Mangkunegaran: Pura Mangkunegaran adalah kediaman resmi dari Adipati Mangkunegara. Pura ini menyimpan banyak peninggalan sejarah dan budaya Jawa, serta menampilkan arsitektur yang indah dan unik.
-
Benteng Vastenburg: Benteng Vastenburg adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak di pusat kota Solo. Benteng ini dulunya digunakan sebagai markas militer Belanda, dan sekarang menjadi tempat penyelenggaraan berbagai macam acara budaya dan pameran seni.
-
Pasar Klewer: Pasar Klewer adalah pasar tekstil terbesar di Solo. Di pasar ini, Anda dapat menemukan berbagai macam kain batik, pakaian, dan aksesoris dengan harga yang terjangkau.
-
Taman Balekambang: Taman Balekambang adalah taman yang luas dan indah yang terletak di dekat Pura Mangkunegaran. Taman ini memiliki berbagai macam tanaman, kolam, dan patung yang menarik.
-
Museum Batik Danar Hadi: Museum Batik Danar Hadi adalah museum yang menyimpan koleksi batik yang lengkap dan beragam dari seluruh Indonesia. Di museum ini, Anda dapat belajar tentang sejarah, teknik pembuatan, dan motif batik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan berbagai pilihan destinasi wisata yang menarik dan terjangkau, KRL Jogja-Solo adalah pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin berlibur hemat di Jawa Tengah. Jadi, tunggu apa lagi? Segera susun rencana perjalanan Anda dan nikmati pesona Yogyakarta, Klaten, dan Solo dengan KRL Jogja-Solo!